
...💖💖💖...
Heni yang belum siap dengan keadaan, hanya bisa terbata bata dengan pemikirannya yang melalang buana, siapa wanita yang ada di hadapan ku ini? Siapa korban yang selamat? Apa mungkin sanak keluarganya?
"Sa- saya..."
"Kami pemilik dari perusahaan, yang truknya mengalami kecelakaan pak!" seru Pram dengan tegas.
Wanita yang duduk di kursi tunggu, langsung menatap dengan nyalang pada ke tiganya, orang orang yang tidak ia kenal namun berpakaian rapih.
Wanita dengan pakaian yang berlumur darah itu berjalan dengan perlahan, air matanya terus mengalir, meluncur bebas dari ke dua kelopak matanya, menggambarkan betapa sedih hatinya.
Pak polisi yang menghalangi Heni, kini berbicara pada Heni, Naira dan Pram. Terkait dengan kondisi para korban.
"Kembalikan nyawa putra saya! Kalian telah merenggut nyawa putra saya! Kalian jahat! Apa salah putra saya!" teriak wanita paruh baya itu dengan histeris, mengguncang lengan Heni.
Polisi yang melihatnya langsung menarik lengan wanita paruh baya itu untuk menjauhi Heni, mendudukan nya kembali di kursi tunggu, "Ibu tenang dulu ya! Ini rumah sakit! Suami ibu juga sedang di tangani dokter di dalam. Jika ibu membuat ke ributan, bagai mana dokter bisa fokus untuk menyelamatkan nyawa suami ibu!"
Heni memeluk Naira, menumpah kan rasa sedihnya, " Bagai mana jika ini terjadi pada kita, sayang? Apa mama sanggup menerima nya? Wanita itu ke hilangan putra nya, sekarang kondisi suaminya sedang dalam ke adaan kritis." ucap Heni dengan bulir bening yang mulai membasahi pipinya.
Pram mengelusss kepala Naira, sedangkan satu tangannya menepuk bahu ibu mertuanya, menguatkan ke dua wanita itu. Apa yang akan Naira lakukan, jika aku sakit? Apa Naira akan menemani ku? Merawat ku? Mencampakkan ku?
"Kalian tunggu lah di mobil, biar aku yang bicara dengan keluarga korban." Pram menggiring ke duanya untuk kembali ke dalam mobil.
"Terima kasih ya, ka!" ucap Naira saat sudah berada di dekat mobil.
__ADS_1
Pram hanya tersenyum, mengecuppp pucuk kepala Naira, "Kunci mobil dari dalam ya, sayang! Jangan buka pintu jika ada yang meminta mu untuk membuka nya, kau mengerti apa kata ku barusan?" ucap Pram di telinga Naira, lalu mengecup pipinya.
Naira mengerutkan keningnya, "Tapi ka, kenapa?"
"Dengar kan saja apa kata kata ku! Buka pintunya setelah aku kembali pada kalian." Pram menutup pintu mobil.
"Mah, kata ka Pram... kita harus mengunci pintu mobil. Jangan biarkan siapa pun untuk masuk ke dalam!" Naira menyampaikan apa yang di katakan Pram pada ibunya.
"Ya sudah, lakukan apa yang di katakan suami mu, nak!" seru Heni.
Naira langsung mengunci pintu mobil, kaca mobil pun sudah tertutup rapat, ia juga menyalakan ac, agar tidak pengap.
"Apa yang akan di lakukan, nak Pram ya Nai?" tanya Heni dengan harap harap cemas.
Naira menatap dalam ke dua mata lelah sang ibu, menghapus jejak air mata yang ada di pipi ibunya dengan jemarinya.
3 menit setelah ke pergian Pram, kaca mobil di ketuk dari luar oleh 3 orang berwajah sangar. Membuat Heni semakin erat menggenggammm jemari Naira.
Tok tok tok tok.
Dua orang pria berwajah sangar itu memberikan interuksi pada Naira dan Heni, untuk membuka pintu mobil. Sedangkan satu pria, nampak mengawasi ke adaan sekitar.
"Buka pintunya!"
Naira membatin, aku bisa saja melawannya... tapi bagai mana dengan mama, bagai mana jika mereka sampai menyakiti mama? Sama aja bohong untuk aku melawan mereka, tapi tadi ka Pram bilang jangan buka pintu mobil, untung saja aku sudah mengunci nya.
__ADS_1
"Bagai mana ini, Nai?" tanya Heni dengan wajah ke takutan, baru kali ini ia menghadapi situasi seperti ini.
"Mama tenang ya, sebentar lagi ka Pram pasti akan kembali." ucap Naira mencoba bersikap setenang mungkin.
Kaca mobil kembali di ketuk, dari sisi tempat Naira duduk.
Tok tok tok tok tok.
"Woy, buka pintunya woy!"
Naira mengedarkan pandangannya, berharap apa yang ia harapkan. ka Pram masih memberlakukan bodyguard bayangan gak sih buat ku? Di situasi yang seperti ini... aku tidak memungkiri, jika aku membutuhkan nya.
Salah seorang yang mengawasi ke adaan, menyerahkan sebilah balok kayu pada rekannya.
Naira yang melihat balok kayu itu berpindah tangan, mulai terlihat panik, gawat... jangan sampai orang orang menyeramkan itu berhasil memecahkan kaca mobil! Bagai mana aku bisa melindungi mama! Mereka main keroyokan.
Tok tok tok tok.
"Kali ini, lo gak akan lepas dari gw!" seru seorang pria berwajah seram, menatap Naira dari kaca mobil, dengan tangan yang menggenggammm balok kayu siap di ayunkan ke kaca mobil bagian Naira duduk.
Bugh.
...💮💮💮💮💮...
......................
__ADS_1
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭✌️