
...๐๐๐...
Naira menjawab panggilannya, saat ia sudah berada dari kejauhan dan keramaian.
"Pak Dev? Tumben pak Dev telpon." Gumam Naira.
"Iya pak, ada apa?" Tanya Naira, dengan matanya tetap memperhatikan pertandingan basket yang tengah berlangsung.
[ "Emm begini Nona, apa Nona sedang bersama dengan Tuan Pram?" ] Tanya Dev dari sebrang sana dengan suaranya yang terdengar cemas.
Naira mengerutkan keningnya, "Gak pak, tadi kan ka Pram udah berangkat seperti biasa, emang belom sampe pak?"
[ "Belom Nona, sampai sekarang Tuan belum sampe hotel." ]
"Lah terus ka Pram ke mana? Apa mungkin lagi temu klien di luar, pak?"
[ "Hari ini Tuan tidak ada janji temu dengan klien di luar, Nona." ]
"Waduh, terus ka Pram ke mana ini? Apa mungkin ka Pram lagi sama cewek lain?" Naira langsung mengerucut kan bibirnya, membayangkan Pram yang tengah bermesraan dengan wanita lain.
Kurang asem nih ka Pram, ngaku cinta, huh.
[ "Ya sudah Nona, kalo begitu biar saya coba hubungi Tuan kembali." ] Dev langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Naira mencoba menghubungi nomor telepon Pram.
Naira mengepalkan tangannya, saat panggilan teleponnya belum juga di jawab Pram.
Awas aja kalo gak di angkat, bearti bener nih lagi sama cewek laen. Liet aja, aku akan cari buktinya, aku bakal pergokin ka Pram, biar dia gak bisa berkelak lagi!
Novi celingukan mencari ke beradaan Naira, Naira jawab telpon aja lama amat! Beda dah yang lagi telpon ayang embeb mah. Paman ayang pasti lagi sibuk nih, sibuk mikirin eneng hehehe.
"Gw anter lo ke UKS aja yuk, Ser! Biar lo bisa istirahat di sana." Ujar Novi.
"Tar aja, gw gak apa ko. Gw masih pengen liet anak kelas kita tanding." Tolak Serli yang sebenar nya mah pengen nyaksiin Juni maen basket.
Jaket yang di pinjamkan Juni pun masih melekat di tubuh Serli.
Novi menggoda Serli dengan menyenggol lengan Serli.
"Elah lo, bilang aja kalo pengen liet ayang inceran maen basket! Ngeles bae lo kaya bajay!" Goda Novi dengan memainkan alisnya naik turun.
Wajah Serli merona, Serli berujar dengan memalingkan wajah dari Novi, "Apaan sih lo! Ngibul bae kalo ngebacot!"
Novi tergelak, "Ahahahaha udah kepergok, pake berkelit lagi lo! Udah gak bisa ngeles lo dari gw!" Ejek Novi.
"Sssstttt! Berisik lo pada!" Tegur murid lainnya, yang merasa terganggu dengan ocehan Serli dan Novi.
"Ihsss, biasa aja dong!" Nyinyir Novi, dengan menatap tidak suka pada anak yang menegurnya.
__ADS_1
"Udah gak usah di ladenin! Lo juga sih yang bawel!" Oceh Serli pada Novi.
Naira kembali bergabung dengan ke dua sahabatnya, dengan wajah yang cemberut.
"Kenapa lo?" Tegur Novi pada Naira, yang kini mendudukkan dirinya di sampingnya.
"Gak apa, siapa yang menang?" Tanya Naira.
"Kelas kita dong, selama ada Juni, Irfan, pasti lah kelas kita lagi yang bakal jadi pemenangnya."
...๐Hotel start ๐...
Dua puluh menit setelah Dev menghubungi Naira, mobil yang membawa Pram tiba di hotel.
Dev mengerutkan keningnya, mendapati body depan mobil yang di tumpangi Pram dalam keadaan penyok.
"Astaga, apa yang terjadi dengan Tuan Pram?" Gumam Dev, dengan berbagai pertanyaan yang menyelimuti hatinya.
Sebelum Pram ke luar dari dalam mobil, Pram memberi perintah pada Haikal.
"Kau urus mobil, sebelum kau jemput Naira, mobil ini sudah harus tampak seperti sebelumnya." Titah Pram.
"Baik, bos.
Ceklek.
Dev membukakan pintu mobil untuk Pram, "Selamat datang Tuan, apa yang terjadi Tuan? Apa Tuan ada yang terluka?" Tanya Dev dengan cemas setelah membungkuk hormat.
Haikal kembali melajukan mobil meninggalkan hotel, menjalankan perintah Pram.
Pram masuk ke dalam hotel, melewati lobby hotel dengan langkah kaki yang lebar, dengan di ikuti Dev yang berjalan di belakang nya.
"Apa yang terjadi, Tuan?" Tanya Dev.
Dev lupa mengabari Naira, jika Pram sudah tiba di hotel dalam keadaan baik baik saja.
Reina yang melihatnya semakin terpukau, dengan ke tampan Pram yang kian hari kian bersinar.
"Aiiihhhs makin cakep aja bos besar kita yang satu ini!" Seru Reina dengan berbisik pada Debi.
"Iya lah, lo tau. Gw denger denger nih ya, hotel cabang baru yang pak Pram pimpin, rame pengunjung loh!" Ujar Debi.
"Pasti rame lah, di tangan pak Pram yang dingin, kota mati juga bakal rame kena sentuhannn tangan pak Pram." Seronok Reina.
"Gila lo kalo ngomong! Kota mati yang ada mah demit, mana ada orangnya." Oceh Debi.
"Apa skejul hari ini?" Tanya Pram.
"Jam 10 pagi ini, Tuan akan ada meeting dengan pihak PT.Sumber Berkah." Ujar Dev.
__ADS_1
"Di mana meeting berlangsung?" Tanya Pram lagi.
"Di hotel ini Tuan, di salah satu ruang meeting." Ujar Dev yang saat ini ke duanya berada di dalam lift.
"Minta laporan pada bagian kepala devisi food and beverage, apa kita perlu mengganti PT.Sumber Berkah dengan PT lain." Ujar Pram.
"Baik Tuan."
Pram masuk ke dalam ruang kerjanya, melepasss jas yang melekat pada tubuhnya.
Menyibukkan dirinya kembali pada laptop yang ada di atas meja kerjanya.
Tok tok tok tok.
"Masuk." Ujar Pram.
Dev masuk ke dalam ruang kerja Pram, dengan berkas yang di minta Pram.
"Ini berkas yang anda minta, Tuan." Ucap Dev.
Pram langsung membuka berkas yang di berikan Dev, Pram melirik sekilas Dev yang masih berdiri di depannya dengan terhalang meja kerjanya.
"Apa lagi yang kau tunggu, Dev?" Tanya Pram dingin.
"Apa tidak ada yang ingin Tuan katakan pada, saya? Apa terjadi sesuatu pada Tuan di jalan?" Tanya Dev yang lalu menghembuskan nafas nya dengan kasar, akhirnya aku bisa mengatakan nya.
Pram mengangkat kepalanya, menatap Dev, "Apa kau mencemas kan ku, Dev?"
"Iya pasti lah Tuan, mobil yang Tuan tumpangi mengalami penyok pada body depan dan belakang, itu pasti karena benturan. Tapi untung lah tidak terjadi apa apa dengan Tuan." Ujar Dev yang matanya jeli.
"Itu sebabnya, aku ingin Haikal segera memperbaiki mobil yang penyok itu. Hingga Naira tidak akan mengetahui apa yang terjadi pada ku pagi ini."
"Begitu ya Tuan, apa tidak sebaik nya Tuan memberi tahu Nona?" Usul Dev.
"Sudah lah, sudah waktunya kita meeting." Pram beranjak saat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan jam 10 kurang 10 menit.
Pram dan Dev menuju ruang meeting, ruang yang ada di lantai 10 dalam gedung hotel yang sama.
Pihak perwakilan dari PT.Sumber Berkah, sedang menuju ke ruang meeting.
Kini di ruang meeting ada Pram, Dev dan kepala devisi food and beverage, mereka menunggu pihak PT.Sumber Berkah dengan melihat lihat hasil laporan selama kerja sama berlangsung.
Ceklek.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
......................
...๐ Bersambung ๐...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐