
...💔💔💔...
Berakhir di bathtub dengan mandi bersama, "Kenapa gak aku duluan sih ka yang mandi!" Aku risih dengan tatapan ka Pram yang terus mengarah pada perut ku yang berada di bawah air, belum lagi tangannya yang selalu mengelus elusss perut ku yang rata.
"Aku suka mandi bersama dengan mu!" Aku berharap perut rata ini segera berisi.
Beberapa hari kemudian di meja makan, Pram mengenakan setelan jas yang berwarna hitam dengan kemeja hitam di dalamnya.
Sedangkan Naira lengkap dengan seragam sekolahnya, dengan rambut hitam yang tergerai indah, duduk di sisi kanan Pram tengah menyantap sarapannya.
Dengan seragam sekolahnya pula menandakan bahwa istri nakalnya akan berangkat ke sekolah dan mengikuti pelajaran bersama dengan anak anak yang lainnya.
"Ayo ka, kita berangkat!" Seru ku yang sudah selesai dengan sarapan.
Pram menatap tajam Naira, "Bersemangat sekali kau ini! Bukan karena nanti akan bertemu bocah tengik itu kan?"
Pram masih saja tidak suka dengan keberadaan Daren di sekolah Naira, meminta Naira untuk pindah sekolah juga tidak mungkin, bagi Naira ya sayang toh hanya tinggal beberapa bulan lagi akan ujian sekolah dan lulus dari sekolah.
"Ihs, bocah tengik itu punya nama ka... satu lagi ya! Dia dan aku hanya teman." Aku melangkah dengan menggunakan tongkat penyanggah meninggalkan ruang makan.
Pram menyusul langkah Naira, dasarrrr bocah nakal, kalo sudah katanya harus di turuti.
Seorang supir yang berperawakan tinggi putih dengan tampang yang terbilang masih muda membukakan pintu mobil untuk Naira, di susul dengan membukakan pintu mobil untuk Tuannya Pram.
Pak supir langsung duduk di belakang kemudi, mengantarkan Nona mudanya ke sekolah.
Pram menatap Naira yang duduk di sampingnya, "Ingat ya! Selama aku di Jepang, kau harus menjauhi bocah tengik itu, aku juga tidak mau kau berdekatan dengan laki laki mana pun!"
"Ihs, kaya gak ada kata kata laen aja ya ka Pram mah! Telinga ku panas ini denger kalimat itu mulu yang ke luar dari bibir kaka!" Gerutu ku dengan menggaruk ke dua telinga ku.
Ka Pram menangkup ke dua pipi ku dengan tangan besarnya, "Tidak ada yang bisa aku katakan, selain kau harus menjaga pandangan mu dari bocah tengik itu!" Dengan tangan kanannya ka Pram menjawil hidung ku yang mancung ini.
Ku singkirkan tangan ka Pram dari pipi ku "Ada juga kaka tuh ya! Yang harus jaga ini mata dari para model gatel itu!" Dengan ke dua tangan ku tutup ke dua mata ka Pram.
Pram menyingkirkan tangan Naira dari matanya, membawanya dalam genggamannn, "Rasanya aku berat meninggalkan mu seorang diri di sini, sedangkan aku harus terbang ke Jepan!" Wajah sendu terlihat jelas di wajah ka Pram.
"Ihs, laki laki dewasa ko cengeng!" Cibir ku.
__ADS_1
Pak supir yang dari tadi diam dan mendengarkan akhirnya melirik ke belakang lewat kaca spion mobil.
Masa iya Tuan Pram yang kejam itu bisa cengeng dan mengeluarkan air mata? Bearti stok air mata Tuan Pram tidak habis di makan sikap kejamnya! Hihihi.
Sayangnya saat supir itu melirik dari kaca spion mobil, ka Pram melihatnya.
Tatapan tajam Pram mengarah pada supir yang terlihat menahan tawanya, "Apa yang kau tertawakan?" Tanya ka Pram dingin.
Aiiih, keringat dingin langsung menjalar di tubuh pak supir, "Ti- tidak ada Tuan." Mati aku, jangan sampai tuan Pram marah dan memecat ku. Aku butuh pekerjaan ini.
"Awas kau ya! Menguping pembicaraan ku!" Seru ka Pram dengan ketus dan intonasi tinggi.
Ku lihat wajah tampan ka Pram yang lain marah, "Gak usah marah marah gitu, nanti kaka cepet tua!" Ledek ku.
Ka Pram menarik sudut bibirnya ke atas, menunjukkan senyum nakalnya, bocah ini berani meledek ku!
"Minta di beri pelajaran kau ya!" Seru ka Pram dengan tangan yang menggelitik pinggang ku.
"Ah ampun ka, jangan, geli ih... kaka!" Mulut ku terus mengoceh, marah pada ka Pram yang tidak berhenti menggelitik pinggang ku.
Pak supir melirik dari kaca spion mobil, semoga saja dengan kehadiran Nona di sisi Tuan Pram bisa membawa Tuan Pram pada perilaku yang lebih baik lagi!
Mobil sedan hitam mewah itu berhenti di depan gerbang sekolah, di depan gerbang juga sudah nampak Novi yang berdiri di sana, seperti sedang menunggu kehadiran seseorang.
"Apa kau yakin akan turun di sini?" Tanya ka Pram yang ngotot ingin menurunkan istri nakalnya di dalam sekolah.
"Yakin lah, jangan berdebat ka!" Tangan ku terulur untuk mencium punggung tangan kanan ka Pram.
"Jangan nakal ya!" Ketus ka Pram.
"Iya suami ku." Kata itu meluncur begitu saja dari bibir ku yang mungil.
Ka Pram menarik sudut bibirnya ke atas, "Aku senang mendengarnya, coba kau katakan sekali lagi!" Pinta ka Pram yang kini menahan tangan ku dalam genggamannya.
"Ihs gak ada siaran ulang ka!" Ku tarik tangan ku dari genggaman ka Pram.
"Ayo katakan sekali lagi!" Rengek ka Pram.
__ADS_1
Kening ku mengkerut, aku gak salah dengar nih? Ka Pram merengek?
"Ihs ka, jangan kaya anak kecil deh... gak pantes." Tangan ku berhasil lepas dari genggaman ka Pram, "Malu sama umur!" Seru ku yang membalikkan badan menghadap ke pintu.
Pak supir membukakan pintu mobil untuk ku.
Ka Pram menatap tajam pada pak supir, kurangggg ajarrr ini supir, kenapa pake di buka sih pintu mobilnya! Aku kan jadi tidak bisa menahan Naira lebih lama lagi!
Satu kaki ku turun ke luar dari mobil, kasian juga kalo gak di turutin. Ku urungkan niat untuk ke luar dari dalam mobil.
Cup.
"Cepat pulang ya suami ku!"
Ku kecup pipi ka Pram dan dengan secepat kilat aku langsung turun dari mobil, "Hati hati!" Seru ku saat sudah ke luar dari dalam mobil melihat ka Pram yang sedang memegangi pipinya, pipi yang tadi aku berikan kecupan hangat.
Hati Pram berbunga bunga, seperti ada kembang api yang meledak di hatinya mendapat perlakuan manis dari istri nakanlnya, "Aku pasti akan cepat pulang!"
Setelah memastikan Naira masuk melewati gerbang sekolah bersama dengan Novi, Pram langsung memberikan perintah pada pak supir untuk jalan.
"Jalan pak!" Seru Pram dengan tegas dan langsung mengenakan kaca mata hitam yang sedari tadi mengait di saku kemejanya.
Di bandara.
Dev sudah menunggu Tuannya di pintu keberangkatan internasional dengan tas kerja yang ada di tangan kanannya.
"Aku tidak yakin Tuan Pram akan datang tepat waktu ke bandara!" Dumel Dev yang melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Tap tap tap tap.
Dugh.
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1