Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Panasnyaaa hati


__ADS_3

...💖💖💖...


"Maaf, Tuan... saya sudah berjanji pada Nona untuk tidak mengatakannya pada Tuan." Ujar pak Dedi, ingin mengaku tapi bagai mana dengan janjinya pada Nona Muda nya. Ingin tutup mulut, bagai mana dengan nyawanya, sungguh malang nasib mu Dedi, berada di ambang kebingungan.


Haikal, Dega, Pram masih terfokus pada cctv.


Sedangkan pak Dedi menundukkan kepalanya takut pada Pram.


"Itu, pak Pram!" Haikal menujuk gambar yang menunjukkan Naira memasuki kamar yang berada di lantai bawah.


Pram bangkit dari duduknya dengan menatap tajam ke arah Dedi, "Tanpa kau beritahu pun, aku bisa menemukannya!" Seru Pram dengan nada mengejek lalu melangkah ke luar kamar.


Pram mengepalkan ke dua tangannya, sorot matanya tajam, wajahnya merah padam, awas kau bocah nakal, berani kau mempermainkan ku... bocah ingusan, biang onar, puas kau ya membuat hati ku porak poranda! Lihat saja nanti saat aku berhasil menemukan mu!


"Bagai mana ini?" Dega bertanya pada Haikal.


Haikal mengerdikkan bahu tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Pram nantinya pada Nona Muda nya yang tidak lain adalah Naira.


"Aku harus mengikuti, Tuan!" Pak Dedi menyusul Pram dengan tergesa gesa. Jangan sampai Tuan lepas kendali pada Nona.


"Apa kita akan diam saja?" Tanya Dega lagi.


"Kita? Kau saja, aku akan menyusul Tuan!" Haikal melangkah pergi.


"Aku ikut!" Dega ikut menyusul, kini kamar Pram kembali kosong.


🍂 Lantai bawah 🍂


Sementara di kamar bawah, tempat yang menjadi persembunyian Naira.


Mata ku seakan enggan untuk terpejam meski pun saat ini sudah ku rebahkan tubuh ku di atas kasur yang empuk dengan pendingin ruangan yang harusnya dapat membawa ku dalam mimpi yang indah.


"Hiks hiks hiks hiks." Wajah pram yang berdansa dengan wanita itu muncul terus di setiap kali aku berusaha untuk memejamkan mata.


Tangan ku terus menyapu air mata yang terus menerobos pelupuk mata ku.


Ku tatap pintu kamar, "Dia tidak akan datang, pasti ka Pram saat ini lagi sibuk menemani tamu tamunya, tidak tidak ka Pram pasti lagi menyibukkan dirinya dengan model model cantik itu." Bibir ku terus menggerutu kesal dengan kepala yang menggeleng menolak pemikiran buruk ku pada ka Pram.


Tangan ku menyibakkan selimut yang menutupi kaki ku, pandangan ku mengedar ke seluruh ruang, ruangan ini lebih kecil dari kamar yang aku tempati dengan ka Pram, tapi kenapa rasanya ada yang kurang dengan kamar ini? Hanya malam ini, baru hanya malam ini akan ku lewati tanpa ka Pram, entah dengan malam berikutnya. Harus cuek Nai, cuek sama ka Pram.


Ku buka kaca jendala dan membiarkan semilir angin malam masuk ke dalam. Membiarkan angin malam menyapa rambut ku, ku dudukan diri ku di jendela dengan tangan berseluncur di benda pipih mencari tahu lagi apa yang ka Pram lakukan.

__ADS_1


Mata ini takut melihatnya bersama dengan wanita lain, meski pun aku tahu dia itu di kelilingi wanita cantik adalah hal yang biasa baginya.


Hati ku semakin panas saat ku lihat ka Pram berfoto lagi dengan wanita yang berbeda.


Mata ku menyorot tajam saat menyadari jika baju yang ka Pram kenakan saat ini berbeda dengan pakaian yang ia kenakan tadi.


Apa ka Pram bercintaaaa dengan wanita ini ya? Atau wanita yang tadi itu, apa semudah itu ka Pram bercintaaa dengan wanita lain?


"Aiiih, otak ku jelek banget sama ka Pram, bodo lah itu orang mau ngapain, mending gw berendem deh biar adem ini otak gw, hahaha, adem adem." Ku kibaskan tangan ku di depan dada, menghibur diri dengan berendam biar otak adem dari rasa panasnya hati.


Ku taruh hape di atas kasur, langkah ku lebih ringan saat akan membayangkan berendam dengan air hangat di bathtub.


Dengan tubuh yang polos ku rendam tubuh ku dengan air hangat di tambah sabun yang menyeruakkan aroma terapi yang membuat ku lebih tenang, kaki kiri ku biarkan menjulur ke atas dengan bertumpu pada pinggiran bathtub.


Sesekali kepala ku ini ku biarkan tenggelam dalam air, menenggelamkan kesedihan


Pram mengetuk pintu kamar yang di yakininya ada Naira di dalam sana.


Bugh bugh bugh bugh.


"Naira! Buka pintunya, Nai! Naira!" Pram menggedor gedor pintu tidak sabaran.


"Mungkin Nona sudah tidur, Tuan!" Seru pak Dedi berusaha menghentikan Pram.


Ceklek ceklek ceklek ceklek.


Pram berusaha membuka hendle pintu.


"Biar saya dobrak saja, Tuan!" Seru Haikal dari belakang Pram.


Pram menggeser tubuhnya, "Cepat!"


Haikal dan Dega bersiap untuk mendongkrak pintu.


"1, 2, 3, dobrak!" Haikal menghitung lalu mendobrak pintu dalam hitungan ke 3.


Bugh.


Pintu merenggang, Haikal dan Dega mendobrak lagi dan pintu berhasil di buka.


Pram mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan istri kecilnya yang nakal.

__ADS_1


Pak Dedi mencari sosok Nona Mudanya, di mana Nona Naira?


"Ini hape Nona, Tuan!" Pak Dedi memberikan hape Naira yang tergeletak di atas kasur.


Haikal berjalan ke arah jendela yang terbuka.


Dega membuka pintu lemari yang ada di kamar itu, namun hasilnya tetap nihil.


"Nona tidak ada, Tuan!" Seru Haikal.


"Di dalam lemari juga saya tidak menemukan Nona, Tuan!"


"Bodohhh, kau pikir Naira ku itu apa ada di dalam lemari?" Gerutu Pram namun sorot mata Pram tajam ke arah bathroom yang ada di kamar itu.


Pram melangkah perlahan mendekati pintu bathroom.


Apa mungkin Nona ada di dalam bathroom? "Tuan?" Pak Dedi memanggil tuannya.


"Sssstt." Pram memberi perintah untuk diam pada ke 3 anak buahnya dengan menunjukkan jari telunjuk kiri nya ke arah Dedi, Haikal dan Dega, sedangakan wajah Pram fokus oada pintu bathroom yang ada di depannya.


Pak Dedi membatin, aku harap tidak terjadi apa apa pada Nona!


Haikal membatin, apa mungkin Nona ada di dalam sana?


Dega membatin, masa iya sih Nona Muda berendam di malam malam beginu? Gak masuk akal.


Pram meraih hedle pintu dan membukanya perlahan, kepalanya menyembul ke dalam dan mencari sosok yang membuatnya kalang kabut.


Pram melangkah masuk ke dalam dengan perlahan, sudut bibirnya di tarik ke atas, matanya menatap tajam saat melihat kaki yang di gips tengah menjulur ke luar dari bathtub.


Pram membuang nafasnya perlahan, dengan perlahan ia melangkah ke luar.


"Apa Nona Naira ada di dalam, Tuan?" Tanya pak Dedi penasaran dengan raut wajah Pram yang kini bercahaya terang.


Haikal membatin, pasti Nona Muda ada di dalam ini mah.


"Kalian enyah dari sini!" Pram mengusir pak Dedi, Haikal dan Dega dari dalam kamar dengan mendorong ke 3 nya ke luar dari kamar.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2