
...💖💖💖...
"Oke deh kalo kaya gitu, gw tinggal ya!" Seru Novi.
"Iya." Novi langsung meninggalkan meja di mana ku tempati.
"Apa kau yakin akan mempublikasikan hubungan kita di depan teman sekaligus bawahan mu, Naira?" Tanya pak Pram.
"Menurut pak Pram, bagaimana?" Tanya ku.
"Aku tidak yakin dengan teman teman mu itu, cukup 2 orang yang ku percayai ... tapi selebihnya itu terserah pada mu." Ujar pak Pram yang lebih percaya pada Angga dan Juni yang mengetahui status ku dengan pak Pram.
Ku tatap pak Pram dengan mata yang memicing, "Oh iya, aku rasa ada yang mencurigakan di sini! Bisa kaka jelaskan pada ku?"
"Apa?" Tanya pak Pram tanpa rasa bersalah.
Ku edarkan tatapan mata ku pada pengunjung yang ada di kedei.
Tangan kanan ku letakkan di atas meja lalu jari telunjuk ku tumpukan untuk menopang dagu ku, "Ini pasti ulah mu pak Pramana Sudiro!" Seru ku dengan penuh penekanan saat menyebut nama lengkapnya.
Pak Pram menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya, "Aku rasa kau cukup cerdas dalam mengambil kesimpulan melihat dari apa yang tadi terjadi." Jelas pak Pram.
"Emmmm begitu ya!" Seru ku, "Hadiah untuk ku, mana pak?" Ku tadahkan tangan ku pada pak Pram.
"Hadiah apa?" Tanya pak Pram pura pura tidak tahu.
"Jangan berlagak pelon deh pak!" Seru ku yang lupa dengan menyebutnya dengan pak.
"Sepertinya aku harus menghukum mu, Naira istri kecil ku!" Pak Pram menyentuh dagu ku dengan tangan kanannya dan menariknya ke atas.
"Memang aku salah apa?"
__ADS_1
Cup.
Pak Pram mengecup bibir ku sekilas.
Mata ku membola.
"Aku sudah bilang kan pada mu, panggil aku kaka!" Pak Pram bangkit dari duduknya dan berjalan menuju toilet.
Sialannn itu rubah tua, maen sosor bae, di kata bibir gw apa kali.
Bukan hanya aku yang membola, tapi Ayu, Mega, Novi, Elsa, Angga dan Rion belum lagi pengunjung yang memang pas tatapannya menuju ke arah meja ku.
Apa mereka melihat pak Pram saat mengecup bibir ku tadi ya?
Ku panggil ka Ayu dengan lambaian tangan kanan ku.
"Kita brifing yuk ka! Ada yang ingin aku sampein." Ujar ku pada Ayu.
Kini Mega, Ayu, Rion, Juni, Elsa, Angga, Novi, aku dan pak Pram duduk dalam dua meja yang di jadikan satu.
Aku sudah meminta pak Pram untuk sementara waktu duduk di belakang mesin kasir atau naik ke lantai atas, namun tawaran ku itu di tolak oleh pak Pram, ia lebih memilih tetap duduk di samping ku dengan catatan pak Pram tidak boleh ikut bicara saat brifing tengah berlangsung.
Berdebat pun percuma, karena aku tahu pak Pram tidak akan mau mengalah saat ini pada ku. Entah apa itu alasannya, hanya ia yang tahu.
"Apa ini gak apa Nai, kalo kita adakan brifing saat ini?" Tanya Rion yang melihat kedei masih ramai pengunjung.
"Tenang aja, mereka gak akan mengganggu jalannya brifing ko." Ujar ku.
Novi menatap ku dengan tatapan penuh tanya, apa Naira tahu siapa mereka itu ya?
Angga menatap pak Pram dan Naira secara bergantian, apa pak Pram melakukan ini semua untuk Naira.
__ADS_1
Sedangkan Juni menatap pak Pram dengan sinis, aiiih pak ... Naira mu itu tidak akan kemana mana, dia tidak akan berpaling dari mu, pasti kau itu sudah mengancam Naira.
Elsa menatap Naira dan pak Pram secara bergantian, apa mungkin Naira dan pria itu berpacaran ya? Ko Naira gak marah sih saat pria itu mencium bibir Naira?
"Ehem, kita langsung aja ya brifingnya!" Seru ku membuka brifing.
"Untuk sementara waktu ini mungkin kedei akan di pegang alih oleh bang Angga dulu." Ujar ku.
"Loh kenapa, Nai?" Tanya Angga yang sebelumnya Naira tidak bilang apa apa padanya.
"Seperti yang kalian tahu, kaki ku ini kan masih di gips dan sedikit lagi ada ujian kelulusan di sekolah, pikiran pun terbagi. Naaah biar gak terbagi bagi, niet ku itu mau memulihkan kaki ku ini biar cepat pulih dan bisa bergabung bersama dengan kalian memajukan kedei start ini." Terang ku panjang lebar.
"Tapi nanti lu bakan sering sering ke sini kan, Nai?" Tanya ka Ayu.
"Insyaallah." Ujar ku.
"Oh iya Nai, tadi lo bilang mau jelasin ke gw mengenai cowok itu." Novi menunjuk pak Pram dengan matanya, "Siapa cowok itu, Nai?" Tanyanya.
"Iya Nai, sebenarnya gw juga pengen tahu ... cowok ini siapanya lu? Kenapa kalian bisa datang ke kedei bersama sama?" Tanya Mega.
"Dan bukan kah pria itu adalah malaikat ganteng itu ya, Nai? Pengunjung yang waktu itu memberikan gw tips banyak, pria itu juga yang udah kasih Angga uang lebih saat buka kedei lebih awal, iya kan Nai?" Ujar Ayu yang bicara panjang lebar saat ingat siapa itu pria yang duduk di sebelah Naira.
"Jadi, dia ini itu ..." Ucapan ku terhenti saat ada dering telpon dari hape Pram.
Dring dring dring
Bersambung....
...💖💖💖💖...
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
__ADS_1
No komen julid nyelekit