
...πππ...
"Maksudnya apa ka?" Seru Naira dengan suara yang bergetar, dasarrr rubahhh mesummm seedak jidatnya aja bilang gw yang pertama dan ada yang ke 2, tidak bisa ya ka!
Bukan hanya Naira yang bertanya, para awak media pun turun bertanya.
"Jadi sejak kapan pak Pram dengan Nona ini saling menjalin kasih?"
"Apa tujuan pak Pram memiliki kekasih lebih dari satu?"
"Apa pak Pram akan menikahi ke dua kekasih bapak?"
"Masih ada lagi gak pak kekasih bapak di luaran sana?"
"Saya mau dong pak jadi yang ke 3 hehehe!"
"Bagai mana perasaan Nona saat melihat pak Pram bersama dengan wanita lain?"
Pengawal bayangan pun angkat suara yang sedang membaur bersama dengan para awak media, "Dari tadi kalian banyak bicara, kapan Nona dan pak Pram akan menjawab pertanyaan kalian?"
"Tau nih, bertanya punya etika sedikit dong, beri kesempatan untuk pak Pram menjawab! Bagai mana sih kalian ini!"
Pram menarik sudut bibirnya ke atas saat melihat pengawal bayangannya bekerja sesuai dengan yang di rencanakannya.
Mata Pram tertuju pada Naira yang saat ini mendengarkan ocehan para media.
Cup.
Pram mengecup pipi Naira lalu berbisik di telinganya.
"Ikuti saja aturan main ku, jawab sesuai apa kata hati mu, di sini kau bebas bicara!" Seru Pram yang malah membuat bulu bulu halus Naira meremang karena hembusan nafas dari bibir Pram.
Tangan Naira mencubit pinggang Pram dan membalas bisikan di telinga Pram dengan mengadahkan kepalanya, "Akan ku hukum ka Pram di rumah, inget itu!" Naira berseringai.
Batin Naira, aku harus bisa memanfaatkan ini, hahaha. Kau akan menyesal ka sudah membuat hati ku hampir remuk. Aku tidak mau membagi mu dengan wanita lain, inget itu! Karena bagi ku cinta cuma sekali.
Naira menunjukkan jari kelingkingnya pada Pram, "Ayo berjanji pada ku!" Seru Naira yang langsung mendapat perhatian dari para awak media.
__ADS_1
"Waaah Nona, kau sedang apa itu?"
"Apa sedang ada perjanjian di antara kalian berdua, Nona?"
Pram mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Naira.
Pram menyeringai, awas saja jika sampai kau menghancurkan segalanya, aku yang akan menghukum mu, sayang!
Naira menunjukkan jari kelingking mereka yang saling berpaut satu sama lain, "Sekarang kalian bisa lihat kan, jari ka Pram dan aku saling berpaut, tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan posisi ku di hati ka Pram!" Naira menoleh pada Pram dan menyeringai dengan memainkan alisnya naik turun, aku hebat kan! Memang kaka aja yang bisa bersikap posesif, aku juga bisa hehehe!
Dengan mata yang memicing Pram berbicara dengan pelan, "Apa itu bisa di bilang isi hati mu, sayang!"
"Menurut kaka, bagai mana hem?" Tanya Naira dengan ketus, Naira memalingkan wajahnya dari Pram dan tersenyum ramah pada awak media.
Dev yang berdiri di belakang Pram hanya menahan tawa melihat Nona Muda-nya menyuarakan isi hatinya dengan caranya sendiri.
Haikal diam membatin, hebat kau Nona, skak mat bos Pram. Jangan lagi ada tameng jika Nona sendiri bisa menghadapi bahaya.
Seorang wartawan bertepuk tangan untuk Naira.
"Hebat Nona, jangan mau ada kekasih ke 2 jika tidak setia, tinggalkan saja Nona, masih banyak yang setia pada mu!" Serunya.
"Hidup setia!"
"Hei, namanya pacaran belum ada kata setia, nanti di saat menikah baru ada kata setia!" Seru seorang yang menggenggan alat perekam suara.
"Aiiih kalian dasarrr para pria tidak setia, kalo dari pacaran aja gak setia bagai mana jika sudah menikah? Pasti gak akan bisa setia juga!" Dengan ketus seorang wanita yang yang sedang mengambil video Naira dan Pram berbicara.
"Saya rasa cukup konferensi pers hari ini, untuk semuanya saya ucapkan terima kasih. Dan bagi teman teman media yang sudah hadir saat ini akan mendapatkan voucher menginap gratis di hotel Pelangi ini! Mulai saat ini hotel ini akan beeganti menjadi Hotel Pelangi. Mengenai voucher, kalian nanti bisa di bantu dengan manajer hotel ini." Pram nampak menoleh ke kiri dan ke kanan mencari sosok yang akan menjadi manajer hotel di tempat yang baru saja di kuasainya.
"Anda mencari saya, pak!" Seru wanita cantik dengan tubuh tinggi, rambut hitam panjang, bermata biru berjalan mendekati tempat Pram duduk.
Ke dua mata Dev membola, sejak kapan dia akan menjadi menejar hotel ini?
Haikan menoleh ke arah Dev, hahahaha kampus kau Dev, semakin sempit saja dunia ini!
Sesil membatin saat melihat ke arah Dev yang tengah membola, kau pasti tidak percaya kan Dev, jika aku bisa berada di hadapan mu! Siapa suruh kau tidak memberi ku kabar! Tau tau kau sudah kembali!
__ADS_1
πDi dalam mobil Ajiπ
"Apa anda ingin kembali ke villa, pak?" Tanya Azka yang melihat Tuan-nya tengah gusar.
Ke dua mata Aji menatap tajam Azka dengan ke dua tangannya yang memgepal, "Bodohhh kau, masih berani bertanya pada ku! Kita harus kembali ke villa sekarang juga! Aku harus tanyakan langsung hal ini pada Nami, apa benar video yang di perlihatkan bocahhh sialannn itu! Beraninya bocahhh sialannn itu mempermalukan ku! Reputasi ku bisa hancur di mata para investor! Kalo begini caranya mana bisa aku merebut kembali harta ku, perusahaan ku!" Aji menggaruk kepalanya dengan frustasi, tubuhnya menyandar pada kursi mobil.
Azka melirik sekilas Tuan nya dari kaca spion mobil, ini juga salah anda pak, coba saja dulu anda tidak tergoda dengan Nyonya Widia, mungkin nasib anda tidak akan seburuk ini, Nyonya Prita juga tidak akan di habisi oleh Nyonya Widia. Tapi salah Nyonya Prita juga, coba dari awal Nyonya Prita tidak memberikan posisi sekretaris pada Nyonya Widia, mungkin tidak akan ada celah untuk Tuan berkhianat.
πDi kedeiπ
Ayu yang sedang membuka media sosial langsung di kejutkan dengan munculnya berita live yang nampak di sana adalah Naira dan Pram.
"Gila, gays sini deh... kalian pasti bakal ngelongo!" Seru Ayu dengan hebohnya.
"Apa sih, Yu. Lo gak liat apa gw lagi pegang sapu. Lo lagi baru dateng bukannya beres beres malah mantengin media sosial." Sungut Mega yang tengah menyapu lantai resto.
"Tau nih si Ayu, gw aduin lo ke Naira. Biar gaji lo di potong!" Seru Rion yang ke luar dari dapur.
"Heh ege, ini justru tentang bos kita itu. Coba sini dulu!" Seru Ayu pada ke duanya.
"Awas lo ya kalo bohong!" Sungut Mega dengan mengarahhkan gagang sapu ke arah Ayu.
Mega dan Rion berjalan ke arah kasir mendekati Ayu dan melihat ke arah layar hape Ayu.
"Haaaah, serius itu Naira?"
Dari arah pintu, suara bariton menggelegar.
"Kalian ngapain!"
...π Bersambung π...
...πππππ...
Salam manis author gabut π
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen ππ
__ADS_1