Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Untuk melindungi mu


__ADS_3

...💖💖💖...


"Dia yang meminta pekerjaan pada ku, Dev!" Seru Pram yang seolah mendengar ocehan batin Dev.


Naira mengerutkan keningnya, "Hah?"


Pram menyandarkan kepalanya Naira pada dadanya layaknya seorang anak yang sedang di pangku ayahnya.


"Manajer hotel yang baru itu, wanita yang sedang kau cemburui itu adalah istrinya Dev." Terang Pram yang langsung membuat Naira menegakkan tubuhnya menatap tidak percaya pada Pram


"Serius ka?" Tanya Naira dengan serius.


Haikal melirik Dev yang tengah membawa mobil, sepertinya akan ada yang menjadi idola baru Sesil ini!


"Iya, apa ada yang salah dengan wanita itu? Atau ada yang salah dengan Dev?" Tanya Pram dengan menjawil hidung Naira.


"Aku tidak menyangka aja ka, ko bisa ya wanita yang cantik seperti itu jatuh cinta sama manusia yang irit bicara modelan pak Dev?" Tanya Naira dengan polosnya.


"Apa kau pikir Dev tidak pantas dengan wanita tadi?" Tanya Pram dengan tatapan yang memicing pada Naira.


"Pantes aja sih kalo kata aku mah ya, cuma gimana dengan rumah tangganya ka? Kan pak Dev seharian dengan ka Pram, kapan dia bisa membagi waktu untuk istrinya itu?" Tanya Naira lagi dengan jemarinya yang bermain main pada wajah tampan Pram.


"Kau dengar itu, Dev? Bagai mana kau bisa membagi waktu mu dengan istri cantik mu itu?" Tanya Pram yang menyeringai.


"Cukup saling pengertian, Nona. Jika pasangan anda sudah percaya pada anda, harusnya masalah sekecil apa pun itu bisa terselesaikan." Ujar Dev.


"Owh. Kita mau ke mana sekarang?" Tanya Naira lagi.


"Iya pak, sekarang tujuan pak Pram ke mana? Kita kembali ke rumah atau pusat? Anak cabang?" Tanya Dev yang belum tahu tujuan Pram saat ini.


"Aku pengen makan es krim nih ka, kayanya enak nih!" Terang Naira saat lampu merah dan mobil berhenti di perempatan jalan.


"Kita ke kantor pusat saja, Dev." Teramg Pram.


"Ihs ka, pengen es krim!" Sungit Naira dengan mencubit perut Pram.

__ADS_1


"Iya, nanti setelah jam makan siang. Ini masih terlalu oagi, tidak baik untuk perut mu!" Pram membelai perut Naira yang masih rata.


"Ihs, orang aku pengen makannya sekarang juga!" Sungut Naira dengan bibir yang mengerucut.


Dev melirik Tuan-nya dari kaca spion mobil.


"Jalan saja Dev! Kita tetap ke kantor, apa kau sudah urus pria itu?" Tanya Pram.


"Sudah pak, fasilitas kendaraan sudah di tarik perusahaan, jabatannya pun sudah di turunkan menjadi manajer umum." Terang Dev.


Naira yang tidak mengerti hanya diam saja dan hapenya bergetar di saku dress selutut yang ia kenakan.


Dreeet dreeet dreeet.


Naira merogoh hapenya dan membacanya.


Pesan dari ka Ayu, "Nai, keren lo Nai. Jangan mau ada kekasih yang ke dua Nai. Maju terus Nai. Tendang tendangin itu calon pelakor."


Naira menarik sudut bibirnya saat membaca pesan dari Ayu.


[ "Apa ka Ayu melihat beritanya?" ] Tanya Naira lewat pesan chatnya.


"Kerja yang rajin dan semangat ya buat kalian semua, bulan ini gaji kalian naik."


[ "Serius Nai, kita semua bakal naik gaji? Ada angin apaan Nai?" ]


Naira tersenyum simpul, aku kan udah dapet transferan dari ka Pram hehehe, bisa lah ya berbagi sama karyawan sendiri. Mana niet belum terealisasi itu, nanti aja deh kalo ke kedei lagi, baru bahas itu sama bang Angga dan ka Ayu kalo gak ya Mega.


Pram mengerutkan keningnya dan tangannya mengelusss kepala Naira, "Apa yang akan kau rencanakan dengan Angga?"


Naira mengadahkan wajahnya dengan keningnya yang tidak kalah mengkerut, "Kaka tau isi hati ku ya? Aku kan dari tadi tidak mengatakan apa apa sama kaka!" Selidik Naira, kini matanya menaruh curiga pada suami mesummmnya.


Pram melumattt bibir Naira yang tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang ia ketahui dari istri nakalllnya.


Naira mencubit gemas perut Pram, kebiasaan banget sih maennn ciummm gak liet tempat!

__ADS_1


Pram mengusap bibir ranum Naira dengan jempolnya, "Kan sudah aku katakan, kau harus terbiasa dengan perlakuan ku ini! Bukan hanya bibir mu, dada mu, goa mu, tapi semua yang ada pada tubuh mu kini menjadi candu untuk --"


Dengan ke dua mata yang melotot, tangan Naira membekap mulut Pram, menghentikan perkataan yang akan di ucapkan Pram.


"Kaka nyeselin, dasarrr rubahhh mesummm!" Naira menyilangkan ke dua tangannya di depan dada dengan mata yang menatap kesel pada jalan.


Haikal mendengar tanpa berani ikut campur, sepertinya gw baru lihat Nona Muda bisa ngambek?


Dev pun sama tanpa berani bersuara dan hanya berkata lewat batinnya, sepertinya Nona serius dengan perkataan, beneran ngambek itu!


Pram menatap tajam pada ke duanya, Dev dan Haikal, "Apa yang kalian dengar?" Tanya Pram dengan suara yang datar.


"Tidak ada, pak!" Seru Dev.


"Tidak ada, bos!" Seru Haikal.


"Sudah jangan ngbek, kamu itu tambah manis jika sedang ngambek!" Ledek Pram dengan tangannya yang mengelus pipi Naira.


Naira mengabaikan perkataan Pram dengan terus mengerucutkan bibirnya, kesel aku ya sama kaka, aku gak mau bicara sama kaka, enak banget sih kalo ngoceh, gak tau apa aku malu! Ngomong kaya gitu di depan orang, gak tau itu di depan ada orang segede gaban! Dasarrr rubahhh mesummm, otak mesummm. Tapi siapa ya si Momo itu? Apa benar dia itu kekasih ke dua ka Pram? Apa wanita itu akan mundur jika ia tahu aku ini bukan hanya sekedar kekasih ka Pram melainkan istrinya ka Pram?


"Kau harus lulus dulu kan! Baru kita umumkan pernikahan, dengan di adakannya resepsi aku rasa cukup untuk menunjukkan pada semua orang jika kau itu adalah istri ku! Momo sudah tau kau itu wanita ku, tapi aku masih membutuhkan Momo." Untuk melindungi mu dari siapa saja yang menjadi musuh ku, aku hanya tidak ingin kau sampai tersentuh orang orang yang ingin membalas ku lewat diri mu.


Naira menajamkan matanya menatap tajam pada Pram, "Bilang aja kalo kaka butuh Momo, kaka cinta kan sama wanita itu!" Seru Naira dengan nada suara yang datar tapi penuh penekanan, sepasang mata bulat itu berembun, menyiratkan hatinya yang terluka dengan pengakuan Pram.


"Aku membutuhkan Momo bukan berarti aku mencintai Momo, apa kau paham!" Terang Pram dengan tatapan mata yang tidak kalah tajam pada Naira.


Tes.


Bulir bening menerobos mata cantik Naira, tuh kan bener ada wanita lain, ka Pram cinta sama wanita lain!


......................


...💖 Bersambung 💖...


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉


__ADS_2