Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Pasti ada saingannya


__ADS_3

...πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


"Haaaah, serius itu Naira?" Tanya Rion dengan mata yang menatap layar hape Ayu.


Dari arah pintu, suara bariton menggelegar.


"Kalian ngapain!"


Angga yang baru saja beres dengan belanja keperluan resto di buat geram dengan teman temannya yang bukannya beres beres resto tapi malah asik berkumpul di meja kasir.


Bukannya ke takutan kena marah, Ayu malah sebaliknya melambaikan tangannya pada Angga, "Sini dah, bang! Lo liet ini di berita on-line ada siapa. Lo bakal terkejut deh sama kaya gw dan yang lain. Sini apa bang cepetan, tar ke tinggalan berita lo!"


Angga melangkah dengan santainya dengan ke dua tangan yang menenteng belanjaan.


"Ada Naira sama pak Pram, bang." Mega menoleh sebentar pada Angga dan fokus kembali pada layar hape Ayu, "Ini mereka lagi ada acara apaan si Yu? Ko pake ada kaya gini?" Tanya Mega.


Mendengar nama Naira di sebut membuat Angga yang melangkah dengan santai jadi mempercepat langkah kakinya.


Angga menaruh belanjaannya di atas meja lalu berjalan ke arah meja kasir.


"Kenapa sama bos kita itu?" Tanya Angga.


Mereka akhirnya melihat acara konferensi pers yang di lakukan oleh Pram yang di liput oleh media.


Ayu bertanya dengan mata yang tetap fokus pada layar hape-nya, "Sebenarnya Naira sama pak Pram itu udah merid apa belom si bang?"


"Lo lietnya gimana?" Angga malah memberikan pertanyaan pada Ayu, masa iya gw ngaku kalo mereka udah merid, sorry Yu. Gw harus bisa pegang janji gw.


"Iya bang, mungkin gak ya kalo Naira itu sebenarnya udah ada ikatan gitu sama pak Pram? Misal tunangan atau jangan jangan mereka udah di jodohin gara gara papanya Naira yang sempet di culik itu, iya bang?" Mega menoleh pada Angga, meminta jawaban dari Angga.


Rion ikut ikutan memojokkan Angga untuk menjawab pertanyaan Mega, "Iya bang, lo pasti tau sesuatu kan bang? Secara waktu Naira nyari papanya itu kan di temenin sama lo, bang!"


Angga tidak bergeming tetap fokus pada layar hape Ayu, mendengar wartawan itu memojokkan Naira membuatnya geram, sialannn itu wartawan mulutnya minta di kasih makan cabe kali ya! Pedes bener pertanyaannya! Lo ora tau apa! Itu bos gw itu yang lagi lo sindirin! Ke dua tangan Angga mengepal, ke dua sorot mata Angga menajam.


Ayu melihat wajah Angga yang merah padam, "Biasa aja dong, bang ngelietinnya!" Ledek Ayu.

__ADS_1


"Gw gak terima, Yu. Mereka pikir bos kita itu apa? Enak aja lagi nih pak Pram pake bilang ada kekasih ke dua, satu aja ora bakal abisss onoh bini gw di rumah." Sungut Angga.


"Hahay dah, beda kali bang lo sama pak Pram. Mungkin pak Pram punya alasan tersendiri, secara kan lo tau bang kalo pak Pram itu saingan sama hotel hotel laen. Lah ya sama kaya kedei ini, pasti ada saingannya juga kan!" Oceh Mega.


"Atau bisa juga tuh pak Pram ngalihin perhatian musuhnya biar gak ngincer Naira, kaya yang gw baca di novel novel online bang. CEO muda menutupi identitas istrinya dari inceran musuh, ada kan itu yang kaya gitu." Oceh Ayu.


"Itu sih emang kalian aja yang ngaur!" Sungut Angga yang memilih pergi meninggalkan ke tiganya dengan membawa kantong belanjaannya masuk ke dalam dapur.


πŸ‚Tempat konferensi persπŸ‚


Pram tersenyum pada wanita cantik itu dengan tangannya yang terulur, "Kalian bisa meminta voucher menginap di hotel pada Nona ini!" Terang Pram.


Naira bergumam, "Cantik banget, apa jangan bilang sajngan gw nih! Kalah telak gw kalo saingannya model gitar spanyol gini!"


Pram yang mendengar gumaman Naira pun memilih membawa Naira pergi meninggalkan tempat konferensi pers dengan tangannya Pram yang merekat erat pada pingga ramping Naira.


"Tidak usah cemburu padanya, dia bukan siapa siapa ku." Ujar Pram.


"Lalu dia siapa? Kaka bisa kenal wanita cantik itu di mana?" Tanya Naira dengan bibir yang mengerucut.


"Sialan kau!" Sungut Dev dengan ke dua mata yang menatap tajam pada wanita cantik yang kini menjadi manajer hotel Pelangi di tempat yang baru saja berganti nama itu.


Dengan gerakan bibir tanpa suara Dev berseru, pada wanita yang tidak lain adalah istrinya, 'Kau, hutang penjelasan pada ku!'


Sedangkan yang di ajak bicara malah mengabaikan Dev, sibuk memberikan voucher menginap untuk para wartawan yang tadi meliput acara Pram dan Naira.


Pengawal yang berjaga di depan mobil Pram membukakan pintu belakang mobil untuk Tuannya.


Naira masuk ke dalam mobil lebih dulu baru lah Pram.


Naira yang belum melihat Dev dan Haikal pun bertanya pada Pram.


"Pak Dev dan bang Haikal ke mana, ka? Tumben biasanya mereka selalu berada di belakang kan?" Naira melingkarkan tangannya pada lengan Pram.


"Kita tunggu saja!" Sialannn kau Dev, Haikal, beraninya membuat ku menunggu! Cari mati kalian berdua ya!

__ADS_1


Dev dan Haikal masuk ke dalam mobil bersama sama.


"Maaf Nona, pak, membuat kalian menunggu lama!" Seru Dev.


"Maaf bos, Nona. Tidak akan saya ulangi!" Seru Haikal.


"Gak lama ko pak, emang ada masalah ya pak Dev? Masalah apaan pak?" Tanya Naira dengan polosnya! Dengan mata bulatnya yang melihat Dev dari kaca spion mobil.


Pram melepaskan tangannya yang di peluk Naira, lalu dengan ke dua tangannya pula ia gunakan untuk mengangkat tubuh Naira dan membawanya dalam pangkuannya dengan duduk yang menyamping.


"Ke dua mata mu ini, cukup untuk melihat wajah tampan ku saja, sayang!" Seru Pram dengan tangannya yang mencengkram pipi Naira sedangkan tangan satunya merekat erat pada pinggang Naira yang ramping.


Naira menyingkirkan tangan Pram dari pipinya dan ke dua tangan Naira melingkar manja di leher Pram, menyatukan keningnya dengan kening Pram, matanya yang bulat menatap tajam sepasang mata elang milik Pram.


"Kalo mata ku ini cuma untuk menatap wajah tampan mu aja ka, lalu bagai mana dengan sepasang mata elang mu itu!" Naira memaikan alisnya naik turun dan menjeda perkataannya, "Mata mu udah lancanggg melihat manajer hotel tadi, emang aku gak lihat apa kaka ngelietin manajer hotel itu kaya gimana?" Aku kan cemburu ka!


Pram mengecup sekilas bibir Naira yang mengerucut.


Cup.


"Aku kan sudah bilang pada mu, tidak perlu cemburu padanya, dia itu sudah bersuamai!" Seru Pram.


Dev melajukan mobilnya, aku suami dari wanita cantik yang baru saja kau perkenalkan sebagai manajer hotel yang baru pak!


"Dia yang meminta pekerjaan pada ku, Dev!" Seru Pram yang seolah mendengar ocehan Dev.


Naira mengerutkan keningnya, "Hah?"


...πŸ’– Bersambung πŸ’–...


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2