
...💖💖💖...
"Ahahhahaha." Naira tergelak dengan berlari, menghindari kejaran Pram.
...🌻🌻🌻...
Pram melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Pram menoleh ke arah Naira yang sedang berbaring di atas tempat tidur, sambil memainkan hapenya.
"Ahahahha." Naira tergelak kembali dengan ke dua matanya, yang fokus pada layar hape-nya.
Pram mengerutkan keningnya, menatap curiga pada Naira, "Kau sedang apa sih?" tanya Pram pada akhirnya.
"Tidak ada ka!" ucap Naira bohong, ia mengirimkan beberapa foto ke nomor Mega. Mega pun mengirim kan beberapa foto pada Naira.
Pram tidak ambil pusing, meski di hatinya di liputi rasa curiga.
"Ayo ikut dengan ku!" ucap Pram dengan mengulurkan tangannya pada Naira.
"Kita mau ke mana ka?" tanya Naira dengan menyambut uluran tangan Pram, dan menggenggammm nya.
"Nanti juga kau akan tahu." terang Pram dengan melangkah meninggalkan kamar tidur menuruni anak tangga.
"Ihs sok misterius banget si! Kata kaka, kita hanya akan menghabis kan waktu di resort."
"Mana mungkin aku setega itu, membawa mu jauh jauh terbang je Jepang, hanya untuk mengurung mu di resort?" ujar Pram.
"Bisa aja kan! Hehehe! Secara kaka sangat tidak ingin orang lain menatap ku lama!"
Pram langsung menghentikan langkah kakinya, melepaskan genggamannn tangannya dari Naira.
"Kau tunggu di sini sebentar!" Pram melangkah kan dan berlari menaiki anak tangga, menuju kamar.
"Tuh kan mulai lagi!" Naira mendudukan dirinya di sofa, sambil menunggu Pram. Ia membuka kembali hapenya.
"Selamat bersenang senang bu bos, jangan lupa kembali ke Indonesia... beri kami ini kabar baik ya, Nai!" pesan chat yang di kirimkan Mega untuk Naira.
Sedangkan di grup chat yang hanya beranggotakan Naira, Serli dan Novi. Sudah mulai berisik notif chat yang masuk di hape Naira.
__ADS_1
Novi, "Ciye ciye yang lagi liburan sambil hanimun. Di ajak ke mana aja lo sama pak Pram?"
Serli, "Typo woy, gak usah pake so inggis deh lo Nov, bilang aja bulan madu... gw juga kepo dong. Lo gak balik ke Bandung? Ko gak ajak kita sih?"
Novi, "Suka suka gw dong! Biasa nya lo kalo ke Bandung, ngajak kita serta. Ko ini gak? Yang lo bawa sekarang pak Pram ya? Btw Nai, ayang paman gw kenapa akhir akhir ini susah di hubungin ya! Apa ayang paman ikut sama lo berdua?"
Serli, "Ke mana lagi ini anak. Lagi online tapi gak balas chat kita!"
Naira, "Berisik lo pada, gw mau jalan jalan dulu gays... bareng bebeb."
Serli, "Laga lo, Nai... sebakul."
Naira, "Gw lagi di Jepang sama ka Pram. Bang Haikal gak ikut, tetap di Indonesia ko. Mungkin bang Haikal lagi sibuk ngurus kerjaan yang lain."
Novi, "Gilaaa, sekarang maenan lo luar negeri. Keren ini anak atu. Jangan lupa oleh oleh ya, Nai!"
Serli, "Jagain itu pak Pram, Nai... jangan sampe ke pincuttt ama cewe Jepang hehehe."
Naira, "Sialannn lo, jangan ampe... ka Pram cuma milik gw!"
Novi, "Ah masa? 🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️"
Hussss.
"Ka Pram!"
Sreet.
Pram langsung merebut hape yang ada di tangan Naira, lalu memasuk kan nya di dalam saku celananya.
Naira membola, "Itu hape ku, ka!"
"Siapa bilang hape ku?" Pram memasangkan masker mulut pada Naira.
"Kenapa hanya aku? Kaka gak pake masker juga?" protes Naira, bagai mana kalo yang di ucapkan Serli benar, ka Pram bisa ke pincut dengan cewe Jepang saat kami akan jalan jalan nanti.
Pram mengelusss pipi Naira dan mengecup bibir Naira dengan singkat.
"Aku juga akan memakai masker." Pram mengenakan masker pada mulutnya, "Apa kau sudah tenang sekarang?" tanya Pram.
__ADS_1
Naira mengangguk kan kepalanya dengan semanget.
Pram membawa Naira ke taman Narita, taman yang luas di atas bukit. Dengan puas Naira melihat bunga sakura, menikmati rumput hijau. Pram juga mengambil beberapa foto Naira di bawah pohon sakura.
Di saat petang menyinsing, Pram membawa Naira ke Gion Japan. Tempat yang paling terkenal di Kyoto. Kawasan yang di penuhi dengan toko, restoran dan kedei teh.
Naira juga menjajal setiap makanan yang di jual di sana. Dalam perjalanan nya kali ini, Pram mendadak menjadi tour gaet untuk sang istri.
Hingga malam menjelang, area Shirakawa yang membentang di sepanjang kanal Shirakawa, yang sejajar dengan Shijo Avenue. Selain bangunan nya yang khas, suasana tradisional di kawasan Gion ini sangat romantis, sangat pas untuk Naira dan Pram sebagai pasangan yang sedang berbulan madu.
Mereka menikmati makan malam romantis, di sebuah restoran yang terdapat di Gion.
"Uhhhh ini enak sekali ka!" seru Naira, dengan menikmati makanan yang ada di hadapannya.
"Kalo begitu habiskan makanan, mu!" seru Pram dengan mengelusss kepala Naira dengan tangannya.
"Kaka juga, ayo kita habiskan... apa kaka ingin balapan makan dengan ku?" tanya Naira.
"Tidak, kau habiskan saja makan mu, pelan pelan! Aku tidak akan merebu makanan mu!" Pram mengelap sisa makanan, yang ada di sudut bibir Naira dengan jempol nya.
"Kaka bisa mengatakan nya pada ku!" ucap Naira dengan pipi merona.
Pram hanya menyunggingkan senyumnya.
"Apa kalian ke sini, sedang dalam perjalanan bisnis?" tanya seorang wanita, yang berdiri di antara ke duanya.
Pram menoleh ke arah wanita, yang sedang mengajukan pertanyaan pada nya.
Pram mengerutkan keningnya, menatap tajam pada si wanita yang ia kenal.
"Apa aku harus mengatakan nya pada mu?"
...💮💮💮💮💮...
......................
__ADS_1
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk qkomen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭