Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak pantas


__ADS_3

...💖💖💖...


Dokter Embun ikut mendudukkan dirinya di sofa bersama dengan dokter Samuel.


"Kapan kita akan kembali ke rumah sakit, dokter?" Tanya dokter Embun.


"Secepatnya, memang tidak ada yang ingin kau bicarakan dengan Pram? Tadi aja ngotot minta ikut, kenapa sekarang kau jadi kalem seperti ini?" Tanya dokter Samuel dengan sinis.


Dokter Embun menyeruput minumannya, emmm bagaimana ya, aku tidak yakin dapat merebut Pram dari bocah itu, jika di lihat dari cara Pram memperlakukannya, sudah dapat di pastikan Pram lah yang sangat mencintainya, aku yang bodoh melepaskan pria sempurna seperti Pram meski hubungan ku dan dirinya tidak terekspos halayak orang banyak.


🍂 Di ruang rawat Naira 🍂


Entah sejak kapan aku terlelap, Pram meninggikan ranjang bagian kepala ku dan membiarkan aku tertidur.


Pram mencuwil hidung Naira lalu jarinya turun menyentuh bibir ranum Naira yang kini sedikit bengkak, dasarrr bocah, bisa bisanya dia tertidur pulas saat aku sedang menikmati manisnya bibir yang memabukkan ini.


Pram mengelus pucuk kepala Naira, tunggu aku... aku tidak akan lama meninggalkan mu!


Pram mengecup kening Naira lalu pergi meninggalkannya.


Setelah memerintahkan kepada seorang maid yang berjaga di depan pintu ruang rawat untuk masuk ke dalam menunggu Naira, baru Pram benar benar meninggalkan ruang rawat.


Pram melihat ke dua dokter yang seumuran dengannya tengah duduk di ruang tamu dengan sesekali dokter Samuel mengemili cemilan yang ada di atas meja.


"Ku pikir kalian sudah pergi!" Seru Pram sambil mendudukkan dirinya di sofa singel dengan punggung menyandar dan kaki di angkat satu lalu bertumpu pada kaki yang satunya.


"Kau mengusir kami? Setelah menyuruh ku datang secepat kilat!" Seru dakter Samuel, "Asal kau tahu saja Pram, aku harus naek motor untuk bisa sampai tepat waktu di rumah mu ini!" Oceh dokter Samuel.

__ADS_1


"Sejak kapan kalian menikah, Pram?" Tanya dokter Embun dengan menatap dalam Pram yang memperlihatkan wajah dinginnya.


"Bukan urusan mu!" Lalu Pram berdiri dengan tangan kanan di masukkan ke dalam saku celananya, "Jika tidak ada lagi yang berkepentingan, kalian bisa angkat kaki!" Serunya dengan gerakan kepala menoleh ke arah pintu.


"Ihs, dasar kau ini." Dokter Samuel berdiri di ikuti dokter Embun yang mengepalkan ke dua tangannya.


"Baiklah Tuan muda, aku pergi! Jika terjadi sesuatu pada istri mu!" Dokter Samuel menunjukkan jari telunjuk kanannya ke wajah Pram, "Kau urus sendiri!" Oceh dokter Samuel.


Pram menggenggam jari telunjuk kanannya dokter Samuel dengan tangan kirinya, "Lalu apa gunanya diri mu, ku bayar mahal! Heh!" Ucapnya dingin yang langsung menurunkan tangan dokter Samuel.


"Ah dasarrr kau, bos kejam!" Gerutu dokter Samuel yang lantas pergi.


"Apa kau tidak merindukan ku, Pram?" Tanya dokter Embun saat berdiri di depan Pram.


Pram mengerutkan kening, menatap jengah wanita yang dulu pernah mengisi relung hati nya, "Tidak ada yang pantas di rindukan dari mu! Siapa kau dan siapa aku!" Pram meninggalkan dokter Embun yang masih menatap punggung Pram.


Dokter Embun membatin, apa rasanya sesakit ini, di abaikan oleh Pram? Tadinya ku pikir Pram akan menunggu ku sampai aku mencapai cita cita ku dan mendapatkan gelar spesialis dokter jantung, ternyata aku salah, tapi jika ku lihat ada kesempatan untuk merebut mu dari bocah itu, ku pastikan kau kembali pada ku, Pram. Dokter Embun menyelipkan anak rambut ke telinganya lalu meninggalkan ruang tamu dan menuju luar di mana dokter Samuel sudah menunggunya.


"Dokter pasti tidak akan menyangka jika Nona Naira bisa membuat Tuan Pram dari yang seekor singa menjadi kucing anggora." Ujarnya.


"Benarkah? Apa lagi yang Pram lakukan untuk anak itu?" Tanya dokter Samuel yang kini di buat penasaran.


"Banyak hal lainnya lagi, pak dokter... yang menguras kesabaran Tuan Pram, andai itu bukan Nona Naira, sudah pasti orang itu akan lenyap dari muka bumi ini, pak dokter." Ujar pak Dedi yang bangga akan sosok Nona Muda nya.


"Yah mungkin itu kelebihan nya Naira jika di bandingkan dengan wanita lain yang selama ini dekat dengan Pram, di balik usianya yang masih terbilang muda... dia juga kini menyandang status Nyonya Naira Pramana Sudiro."


Dokter Embun berdiri tidak jauh dari dokter Samuel dan pak Dedi berada dan entah sudah berapa lama ia berdiri di tempat itu, berapa banyak pula kalimat pujian yang ia dengar untuk Naira yang membuatnya semakin jengkel.

__ADS_1


Aku tidak jauh lebih baik dari nya, hanya bocah ingusan, tidak ada bandingannya jika di sandingkan dengan ku. Aku spesialis dokter jantung, anggun, cantik, elegan... dia tidak pantas bila di bandingkan dengan ku. Dokter Embun mulai membanding bandingkan dirinya dengan Naira yang di nilai nya ia lah yang jauh lebih pantas bersanding dengan pram, Naira hanya lah bocah ingusan.


"Ayo kita kembali ke rumah sakit!" Seru dokter Embun dengan wajah merah padam menahan kesal.


Dokter Samuel menatapnya sekilas, ada apa dengan nya ya? Tadi baik baik saja!


"Saya jalan dulu, pak!" Seru dokter Samuel pamit pada pak Dedi, si kepala pelayan.


"Hati hati pak dokter." Aku rasa dokter Embun mendengar apa yang sudah kami bicarakan tadi, wajahnya tampak kesel gitu, sudah lah bukan urusan ku.


Tidak jauh dari gerbang kediaman Pramana Sudiro yang megah.


Tampak seorang pria bule yang tengah duduk di atas motor sportnya menatap tajam ke arah gerbang, memperhatikan siaoa saja yang masuk dan ke luar dari gerbang itu.


Ia mengenakan helm hitam yang full kaca hitam, di tambah jaket kulit hitam yang melekat di tubuhnya, hanya saja celana yang ia kenakan adalah celana abu abu yang mencerminkan ia masih seorang pelajar dengan tas ransel yang nemplok di punggungnya.


Hingga beberapa jam menunggu, ia melihat sosok yang ia kenal menurunkan kaca mobil dan di persilahkan untuk memasuki gerbang itu.


Usai pulang sekolah, Daren menyambangi rumah Pram, namun tidak mendapat akses untuk memasuki rumah itu, hingga ia hanya bisa memantau dari kejauhan, bertanya pada penghuni lainnya yang tinggal di sekitar pun tidak banyk membantu.


Aku tidak percaya jika pria itu adalah kekasih Naira, setahu ku kekasih Pramana Sudiro itu ya Karin, model ternama di tanah air ini.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


Makasih banyak udah mau baca.


__ADS_2