
...๐๐๐...
Kini di ruang meeting ada Pram, Dev dan kepala devisi food and beverage, mereka menunggu pihak PT.Sumber Berkah dengan melihat lihat hasil laporan selama kerja sama berlangsung.
Ceklek.
Nampak seorang wanita muda dan seorang pria yang berusia 40 tahun memasuki ruang meeting.
"Selamat pagi Tuan Pram, maaf jika kami datang terlambat!" Ucap Nabil, pria yang merupakan pemilik dari PT.Sumber Berkah.
Pram, Dev dan kepala devisi Yuni, berdiri untuk menyambut rekan bisnis mereka.
Pram menjabat tangan Nabil, "Dua menit lagi anda terlambat pak, dan dapat di pastikan jika itu terjadi. Aku harus memutus kerja sama di antara kita." Ucap Pram datar.
"Maaf Tuan Pram, jalan di sini sekarang macet meski bukan di jam istirahat." Kilah Nabil.
"Ayo silahkan duduk! Kita langsung pada intinya saja!" Ujar Pram yang tidak ingin berbasa basi lagi.
Ke dua rekan bisnis, perwakilan dari PT.Sumber Berkah pun duduk di sisi kiri Pram, sedangkan Dev dan Yuni duduk di sisi kanan Pram, Pram sendiri duduk di antara ke dua sisi mereka.
Rapat berlangsung dengan cukup singkat, Pram sangat puasss dengan kinerja PT.Sumber Berkah dalam memenuhi setiap order yang di berikan oleh hotel Pram.
Maka tidak di ragukan kembali jika Pram, melanjutkan kerja sama di antar ke duanya.
Di saat meeting tengah berlangsung, hape Pram yang ada di atas meja di depannya bergetar. Untuk panggilan pertama ia mengabaikannya.
__ADS_1
Dreeet dreeet dreeet.
Pram hanya melihat siapa yang melakukan panggilan, ada apa Naira menelpon?
Untuk yang ke dua kalinya Naira menelpon kembali. Membuat mengerutkan keningnya dengan pemikiran nya, apa ada hal penting yang ingin di sampaikan nya ya?
Pram meminta Nabil yang tengah bicara untuk berhenti, dengan tangan kanannya yang terulur ke depan dengan tangan terbuka.
Nabil langsung berhenti bicara, seakan tahu apa yang di minta Pram.
"Ada apa?" Tanya Pram datar.
[ "Kaka lagi di mana? Kenapa aku telpon dari tadi gak di jawab? Apa kaka lagi sama cewek ya? Lagi mesra mesraan ya? Sama cewek mana lagi ka? Gak ke hotel buat kerja? Ayo ngaku, kaka sekarang lagi di mana?" ] Cecar Naira dengan berbagai pertanyaan.
Pram mengerutkan keningnya, apa apaan anak ini! Mengatakan aku tidak ke hotel untuk kerja? Malah menuduh ku sedang bersama dengan wanita, mesra mesraan, astaga anak ini! Jauh sekali pemikirannya.
...๐ Sekolah Naira๐...
Setelah pertandingan bola basket kelas Naira usai, ke tiganya memilih ke kantin untuk mengisi perut.
Di jalan menuju kantin, Naira mencoba menghubungi kembali nomor telepon Pram.
"Ih ka Pram bener bener deh, di telpon gak di angkat juga!" Gerutu Naira.
Panggilan telepon pertama Naira, tidak di jawab oleh Pram. Membuat Naira berfikir buruk, namun di saat panggilan teleponnya yang ke dua Pram menjawabnya.
__ADS_1
Naira mendengus kesal setelah mendengar jawaban dari Pram. Naira tidak puasss dengan jawaban yang di berikan Pram, membuatnya Naira berniat untuk mendatangi kantor Pram setelah jam sekolah usai. Apa lagi jam sekolah berakhir lebih cepat dari hari sebelumnya.
Dengan bibir yang mengerucut, Naira mendudukan dirinya di hadapan Serli.
"Kenapa lo? Manyun aja itu bibir!" Tanya Serli dengan menggosokkk gosokkk kan telapak tangannya.
"Gak apa, lo udah pesen belom?" Tanya Naira.
"Udah, lo juga udah di pesenin noh ama Novi!" Seri Serli.
"Nih makanan favorit lo, udah gw bawain." Ucap Novi dengan membawa nampan di tangannya.
Serli dan Naira, mengambil mangkuk yang berisi kan makanan favorit mereka, dari atas nampan yang sedang di pegang Novi.
Naira juga mengambilkan satu mangkuk yang berisikan makanan favorit Novi. Dan meletakkan nya di atas meja, di dekat dirinya.
Sambil menghabiskan makanan nya, mereka bertiga membahas kembali bagai mana serunya pertandingan bola basket tadi.
Pluk.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
......................
...๐ Bersambung ๐...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐