
...💖💖💖💖...
Ku lempar bantal ke lantai, "Dasar Naira bodoh, ingat siapa diri mu, kamu itu lagi sakit Naira, jangan minta yang lebih dari itu!" Gumam ku kecil.
Ku tolehkan wajah ke atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur, ada 2 hape di sana. Hape ku dan hape Pram.
Aku lirik hape Pram dan hati ku di buat penasaran, masih ada gitu orang yang berani telpon ka Pram? Ah paling pak Dev, abaikan lah.
Tangan ku terulur dan mengambil hape ku, ku lihat nama kontak yang tertara di sana, "Oh rupanya Novi yang menelpon ku, paling nanya kenapa hari ini gw gak masuk lagi." Gumam ku.
Ku tatap pintu bathroom, paling rubah mesum masih lama, kepo dikit sama hapenya, gak bakal ketawan kali ya!
Ku ambil hape ka Pram, emang belum beruntung, "Ihs pake kata sandi lagi! Ah gak seru." Keluh ku.
Ternyata Pram menggunakan kata sandi untuk membuka hapenya.
Ting.
Notifikasi pesan muncul di layar hape Pram.
"Sayang, bisa kita makan siang bersama!"Pesan dari Karin.
Mata ku membelalak, "Siapa itu Karin? Mau makan bersama? Huh, makan noh bareng nenek lu!" Gerutu ku.
Hati ku di buat kesal setelah membaca notifikasi pada layar hape Pram.
Dasar rubah tua, rubah mesum, rubah kang selingkuh!
Ku lempar saja hape Pram di atas kasur dekat tempat ku duduk.
Ceklek.
Pintu di buka oleh Pram.
Pram Mengerutkan kening melihat bantal yang ada di lantai, di tambah dengan melihat raut wajah Naira tidak kini tampak suram.
"Kenapa bantal ini bisa ada di sini?" Tanya Pram dengan tangan meraih bantal itu dan membawanya ke kasur dan meletakkannya di atas kasur.
"Terbang kali!" Mata ku menatap malas Pram, tukang selingkuh, ku sibukkan diri dengan bermain game yang ada di hape ku.
"Ada apa?" Pram mendudukkan dirinya di atas kasur, keningnya mengkerut tat kala melihat hapenya ada di atas kasur.
Pram meraih hapenya dan memeriksanya, kini perhatiannya fokus pada hape, "Apa kau memeriksa hape ku?"
"Tidak!" Jawab ku singkat, mana bisa orang hape mu di kunci
Apa hape ku bisa jalan sendiri ya? Tadi kan ada di atas meja, sekarang ada di atas kasur.
__ADS_1
Pram melihat panggilan tidak terjawab dari Dev dan dari Kalin.
Pram menempelkan benda pipinya ke telinga kanannya, "Ada apa?"
"Saya sudah mengirimkan berkas yang akan di bahas nanti siang lewat email bapak, apa sudah bapak periksa?" Suara Dev dari sambungan teleponnya.
"Aku belum mengeceknya!"
"Apa Nona Naira sudah baikan, pak?" Dev menghawatirkan kondisi Naira.
Pram menatap wajah Naira tapi Naira sedang fokus dengan benda pipih yang ada di tangannya, "Itu bukan urusan mu, urus saja pekerjaan mu!"
Pram menyudahi panggilan teleponnya dan mengecek chat yang masuk ke hapenya.
"Sayang, bisa kita makan siang bersama!" Pesan dari Karin.
Memang siapa dia! Enak saja, berani wanita ular itu mengajak ku.
Pram membiarkan Naira dan memilih mengecek berkas yang masuk ke dalam email nya lewat laptop.
Ku lirik Pram yang sibuk dengan laptop di pangkuannya, siapa sih wanita yang bernama Karin itu? Apa rubah mesum ini tidak ingin memberi tahu ku?
...🍂 Di tempat lain 🍂...
Di dalam ruang kelas di saat yang lain sibuk dengan tugas yang di berikan guru, ada Serli yang di buat kalang kabut setelah mendengar cerita dari Novi.
"Heh, temen lu gak masuk lagi!" Seru Ratna dari kursi sambil menatap sinis ke arah Novi.
"Cih, paling nih ya... temen lu kelelahan tuh habis ngelayanin om om!" Ejek Ratna.
Serli membentak Ratna, "Jaga mulut lu!"
"Kenapa si say! gak usah marah gitu kali, kalo gw jadi lu, gw sih ogah ya temenan sama Naira." Cerocos Ratna.
"Ratna, udah gak usah jelek jelekin Nai!" Ujar Sopur.
Ratna memutar matanya malas pada Sopur, "Kenapa? Lu juga mau ikut ngebelain itu anak?"
Daren di buat resah tidak mendapati Naira yang hari ini tidak masuk sekolah.
"Jun, lu tau kenapa Naira gak masuk hari ini?" Tanya Daren.
"Gw gak tau, yang gw tau semalam itu anak masih baik baik aja pas ketemu."
Waktu semalam di kedei Juni tidak melihat Daren yang dateng ke kedei.
"Itu juga gw tau, semalam gw liet Naira meninggalkan kedei bersama dengan pria berjas yang menggendong tubuhnya, apa lu tau Jun... itu cowok siapanya Naira?" Tanya Daren.
__ADS_1
"Lu semalam ke kedei start?" Tanya Juni, apa pria berjas yang di maksud Daren itu pak Pram ya?
Daren menatap sebel Juni, kayanya percuma gw tanya tanya tentang Naira sama ini bocah.
Daren pun akhirnya berubah pikiran, "Emmm gak perlu lu kasih tau."
Juni fokus lagi pada tugas yang di berikan guru, sedangkan Daren menatap Ratna yang sepertinya sedang berdebat dengan Sopur.
Tidak lama Ratna ke luar dari kelas seorang diri dengan wajah di tekuk dan bibir komat kamit entah apa yang ia katakan.
Daren mengikuti langkah Ratna yang ke luar dari dalam kelas dengan seringai di sudut bibirnya, gw bisa manfaatin dia buat tau banyak hal tentang Naira.
Ratna masuk ke dalam toilet perempuan, sedangkan Daren menunggunya di depan pintu toilet dengan sesekali matanya celingukan.
Gw gak boleh sampe gagal, jangan sampe gw ngecewain pak Aji, orang yang udah berbaik hati mau ngebesein gw, mau berbuat banyak buat gw, gw harus membalas budi baiknya.
Ratna ke luar dari dalam toilet, matanya tertuju pada Daren yang berdiri di depan pintu toilet perempuan.
"Lo, mau ngapain di sini?" Tanya Ratna dengan mengerutkan keningnya.
Daren menarik tangan Ratna dan membawanya ke ruang yang tidak terpakai tidak jauh dari toilet.
Ratna mengikuti langkah kaki Daren yang menarik tangannya, Jangan jangan Daren mau nyatain cintanya sama gw, aaah beruntung banget sih gw bisa dapetin Daren, bule bule, bisa lah memperbaiki keturunan and isi dompet gw juga bisa terjamin ini bakal penuh terus.
Daren menghentikan langkah kakinya saat sudah di dalam ruang yang sepi, ia pun menutup pintunya.
Ratna sudah salah paham dengan tingkah Daren, jantungnya berdegup kencang, menanti Daren mengutarakan cintanya.
"Gw ----" Daren belum selesai dengan perkataannya, Ratna sudah menyela ucapan Daren.
Dengan pede yang selangit Ratna menggenggam ke dua tangan Daren lalu Ratna mengatakan dengan cepat, "Ia gw juga suka sama lu, gw mau kok jadi cewe lu!" Cerocos Ratna dengan mata berbinar, menanti jawaban dari Daren.
Daren membelalak matanya pada Ratna, astaga ini bocah kenapa jadi mikir ke arah itu sih! Kalo gw tolak dia, yang ada akan sulit buat gw dapetin Naira, lebih baik gw pura pura untuk sementara waktu, inget Daren tujuan lu Naira dan cowok itu.
Daren tersenyum sinis pada Ratna dan Ratna menganggap itu jawaban iya untuk pernyataannya barusan.
"Mulai sekarang kita pacaran!" Seru Ratna yang langsung memeluk tubuh tinggi nan atletis Daren.
Ratna memeluk erat Daren, yes, gw gak nyangka semudah ini dapetin lu Daren.
Sementara Daren, sorry Ratna... gw gak bisa bales perasaan lu.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
Makasih banyak udah mau baca.