Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Jomblo


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kau benar, Ser... tapi kalo bukan karena aku yang mendesak Serli untuk datang lagi ke sini, kita juga tidak akan mungkin tahu kalo di bumi ini masih ada alien." Seru Novi.


"Ko jadi alien sih?" Tanya ku, yang kini Novi bicara ngaur.


"Ah lu Nai, kaya ga tau Novi aja kalo lagi eror." Ujar Serli.


"Iya, meresahkan." Sahut ku yang lantas kami tertawa bersama.


Ku tatap Novi, "Oh iya Nov, ini ceritanya lu lagi bolos kerja?" Tanya ku.


"Bisa di bilang gitu sih!" Seru Novi, "Betewe Nai, lu tau gak tadi di kelas ada kabar yang menggemparkan loh! Sampe sampe itu kabar jadi trending di sekolah." Ujar Novi dengan duduk menghadap ke arah ku.


"Paling kabar Ratna yang buat onar, kali ini dia buat masalah sama siapa lagi?" Tebak ku, gak salah dong secara Ratna itu paling julid moncongnya di kelas.


Perhatian Novi teralihkan pada seorang maid wanita dengan pakaian dress hitam dengan kombinasi warna putih dengan panjang selutut datang menghampiri ku.


"Permisi Nona, ini susu coklatnya."


Ia meletakkan segelas susu coklat hangat di atas meja depan ku duduk.


Novi membatin, gila ini mah.. apa gw gak salah liet? Pelayan bening begini beda banget sama tampilan mbok Ijah yang ada di rumah Serli, apa Nai gak takut suaminya kepincut ama pelayan ini ya?


Serli mendudukkan dirinya di sofa dekat Naira, cukup perhatian sih pak Pram itu, tapi apa cuma cari perhatian aja kali ya? Secara orang gedongan kan biasanya ngutamain jaga nama baik, yah buat pencitraan lah kalo kata orang mah.


Pikiran Serli udah jelek duluan ke pada Pram.


"Siapa yang minta, ka?" Tanya ku.


Novi menatap Naira dan pelayan itu secara bergantian, ko Nai manggil dia itu ka? Apa iya... ini cewek kakanya pak Pram, jahara bener di jadiin pelayan.


"Tuan Muda yang meminta saya untuk membawakannya untuk Nona."


Novi menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung, tapi ko ini cewek manggilnya Tuan Muda, manggil Nai juga Nona, aiiih amsyong gw.


"Oh, terus sekarang Tuan di mana ka?" Tanya ku lagi yang tidak melihat Pram.


"Ada di ruang kerja, Nona... apa perlu saya panggilkan Tuan untuk Nona?"

__ADS_1


"Tidak perlu ka, aku hanya bertanya."


"Kalau begitu, saya permisi Nona."


Maid pun kembali ke tempatnya, yang pasti menghilang dari ruang tamu.


Kini tinggal aku, Novi dan Serli yang berada di ruang tamu dengan duduk di sofa.


Naira melihat ke dua sahabatnya yang tengah diam dengan pemikiran masing masing.


"Ko pada diem gitu, ayo di cemilin!" Seru ku sambil menyambar segelas susu coklat hangat yang ada di depan ku.


"Itu tadi siapa, Nai?" Tanya Novi dengan tangan menyambar toples beling dari meja yang berisi kripik singkong lalu meletakkan toples di atas pangkuannya, membuka tutupnya dan memakannya.


Serli yang menjawab sambil tangannya menyambar segelas orange jus yang ada di depan mejanya, "Ah payah lu Nov, gitu aja gak tau."


"Emang lu tau itu siapa?" Tanya Novi dengan polosnya.


"Itu tadi pembantu, pembokat, kalo bahasa kerennya maid." Terang Serli yang menaruh kembali gelasnya di atas meja.


"Tapi ko beda ya pakaiannya sama yang di rumah lu... mbok Ijah gak kaya gitu bajunya." Terang Novi yang membandingkan pakaian maid yang ada di kediaman Pramana dengan pembantu yang ada di rumah Serli.


Pluk.


Tangan kanan ku melayang di lengan kiri Novi.


"Ih pertanyaan lu gak penting buat di jawab... lu tadi ngomong trending, emang ada kejadian apaan di sekolah?" Tanya ku.


Novi mengelus lengannya, "Parah lu, udah jadi Nona... tangan tetep bae melayang."


Serli yang kini menjawab, "Ah lu sih pake gak masuk Nai, pasti dah itu si Ratna bakal nyombongin diri di depan lu, udah berhasil ngegaet Daren, anak baru di kelas kita."


Mata ku membola, "Mereka jadian gitu?"


Serli dan novi menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan ku.


"Bagus dong kalo mereka jadian, berkurang jomblowati di kelas, hahaha." Ledek ku.


"Lu nyindir gw nih! Gw kan masih jomblo." Novi menyipitkan matanya dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Lu mah bukannya masih jomblo, tapi jomblo sejati, belom pernah pacaran pan lu?" Ledek Serli.


"Ihs, kalo ngomong... bacot lu suka bener! Hahaha, sesama jomblo jangan mendahului ya!" Seru Novi.


"Kita kalah ya, Nov." Serli menatap Naira, "Nai tau tau udah merid aja... kaga pacaran dulu gitu lu Nai?" Tanya Serli.


"Pacarannya setelah nikah... itu lebih indah!" Seru ku, kalian gak tahu aja ada hitam di atas putih di balik pernikahan gw dengan ka Pram.


Pram yang tadinya ingin menemui Naira menghentikan langkah kakinya saat mendengar salah satu sahabat istrinya bertanya perihal pacaran.


Di balik dinding pembatas antara ruang tamu dengan kamar yang ada di dekatnya, Pram menyilangkan ke dua tangannya di depan dada dengan lengan kiri yang menyandar pada dinding, sorot mata tajam mengarah pada Naira, ku pikir Naira akan mengatakan yang sebenarnya pada sahabatnya itu, tapi ternyata aku salah menilai mu. Jawaban mu mengesankan di indra pendengaran ku, istri kecil ku yang hebat.


Kini Novi bicara dengan serius pada Naira, "Oh iya Nai, gw baru inget... kemaren abis lu sama pak Pram balik dari kedei, Daren nanya nanya tentang hubungan lu sama ka Mega... emang bener ya lu ngakuin pak Pram itu kekasih lu?"


"Iya emang gw akuin gitu, gak mungkin juga lah gw akuin laki." Ujar ku.


"Terus kapan lu umumin status lu itu sama pak Pram ke publik? Emmm apa tuh namanya?" Tanya Novi yang belibet dengan kata yang ingin ia ucapkan pada Naira.


"Konferensi pers? Itu maksud lo?" Tanya Serli.


Novi menjentikkan jarinya, "Nah itu dia maksud gw, Nai... konferensi pers, kan pak Pram pengusaha ternama... masa ia gak ngadain pesta pernikahan buat lu.. betewe lu ama pak Pram apa gak ngadain acara resepsi pernikahan gitu?" Tanya Novi dengan polosnya.


Aku teprok jidat mendengar ocehan Novi, "Astaga Novi, sejak kapan bawelnya Serli pindah ke lu?" Tanya ku.


"Tau tuh anak, salah minum obat apa kali mah itu Novi." Terang Serli.


"Emmm Nai, lu gak nyesel kan nikah sama pak Pram?" Tanya Novi dengan suara yang pelan.


Mata ku membelalak, kenapa ini anak bisa tanya gitu sih? "Kalo gw nyesel, udah dari kemaren kemaren gw balik tinggal di rumah nenek... gw tinggalin itu ka Pram." Celetuk ku.


Serli yang gemes dengan pertanyaan Novi pun langsung berdiri dan menghampiri tempat duduk Novi, ia berdiri di depan Novi.


Pletak.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2