
...💖💖💖...
Pram menggendong tubuh Naira yang polos ke dalam bathroom dan menurunkan Naira di bathtub, membiarkan tubuh mungil Naira terendam air hangat dengan busa sabun.
Di saat Pram mengambil bathrobe untuk Naira, Naira berteriak kencang.
"Aaaaakh!"
Pram menyampirkan bathrobe di bahu kirinya dan melangkah menghampiri Naira.
"Ada apa, Nai? A- apa yang terjadi?" Tanya Pram dengan panik sambil ke dua tangannya menangkup pipi Naira.
Bibir ku mengerucut dengan sorot mata yang memancarkan api permusuhan, pasti ka Pram yang melakukan ini semua! Tega sekali pada ku!
"Nai! Jawab aku, jangan membuat ku takut, ayo katakan ada apa? Hem!" Tanya Pram.
Masih berani lagi tanya ada apa! Dasar rubah mesummm, udah buat tubuh ku rentek gini, masih gak puas juga sekarang pake potongin kuku kuku tangan aku!
Pram makin di buat bingung dengan tingkah Naira yang masih bungkam dengan bibir yang mengerucut, sorot mata Naira menatap tajam pada pria yang kini tengah panik menatapnya.
Jari telunjuk ku arahkan pada ka Pram, lalu dengan jari telunjuk ku pula ku isyaratkan pada ka Pram untuk mendekat ke arah ku.
"Kau mau aku mendekat?" Pram memastikannya dengan bertanya pada Naira.
Aku hanya menganggukkan kepala, awas kamu ya ka Pram!
Pram menarik sudut bibirnya ke atas, aku rasa Naira ingin mengucapkan terima kasih pada ku karena aku sudah membawanya ke bathroom dan menyiapkannya air hangat dengan busa, dasarrr gadis nakal, mau bilang gitu aja pake isyarat segala!
Di saat wajah Pram sudah mendekat pada wajah Naira.
"Kau mau bilang apa, sayang?" Tanya Pram dengan deru nafas yang menyeruak di wajah ku.
Ku lihat wajahnya dengan malas, dasarrr ka Pram otak rubah mesummm.
Dengan tangan kanan ku, ku gapai hidung ka Pram, ku capit hidungnya dengan jempol dan jari telunjuk ku, dengan gemas lalu ku tarik hidungnya ka Pram.
"Ah Nai, a- a- aaw- Nai, lepas! Apa yang kau lakukan! Bocah nakal!" Pram mengaduh kesakitan dengan ke dua tangan yang kini memegangi pergelangan tangan kanan ku, memintanya untuk di lepaskan tangan ku ini dari hidungnya yang bangir.
"Aku gak mau lepasin!" Seru ku ketus dengan menatap puas wajah ka Pram yang mulai kemerahan menahan sakit.
__ADS_1
"Nai, please lepasin... ini sakit Nai!" Pram merengek.
"Bodo amat!" Siapa suruh udah potong kuku aku yang panjang.
"Nai!" Mata ka Pram mulai berair, "Apa kau tidak kasihan pada ku?" Tanya Pram.
"Kasihan? Huh, jangan mimpi... Kaka aja gak kasian sama kuku kuku tangan aku! Untuk apa aku kasian sama kaka!"
Pram tercengang, rupanya Naira bersikap seperti ini hanya karena kesel karena aku sudah memotong kuku kuku tangannya yang panjang.
Pram berhasil melepaskan tangan Naira dari hidungnya, Ia pun langsung menggendong Naira, "Kau tau! Kuku kuku mu itu minta di beri pelajaran!" Seru Pram dengan acuh.
Pram lantas membawa Naira ke walk in closed, selama Pram berjalan menuju walk in closed selama itu pula bibir Naira terus menggerutu kesal.
"Ka Pram kebangetan! Rubah tua nyeselin, rubah mesummm nyebelin!"
Pram menyeringai dengan tatapan yang sulit di artikan melihat bibir mungil Naira yang terus menggerutu, terserah lah, bocah nakal ini mau berkata apa, yang terpenting sekarang... tidak akan ada lagi yang namanya kuku macan yang akan melukis indah di punggung ku.
"Kenapa ngelietinnya kaya gitu?" Tanya ku ketus.
"Kau itu bawel." Pram mendudukkan Naira di kursi rias.
Pram mengambilkan dress pendek serta tidak lupa mengambilkan kain berenda dan kain segitiga pengaman pada Naira.
Ku tatap dengan jengah ka Pram, yang ada aku malah mandi lagi, di ajak ka Pram untuk gelut bukannya memakaikan ku baju!
Aku menyambar pakaian dari tangan ka Pram, "Tidak perlu, aku bisa memakainya sendiri... kaka pergi saja dari sini!"
Ku kibaskan tangan ku di depan ka Pram, pergi sana! Aku bisa mengatasi ini sendiri!
Bukannya marah, kini Pram malah mencium kening Naira. "Baik lah jika itu keinginan mu! Jika sudah selesai dengan dress mu ini, panggil aku!"
Pram pun ke luar dari ruang walk in closed dan membiarkan Naira di dalam seorang diri hingga gadis nakalnya memanggil namanya.
"Enak banget kalo ngomong! Awas lu ka, kalo kaki ku ini sudah sembuh, habis kamu itu sama aku!" Gerutu ku sambil mengenakan pakaian.
Naira membayangkan tenaga Pram yang di nilainya kuat karena melakukan hubungan ranjang dengannya di malam hari dan pagi hari, Naira terkekeh saat menyadari bila melakukan itu bisa membuatnya nagih.
Gila ih ka Pram makan apa kali bisa kuat gitu tenaganya, semalam udah itu juga, masa pagi pagi udah ngitu lagi, kan jadi rentek bangat ini tulang udah ancur lebur, tapi apa emang rasanya gitu ya? Udah kena kaya nagihin hihihi. Pengen lagi gitu wak wak wak.
__ADS_1
Tok tok tok.
"Apa kau sudah selesai, Nai?" Suara Pram dari depan pintu walk in closed."
Mata ku menatap pintu yang di ketuk ka Pram, "Untung aja suara ketukan dan ocehan ka Pram membuat ku tersadar, kalo kaga hem bisa kebayang ini otak ku udah terkontaminasi hal aneh gegara ka Pram yang mesummm kini otak ku yang ikut mesummm." Gumam ku.
Aku yang sudah selesai dengan pakain pun langsung berjalan menuju pintu.
Bawel banget si itu rubah mesummm.
Tok tok tok.
Pram mengetuk pintu walk in closed itu lagi.
Ceklek.
Pintu aku buka dengan mengedumel, "Bawel banget si ka!"
"Kenapa berjalan sendiri? Kan kau bisa memanggil ku!" Seru Pram.
Aku acuh kan ka Pram dengan berjalan melewatinya, anggap saja telinga ku tidak mendengar suara rubah mesummm ini, anggap saja di kamar ini hanya ada aku seorang.
Pram menatap jengkel Naira, oh rupanya anak ini mau mengabaikan keberadaan ku! Oke, sejauh mana kau bisa cuek terhadap ku, Naira sayang! Pram menyeringai dan dengan sekali tarikan kini Naira sudah berada dalam gendongan tangan kekarnya.
Bugh bugh.
Kepalan tangan ku memukul dada bidang ka Pram.
"Turunin ka! Gak pegel apa gendong gendong mulu!" Bibir ku nyerocos dengan sebel.
"Jika berhubungan dengan mu, aku akan dengan senang hati melakukannya." Pram menarik sudut bibirnya ke atas.
Tangan ku menepis wajah ka Pram, "Udah datar, datar aja kali ini bibir, sok senyum... senyum kaka nyebelin bin nyeselin!"
Krek.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis author gabut
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁