
...💖💖💖...
Pram menatap tajam benda yang di sodorkan Naira, "Kau memberi kan itu pada mereka?"
"Memang untuk siapa lagi si ka? Aku kan memang membelikan ini untuk bang Haikal dan pak Dev. Aku juga sudah memberikan satu untuk pak Dedi. Nah sekalian deh nanti berikan ini pada bang Dega!" Naira mengeluarkan lagi satu buah pada Haikal.
"Jika Tuan menginginkan nya, saya tidak ke beratan jika hadiah saya di berikan untuk Tuan." ucap Dev yang merasa tidak enak hati.
"Gak bisa gitu dong, ka Pram nanti ada yang paling spesial."
"Apa kau yakin, ada hadiah lain untuk ku? Aku tidak tahu kau membelikannya untuk ku." ucap Pram sangsi dengan apa yang Naira katakan padanya.
"Aku yakin ka, hadiah yang gak akan kaka lupain deh pokonya."
Pram menatap Haikal dan Dev, "Kalian, ambil lah... aku tidak menginginkan hadiah kecil itu!"
Tanpa ragu Haikal mengambil barang yang di berikan Naira untuknya, Dev dan Dega.
"Terima kasih Nona." ucap Haikal.
"Sama sama."
Mobil yang di kemudian Dev terparkir di depan kedai milik Naira.
Haikal membukakan pintu mobil untuk Naira.
"Aku turun ya ka!" ucap Naira setelah mencium punggung tangan kanan Pram, dengan tangannya yang masih di genggammm Pram.
"Ingat pesan ku! Jangan terlalu lelah!" ucap Pram dengan menarik tangan Naira dan memeluk tubuh Naira, tangan Pram mengelusss punggung Naira dengan perlahan.
"Iya ka!"
"Kau ikut saja dengan ku ke kantor! Tidak perlu ke kedai!" tawar Pram.
Naira menjarak tubuhnya dari Pram, "Semalam kan kita sudah membahas ini ka! Aku ingin ke kedai, baru setelah itu aku ke kantor mu! Gak usah banyak ngomong! Nanti kaka telat ke kantor!" ucap Naira yang menohok di telinga Pram.
"Maaf Tuan, apa yang Nona katakan ada benarnya. Jam 8.20 ini, Tuan ada meeting dengan relasi baru." ucap Dev mengingatkan Pram.
Naira menangkup wajah Pram, "Dengar kan apa yang di ucapkan pak Dev!"
Cup.
Naira mengecup sekilas bibir Pram.
"Yang semangat cari duitnya, ka!" ucap Naira yang langsung ke luar dari dalam mobil.
"Dasar bocah nakal!" gumam Pram yang menatap punggung Naira yang melangkah masuk ke dalam kedai dengan di ikuti Haikal.
"Jalan Dev!" titah Pram dengan tangannya yang mulai mengetik kan pesan dan mengirimnya ke Naira.
"Ingat pesan ku! Jangan jauh dari Haikal, jika kau merasa ada yang mencurigakan, katakan langsung pada Haikal, aku mencintai mu selalu."
Mobil yang di kendarai Dev kini memasuki jalan bebas hambatan, membuat Pram yang sejak tadi duduk dengan anteng, kini mengajukan pertanyaan.
"Kenapa kau ambil jalan bebas hambatan, Dev?"
"Semalam kan saya sudah katakan pada Tuan, pagi ini ada meeting dengan relasi baru. Orang ini ngajukan pertemuan di luar." terang Dev.
__ADS_1
Pram hanya mengangguk kecil, mengerti dengan apa yang di katakan Dev.
Dev melajukan kendaraannya dengan kencang, sesuai anjuran petunjuk yang tertera pada rambu lalu lintas. Jalan yang semula di lalui dengan tenang, kini menjadi menegangkan
Tin tin tin tin.
Mobil yang ada di belakang mobil Pram, berkali kali membunyikan klakson mobilnya dengan jeda yang cukup dekat.
"Ada apa, Dev?" tanya Pram dengan datar.
"Hanya orang iseng, Tuan!" Dev terus menginjak pedal gas, tanpa memberikan jalan untuk mobil yang ada di belakangnya untuk mendahului mobil yang ia kemudi kan.
Tin tin tin tin tin tiiiiin.
"Tidak perlu kau beri jalan Dev, jika mencurigakan!" ucap Pram.
"Iya Tuan, ini saya juga sedang berusaha menjauh dari mobil itu Tuan." ucap Dev.
Dengan ke mampuannya, Dev menyalip beberapa kendaraan yang ada di depannya tanpa halangan. Mobil sedan mewah hitam itu terus melesat kencang, dengan mobil lain yang sejak tadi mengusik indra pendengaran Dev dan Pram dengan suara klakson yang di hasilkan.
"Kali ini siapa lagi Dev, yang ingin menghalangi pertemuan ku dengan klien baru kita ini?" tanya Pram dengan menolehkan kepalanya ke belakang, Pram memotret plat nomor mobil yang kini mengincar mobil yang di tumpangi Pram.
"Tidak jauh dari pesaing bisnis, Tuan. Bisa jadi seseorang yang juga menginginkan kontrkan kerja sama dengan klien yang ingin kita temui, Tuan." ujar Dev.
Pram mengirimkan hasil jepretan nya pada Dava, lalu langsung menghubunginya.
"Cepat kau selidiki, siapa pemilik mobil itu! Jika dia seorang pengusaha, langsung saja buat mereka ke hilangan 60 persen saham yang di milikinya! Aku mau saham itu menjadi atas nama ku!"
[ "Bagai mana jika pemilik mobil itu adalah seorang artis, bos... apa yang harus aku lakukan padanya bos?" ] tanya Dava yang sudah mulai mengerjakan apa yang di perintahkan Pram padanya.
[ "Baik lah. Bos tunggu saja kabar baik dari ku! Aku minta 25 persen saham ya bos, jika aku berhasil mengusut dan memberi pelajaran pada orang itu!" ] cicit Dava.
"Kerjakan saja apa yang aku perintahkan pada mu, Dava!"
["Baik lah bos, aku tunggu ---" ]
Bugh.
Brakkk.
Belum selesai Dava berkata, ia sudah mendengar suara hantaman keras dari sambungan telponnya Pram.
[ "Halo bos, bos... kau tidak apa apa kan bos? Apa yang terjadi bos?" ] tanya Dava dengan panik, ia langsung melacak ke beradaan bosnya Pram, setelah seruannya tidak mendapat jawaban dari Pram. Apa lagi sebelum itu, Dava mendengar suara hantaman yang cukup keras yang membuat perasaannya menjadi tidak karuan.
🌷🌷🌷
Sementara di kedai.
Mega, Angga, Rion, Novi dan karyawan lain menyambut ke datangan Naira.
Mega beranjak dari duduknya, menyambut kedatangan Naira.
"Lo beneran udah gak apa apa, Nai?" tanya Mega setelah mereka berdua cipika cipiki.
"Udah gak apa ko, udah aman ini!" Naira menunjukkan sederet gigi putihnya, menampilkan senyum manisnya.
"Iya deh, gwe percaya sama lo!" Mega menepuk nepuk bahu Naira.
__ADS_1
"Selamat datang kembali, Nai!" ucap Angga yang kini berdiri di depan Naira.
"Ihs jangan formal gitu dong." Naira bertos ria dengan Angga, Rion dan Juni.
"Mumpung masih sepi, mending kita ngumpul dulu yuk sini!" Naira mengajak anak buahnya untuk berkumpul di sebuh meja yang kini di jadikan satu oleh Rion dan Angga.
"Mana bang!" Naira mengadahkan tangannya, meminta paper bag miliknya di berikan padanya.
"Ini Nona!" ucap Haikal datar.
Naira mulai membagikan oleh oleh untuk semuanya, tidak terkecuali untuk anak baru yang belum lama bergabung dengan kedai Pelangi.
"Ini serius untuk saya, bu bos?" tanya Mila karyawan yang baru seminggu bergabung dengan kedai Pelangi.
"Iya, itu serius untuk mu!" seru Naira dengan mengedarkan pandangannya pada yang lainnya, dasar Novi yang lagi kasmaran, kemarin aja bingung dengan ke beradaan Daren, sekarang udah fokus dengan bang Haikal, "Apa ada lagi yang belum kebagian?" tanya Naira lagi!"
"Wiiiih ada yang lagi bagi bagi hadiah nih, mau dong!" seru Ayu dari arah pintu masuk kedai.
"Kemana aja lo ka, baru nongol?" Naira beranjak dari duduknya, menyambut pelukan hangat yang di berikan Ayu padanya.
"Lo gak liet nih gwe abis borong ke perluan dapur!" Ayu menunjukkan ke dua tangannya yang menenteng belanjaan.
"Ya udah sana taro dulu! Buat lo udah gwe pisahin ka, spesial gak pake telor ahahaha." ledek Naira.
"Di kata gwe ini mertabak spesial yang kaga pake telor! Lo lagi Nai! Pulang dari Jepang makin ngaur!" ejek Ayu.
"Hai ayang paman! Apa kau butuh sesuatu?" tanya Novi dengan menyikut lengan pria dingin, yang kini berdiri di sampingnya.
"Jaga sikap mu! Ada Nona dan teman teman mu!" seru Haikal dengan dingin.
"Dih, mereka lagi fokus sama oleh oleh... mending kita mojok yuk! Hehehe." goda Novi.
"Astaga Novi! Jaga sikap mu!" Haikal semakin gusar dan memilih mendudukan dirinya di kursi yang dekat dengan pintu masuk, sepasang mata elangnya terus mengawasi pergerakan Naira.
"Yeeeeh dasar pria dingin."
"Permisi, apa kedai ini sudah buka?" tanya seorang wanita yang menyembulkan kepalanya dari pintu yang ia buka.
"Sudah ka, ayo masuk saja ka!" ucap Naira yang mempersilhkan pengunjungnya untuk masuk ke dalam kedai.
"Ayo... kita mulai kerja lagi!" Angga beranjak dari duduknya, dengan mengajak yang lainnya untuk mulai bekerja kembali.
Naira mengeluarkan hapenya, dari dalam tas selempang yang ia kenakan, bibirnya tersungging setelah membaca pesan yang Pram kirim padanya.
"Sweet banget sih laki aku!" gumam Naira.
"Aku juga mencintai mu, rubahhh mesummm ku 😘😘" chat yang Naira kirim ke nomor Pram.
Naira menatap heran pada pesan chatnya yang di abaikan Pram, "Mungkin ka Pram masih dalam perjalanan kali ya!" gumam Naira, tapi ko hati ku gak enak gini ya! Ada apaan ya?
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
Makasih yang sudah dengan setia 😉
__ADS_1