
...๐๐๐...
"Aku gak perlu izin buat datang ke hotel suami sendiri kan!" Seru Naira.
Ciiiiiit.
Haikal mengerem motor sport yang sedang ia lajukan secara mendadak, di saat kecepatan yang cukup kencang, membuat tubuh Naira menubruk punggu Haikal.
"Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Naira dengan membenarkan kembali duduknya.
"Kenapa tidak mengabari Tuan dulu, Nona? Atau kita langsung kembali ke kediaman Pramana saja?"
Naira memicingkan matanya, mentap tajam Haikal yang menoleh padanya, meminta persetujuan dari Nona Muda-nya.
Tuh kan aneh, pasti ada yang di sembunyiin nih sama bang Haikal dan ka Pram.
Haikal membatin, apa Tuan ada di kantor, aku tidak tahu jadwal Tuan hari ini.
"Gak, aku ingin membuat kejutan buat ka Pram. Ayo jalan lagi!" Naira meminta Haikal untuk melajukan kembali motor sport nya.
"Baik lah jika itu yang menjadi ke inginan, Nona."
Motor sport melaju ke arah hotel start, tempat yang menjadi pusat kantor Pram.
Naira membatin, liet aja nih ka Pram, kalo sampe bener di ruang kerjanya ternyata lagi sama cewek laen, abis lo ka! Tidur di luar. Gak boleh masuk kamar.
Haikal melihat ekspresi wajah Naira lewat kaca spion motor, tampak Nona Muda-nya itu mengerutkan keningnya, dengan raut wajah yang tidak tenang.
Apa yang sedang Nona pikirkan ya? apa Nona sedang merencanakan sesuatu? Tapi apa?
...๐Hotel start๐...
Sedangkan di hotel start, Pram dan Dev kembali ke lantai tempat di mana ke duanya bekerja. Mengurusi kerajaan bisnis Pram, setelah selesai dengan makan siang bersama dengan Nabil dan putrinya Nabila.
Di dalam lift, "Tidak ada kendala kan, villa yang sedang kau tangani itu, Dev?" Tanya Pram dengan pandangannya yang luar ke depan.
"Tidak Tuan, semua berjalan dengan lancar. Bahkan semua properti serta fasilitas untuk villa sudah mulai di tata." Ujar Dev.
"Bagus." Ucap Pram.
Pram masuk ke dalam ruang kerjanya.
Berkutat dengan laptop, yang menjadi teman selama di ruang kerjanya. Benar benar jauh dari kata wanita, yang selama ini menjadi penghangattt ranjang nya di kala suntuk menyerang otaknya.
Pram melirikkan matanya pada figura yang ada di atas meja kerjanya.
"Kau pasti sedang bersenang senang dengan teman teman mu, menikmatiii detik detik akhir sekolah mu! Putih abu, aku harus memilihkan kampus terbaik untuk mu melanjut kan stadi mu, Nai!" Gumam Pram.
Ia langsung merogoh hapenya yang ada di saku kemejanya.
__ADS_1
"Dev... siapkan nama nama universitas di kota ini, aku ingin universitas yang terbaik untuk Naira!" Titah Pram.
[ "Siap Tuan." ]
Pram menyimpan hapenya di atas meja, ia beranjak dari kursi kebesarannya.
Rasa ingin buanggg air kecil menyeruak dan tidak tertahankan.
Ia membiatkan layar laptopnya tetap menyala, lantas menuju kamar mandi yang ada di ruang kerjanya.
Di depan pintu ruang kerja Pram.
Naira tengah mengusir Haikal secara halus, untuk meninggalkan nya di depan ruang kerja Pram. Dengan tangannya yang mengibas ngibas ke arah Haikal.
"Udah, bang Haikal pergi aja gih! Ngapain kek, nanti aku pulang nya bareng ka Pram aja! Oke oke!" Ujar Naira.
"Tapi Nona... baik lah kalo itu yang menjadi ke inginan Nona." Haikal membalikkan tubuhnya, beberapa langkah ia menoleh ke belakang melihat Nona Muda nya.
"Huuuuh." Naira membuang nafasnya dengan lega, kini ia membuka perlahan pintu ruang kerja Pram.
Naira menyembulkan kepalanya ke dalam ruang kerja Pram, "Ka Pram ke mana ya? Ko gak ada di meja kerjanya, tuh kan bener... pasti ada di kamar pribadinya nih! Pasti lagi sama cewe, awas aja kalo bener kaya gitu!" Gumam Naira yang kini melangkah masuk ke dalam ruang kerja Pram.
Haikal mengetuk pintu ruang kerja Dev. Yang tidak jauh ruang kerja bosnya.
Tok tok tok tok.
Ceklek.
Dev mengerutkan keningnya, saat melihat Haikal yang memasuki ruang kerjanya.
"Ada apa kau ke ruang kerja, ku? Bukannya menunggu Nona Muda pulang sekolah. Malah berkeliaran di kantor!" Ujar Dev dengan kepala nya yang menunduk, menatap berkas yang ada di atas mejanya.
"Baru saja gw nganter Nona ke depan ruang kerja bos." Ujar Haikal, yang kini mendarat tubuhnya, di atas kursi yang ada di hadapan Dev, dengan penghalang meja di antara mereka.
Dev mengangkat kepalanya, menatap sekilas Haikal, "Nona ada di sini? Apa Tuan Pram tau?"
"Sepertinya tidak, tapi Tuan ada kan di ruang kerjanya? Tidak sedang bersama dengan wanita berbisa kan?" Tanya Haikal.
"Tidak, aku sudah lama tidak melihat Tuan, membawa wanita mana pun masuk ke dalam ruang kerjanya. Aku rasa... Tuan sudah pensiun dengan dunia liarnya." Gumam Dev.
Haikal membuang nafasnya dengan lega, "Syukur lah kalo begitu!"
...โ๏ธRuang kerja Pramโ๏ธ...
Naira yang tidak mendapati Pram di meja kerjanya, memilih untuk memasuki kamar pribadi Pram, yang ada di ruang kerjanya.
Ceklek.
"Kasurnya masih rapih, tapi ka Pram ko gak ada, di mana ka Pram?" Naira menyisir tempat tidur yang masih tampak rapih.
__ADS_1
Naira menajamkan telinganya, saat indra telinga menangkap suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Naira mengerutkan keningnya, ke dua tangannya mengepal, bibirnya mengerucut tajam, dadanya naik turun.
Pikiran liar Naira semakin menguasai nya, saat membayang kan Pram yang tengah bercinta di dalam kamar mandi dengan wanita lain.
๐ฅDalam pandangan Naira
Pram menyudutkan lawan mainnya di dinding, mengukungnya, mengunci tubuh jenjang wanita itu.
Bibirnya melumattt bibir wanita itu. Suara desahannn, lenguhannn meluncur begitu saja bibir Pram.
๐ฅ๐ฅ Kembali pada kenyataan
Naira langsung melangkah mendekati pintu kamar mandi.
Di saat tangannya sudah memegang hendle pintu, ternyata pintunya di kunci dari dalam.
Ceklek ceklek ceklek.
Membuat Naira semakin meradang, dalam hatinya Naira berteriak, menyerukan nama suaminya itu.
Ka Prammmmmm.
Pram yang ada di dalam kamar mandi pun langsung mengerutkan keningnya.
Naira ada di sini, mau apa? Kenapa dia tidak memberi tahu ku, jika dia ingin ke sini?
Pram menyeringai, membuka kunci yang terkait di pintu.
Naira kembali meraih hendle pintu, berharap tidak lagi di kunci.
Ceklek.
Naira menyunggingkan senyumnya, saat pintu kamar mandi tidak lagi terkunci.
Naira melangkah masuk ke dalam, ingin melihat apa yang ia bayang kan benar apa adanya.
Sreeek.
Bugh.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
......................
...๐ Bersambung ๐...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐