Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Hubungan yang rumit


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kalian tidak usah bermain teka teki dengan ku! Gak mutu!" Ketus Naira.


Pram menduselkan bibirnya pada bahu dan leher belakang Naira.


"Ihs ka." Gak ngertiin banget sih, udah di bilang gw lagi ngambek.


Pram tidak memperdulikan batin Naira yang menggerutu. Terus menduselkan bibirnya dan mengecuppp leher belakang Naira hingga mobil berhenti di depan rumah.


Pak Dedi membukakan pintu mobil untuk Tuannya.


Bruk.


Naira langsung melonjak lompat dari pangkuan Pram dan ke luar dari dalam mobil dengan wajah yang di tekuk, bibirnya mengerucut, tatapan matanya sinis saat di sapa pak Dedi.


"Selamat datang kembali, Nona Muda!" Sapa pak Dedi dengan membungkuk hormat.


Wushhh.


Naira melewatinya begitu saja, berjalan ke arah lift berada.


Dedi menatap punggung Nona Muda-nya, ada apa dengan Nona? Tidak biasanya bersikap seperti itu?


"Selamat datang kembali, Tuan!" Sapa pak Dedi saat Pram turun dari mobil.


"Biar kan dia merajuk, paling tidak hanya untuk beberapa hari ke depan dan itu tidak akan lama!" Seru Pram dengan langkah lebar menuju lift dengan di ikuti pak Dedi.


"Apa Nona sedang merajuk, Tuan?" Tanya pak Dedi.


"Seperti yang kau lihat."


Sementara Haikal dan Dega langsung memasuki paviliun.


"Cepet ihs, kaka lama sekali jalannya!" Gerutu Naira dengan ke dua tangan yang di lipat di depan dadanya, punggung menyandar pada dinding lift.


"Kau sudah tidak sabar untuk merasakan setiap sentuhannn tangan ku hem?" Pram menggoda Naira dengan kerlingan matanya saat kakinya mulai memasuki lift.


Pintu lift tertutup.


"Ihs siapa juga, ngaur!" Naira menatap malas Pram.


Sampai di kamar kekesalan Naira terus berlanjut belum juga surut.

__ADS_1


Bugh.


Naira menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi tengkurap, ke dua sepatu masih terpasang rapih di kakinya, ke dua tangannya ia rentangkan.


Pram hanya geleng geleng kepala


melihat kelakuan Naira yang tengah merajuk.


Pram mendudukkan dirinya di tepian kasur, tangannya terulur untuk melepaskan sepatu Naira.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membuat mu berhenti merajuk?" Tanya Pram dengan suaranya yang lembut.


Naira menoleh sesaat lalu kembali menenggelamkan wajahnya di kasur.


Naira membatin, percuma ka Pram bertanya tapi hasilnya tetep tidak mau melepaskan wanita wanita yang dekat dengannya itu, belum lagi ka Pram belum bisa terbuka pada ku! Apa lah aku ini, hanya sebatas menikah untuk ke bebasan papa dan untuk menyelamatkan para karyawan dari tangan ka Pram! Perih sekali rasanya.


Pram mengerutkan keningnya, jadi bocah ini masih berfikir jika hubungan ini hanya sebatas itu? Setelah apa yang sudah aku lakukan padanya selama ini? Apa itu kurang cukup baginya untuk mengetahui perasaan ku padanya?


Pram beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke luar dari kamar tanpa berkata sepatah kata pun pada Naira.


Naira mendengar Pram yang membuka dan menutup pintu kembali dengan suara langkah kaki Pram yang menghilang dari kamar.


Naira mendudukan dirinya di kasur matanya menatap pintu kamar yang tertutup rapat.


Naira menurunkan kakinya dari kasur dan melangkah memasuki kamar mandi.


Mengguyur tubuhnya di bawah air shower yang hangat, mendinginkan kepalanya yang penat pada Pram. Hingga cukup lama Naira membiarkan tubuhnya terguyur air shower.


Andai saja papa tidak menjalin kerja sama pada ka Pram dulu, mungkin tidak akan terlibat masalah dengan ka Pram, tidak membuat ku terperangkap dalam hubungan yang rumit ini.


Pram melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi dengan pintu yang tidak terkunci.


Pram berdiri mematung melihat pemandangan dari pembatas ruangan tipis yang menampilkan tubuh Naira yang terguyur air shower.


Jangan pernah menyerah Naira, kamu itu cantik, manis, otak mu juga gak dangkal dangkal amat, inget kerja keras mu saat ini membuahkan hasil untuk teman teman mu! Dengan uang yang aku peroleh tiap bulan dari ka Pram, aku bisa mengembangkan usaha ku. Semangat Naira! Aku pasti bisa mendapatkan hati ka Pram, hahahha menaklukan hati si rubahhh mesummm itu!


Naira menyemangati hatinya sendiri, membuang penyesalan yang tidak akan ada gunanya, toh ia juga mendapatkan kompensasi dari Pram dengan memberinya uang bulanan yang tidak kecil nilainya. Selama Pram tidak melakukan tindak kekerasannn padanya, ia akan bertahan. Menikah baginya hanya satu kali dan jatuh cinta pun hanya sekali dan itu pada Pram lekaki yang berstatus kan suami baginya.


"Aku pasti bisa menaklukan hati mu ka Pram!" Seru Naira di bawah guyuran air shower yang jatuh membasahi tubuhnya tanpa menyadari jika Pram sudah berada di dalam kamar mandi sejak tadi yang terus memperhatikan nya dengan ke dua mata elangnya yang menatap tajam Naira.


Sementara di depan pintu kamar mandi, Pram menarikkk sudut bibirnya ke atas melihat pahatan tubuh Naira yang menggoda imannya.


Jakunnya terus naik turun saat menelan salivanya dengan susah payah. Astaga Naira, kau memancing otong ku yang sedang tidur. Kau lihat Naira, sejak ia melihat mu seperti ini ia terus mengeras dan ini menyiksaaa ku Nai! Cepat lah pergi tamu bulanan, jika bisa ku usir, akan ku usir tamu mu itu dari hidup mu, agar aku bisa setiap saat memasuki goa mu yang rapat itu, Nai!

__ADS_1


Pram mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan tangannya, aku tidak bisa lagi menahannya setidaknya ada kau yang bisa membantu ku melepasss pelepasannn ku.


Pram melangkah mendekat ke arah Naira dengan melucutiii pakaian nya sendiri. Dengan deru nafasnya yang memburu menatap Naira tajam.


Grap.


Naira terlonjak kaget saat dari belakang, tubuh Pram yang hangat menempelll pada tubuhnya yang dingin terkena guyuran air dengan tangan Pram yang bergerak liarrr merabaaa setiap lekuk tubuhnya, memberikan sensasiii merinding pada saat bibir Pram menyesappp ceruk leher Naira dengan tubuh Naira yang menggeliat kegelian.


"A- apa yang ka Pram lakukan?" Tanya Naira dengan ke dua tangannya yang mencengkram pinggang Pram.


"Aku hanya sedang membantu mu untuk mendapat kan hati ku, membantu mu untuk menaklukkan hati ku! Apa lagi kalo bukan itu, hem?" Pram membalikkan tubuh Naira hingga menghadap ke arahnya dengan mengarahkan tangan Naira pada otongnya yang sudah berdiri tegak untuk di genggammm tangan mungil Naira.


Naira membola dengan pipi merona merah, "Kaka menguping perkataan ku? Sejak tadi?"


Pram hanya mengangguk kecil tanpa berniat menghentikan kegiatan bibirnya yang menyusuri leher jenjang Naira.


"Ayo bantu aku untuk pelepasannn, satu cara untuk memikat ku hem, memikat suami mu yang gantengnya tidak tertandingi!" Pram menggoda Naira dengan bibirnya yang semakin turun hingga menyusuri si kembar yang membusung di hadapannya.


Dada Naira naik turun, tangan besar Pram terus mengarahkannya untuk melakukan apa yang Pram mau tanpa berniat untuk membiasakan tangan mungil Naira dari otongnya.


"Aaaahhhhh, engggggh." Pram mengeranggg.


Naira mendesahhh menikmati setiap sentuhannn bibir Pram pada si puncak kembarnya yang semakin hari semakin besar ukurannya, "Eeemmmmh, eemmmgggh."


Pram menyesappp dan memilin puncaknya, dengan rakusnya Pram menyesappp dalam membuat Naira terbuai dalam kenikmatannn.


Pram menyudahi permainan tanpa memasuki otongnya pada mulut goa Naira.


Pram membawa tubuh Naira ke wolk in closed dan membantunya mengambilkan dan memilihkan sendiri pakaian Naira sementara Naira mengambil pembalutttnya.


Pram terus memeluk erat tubuh Naira dari belakang dengan menikmati indahnya langit malam dengan berdiri di balkon kamarnya. Semilir angin menyapa helaian rambut Naira.


Dalam diam Naira merutuki ke bodohannya, bodohnya gw terbuai terus sama setiap sentuhan ka Pram.


"Apa ada yang ingin kau katakan hem?" Tanya Pram yang melirikkan ekor matanya pada Naira.


......................


...💖 Bersambung 💖...


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉


__ADS_2