
...💖💖💖...
Haikal geleng geleng kepala, "Aiiih bos, kau ini membingungkan, aku tidak tau bagai mana cara mu bisa membuat Nona bertahan dengan mu hingga saat ini, bos!"
Bugh.
Pram menendang satu kakinya ke arah kursi belakang yang sedang di duduki Haikal.
Dalam diamnya Haikal meringis, gila... itu pasti kaki bos sakit banget!
"Ke luar kau dari mobil!" Pram mengusir Haikal ke luar dari dalam mobil dengan suaranya yang tegas.
"Siap, bos!" Haikal ke luar dari mobil ia berdiri di depan pintu mobil dengan menghadap ke arah gerbang.
Pengawal bayangan yang melihat Haikal pun langsung mengabadikan momen di mana Haikal tengah berdiri di depan pintu mobil dengan tubuhnya yang tegap di tambah dengan setelan serba hitam yang ia kenakan.
Jepret.
Foto terkirim.
Pria yang menjadi pengawal bayangan mengirim foto Haikal pada Dega.
Dreeet dreeet dreeet.
Dengan malas Haikal mengeluarkan hapenya dari dalam saku celananya, siapa sih yang menghubungi ku! Awas jika tidak penting!
Kening Haikal mengkerut mendapati panggilan dari Dega.
...Calling...
...Dega...
Haikal menjawab panggilan telepon dari Dega, "Ada apa?" Tanya Haikal dengan malas.
[ "Ahahahha, lo tau gak bang gunanya ada gw ini apa buat lo?" ] Dega tergelak saat panggilannya di jawab oleh Haikal.
Haikal memutar bola matanya dengan malas, "Tidak ada yang penting kah yang bisa lo bahas sama gw?"
[ "Ihs jangan gitu dong lo, bang... lo gak kangen apa sama gw? Gw aja kangen sama lo, bang!" ]
"Membosankan!"
[ "Makamya bang, nyari cewe woy... kelamaan jomblo bisa akut itu penyakit lo bang!" ] Dega meledek Haikal.
Haikal langsung menutup sambungan teleponnya malas menanggapi ocehan Dega.
Haikal geleng geleng kepala, kepalanya kini pusing harus menghadapi bosnya yang belakangan bersikap aneh dengan ke bucinan yang kian hari kian bertambah pada Naira, belum lagi dengan Dega yang selalu meledeknya.
__ADS_1
Tok tok tok.
Haikal mengetuk kaca mobil di mana Pram tengah berada di dalamnya.
Pram menurunkan kaca mobilnya, "Ada apa lagi?" Tanya Pram dengan ketus.
"Saya masuk ke dalam sekolah ya, bos!" Seru Haikal.
Pram mengerut kan keningnya menatap curiga pada Haikal, mau apa lagi bocah ini masuk ke dalam lingkungan sekolah Naira?
"Saya ingin ke kantin, bos! Minum es kayanya enak bos di cuaca yang terik seperti ini bos!" Oceh Haikal panjang lebar.
"Pergilah, kembali ke sini sebelum Naira tiba... jika telat 1 menit saja, ku kirim kau ke Jepang!" Ancam Pram.
"Tidak perlu ke Jepang, bos." Haikal melangkah menjauh dari mobil sedan mewah putih, meninggalkan bosnya seorang diri di dalam mobil dengan beberapa pengawal bayangan yang tidak berada jauh dan selalu siap siaga di tempatnya berada.
Haikal menjadi pusat perhatian para siswi yang masih berada di dalam lingkungan sekolah, matanya takjub memuji gagahnya pria dewasa dengan setelan jas hitam menutupi tubuhnya yang sudah pasti sispeck, wajahnya yang tampan dengan kaca mata hitam yang menutupi mata indahnya, hidungnya yang mancung mampu mengalihkan mata siapa saja yang melihat Haikal saat melewatinya.
"Gilaaa, keren banget... siapa sih itu cowo?"
"Bang, neng mau dong di bawa pulang!"
"Gantengnya mengalahkan artis Hollywood cuy!"
"Aiiiih mimpi apa gw bisa seberuntung ini ngeliet artis cakep di sekolah gw!"
Masih banyak lagi seruan dan gumaman takjub dari bibir siswi dan celana dari siswa yang merasa kalah saing dengan Haikal.
Haikal masuk ke dalam kantin dan memesan es teler di tempat bu Rumi.
"Es telernya satu porsi ya, bu!" Seru Haikal saat berdiri di depan stand bu Rumi.
"Aaaih kasep pisan, abang ini manusia apa malaikat?" Tanya Bu Rumi dengan pandangan mata yang takjub pada wajah rupawan Haikal.
"Saya manusia, tapi jika ibu mau... saya juga bisa menjadi malaikat." Oceh Haikal.
Dengan tangan yang sibuk membuatkan es teller untuk Haikal, bu Rumi berceloteh, "Mau dong kalo abang yang kasepnya gak ketulungan jadi malaikat ibu mah!" Oceh bu Rumi dengan mata berbinar.
"Boleh."
"Beneran atuh abang mau jadi malaikat buat ibu? Bisa nemenin ibu kerja seharian di kantin?" Tanya bu Rumi penasaran.
"Bukan menemani tapi menjadi malaikat kematian untuk siapa saja yang berani mendekati saya!"
Bu Rumi terperangah mendengar perkataan Haikal, pria tampan yang baru saja memesan es teller di standnya, mangkuk berisi es teller yang ada di tangan bu Rumi kini bergoyang karena tubuh bu Rumi yang bergetar.
Haikal mengambil mangkuk yang berisi es teller dari tangan bu Rumi, dengan santainya ia duduk di kursi yang tersedia dan menyantapnya dengan santai.
__ADS_1
Pendalaman materi berakhir lebih awal dan Naira sengaja tidak memberi kabar pada Pram, karena ia pikir bukan Pram yang akan menjemputnya.
"Kantin, yuk! Otak gw perlu yang dingin dingin nih!" Oceh Novi dengan tangan menggandeng Naira dan Serli dan Elsa berjalan di belakangnya bersama dengan Sopur dan juga Juni.
"Gw kaya lagi ngawal lo tau gak! Secara yang cowok di sini cuma gw doang sendiri!" Gerutu Juni.
"Heeet bacottt bae lo Jun jadi lanang!" Oceh Novi.
"Toa lo pada gak di saring apa ya? Masih lingkungan sekolah ini!" Seru Sopur.
"Di kantin ada apaan sih? Itu rame banget!" Naira menatap heran dengan beberapa siswa yang tengah mengerubungi kantin.
"Mana gw tau, kan lo tau sendiri gw dari tadi bareng lo pada!" Novi mengerdikkan bahunya.
"Udah sih tinggal di liet aja, toh kita juga emang mau ke kantin kan?" Elsa berjalan menyerobot di antara Naira dan Novi.
"Kampretttt lo Sa, mentang mentang badan lo paling kecil!" Ketus Novi.
Elsa menoleh ke belakang melihat reaksi wajah Novi, "Sebodo, hahahha." Elsa tergelak mendapati wajah Novi yang di tekuk bak pakaian lecek.
"Ada apaan sih?" Tanya Elsa yang menerobos melewati beberapa teman sekolahnya, itu kan?
"Woooooy minggir woy! Yang gak berkepentingan di kanting mending pada merad dah lo!" Seru Novi dengan toa masjid yang menyertainya.
"Wuuuuuuuuu!" Suara sorakan mengarah pada Novi dan teman temannya.
Sementara Haikal di kursinya yang tengah menikmati es teller, itu kan suara bocah plangton? Ngapain dia di sini?
"Bang Haikal!" Seru Naira saat melihat Haikal berada di kursi yang biasa Novi duduki.
"Aiiiih babang ganteng si kulkas dateng mau jemput gw nih kayanya, hahay deh!" Gumam Novi.
"Apa lo kata, Nov?" Tanya Serli yang mendengar gerutuan Novi.
"Ada yang kepincut bang Haikal nih!" Ledek Naira dengan tatapan mengarah pada Novi dan Serli.
Serli yang mengerti langsung menimpalinya, "Aiiiih bang Haikal bukan mau jemput lo Nov, tapi jemput Nona Muda... ahahahha." Serli tergelak di ikuti dengan Elsa, Sopur dan Juni.
"Bu mau es teller nya 5 porsi ya!" Ujar Naira sedangkan yang lain langsung menghampiri Haikal.
"Dor!"
"Uhuk uhuk uhuk."
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut
__ADS_1
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉