Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Pelajaran


__ADS_3

...💖💖💖...


Entah sejak kapan mata ku sudah terpejam.


Aku merasakan hembusan nafas yang begitu dekat sepertinya nafas itu ada di atas kepala ku.


Pinggang ku terasa ada yang menindih, apa ini? Mata yang masih enggan terjaga pun harus ku buka perlahan.


"Apa ini?" Dalam ke adaan ke dua mata yang masih terpejam aku meraba raba raba, panjang, gede amat ya! Ceker ayam? Gak mungkin juga, ayam punya kuku runcing ini kaya manusia!


Mata kiri ku buka, ku intip apa yang sedang aku raba. "Kok ada tangan?"


Ke dua mata ku menerusuri tangan yang tadi aku raba hingga berhenti di lengan kekar yang ternyata ku jadikan bantalan kepala ku, "Perasaan tadi aku tidur pake dua bantal kepala, kenapa sekarang jadi tangan ya?"


Ku dongakkan kepala ku ke arah hembusan nafas yang tadi mengusik tidur ku, ternyata pemilik hembusan nasaf itu suami ku sendiri, Pramana Sudiro.


Aku berbicara dengan pelan, "Hey rubah tua yang menyebalkan, kalo lagi tidur kaya gini, damai banget si tidurnya! Kaya orang gak punya dosa, adeeem di lietnya, ngapa kalo lagi melek lu nyeremin ya pak? Udah galak, bawel, kejem pula lah kau sama orang lain pak, jangan kan sama orang lain, sama bini aja lu kejem pak!" Ku gelengkan kepala ku, dasar si rubah tua, gw kasih sianida baru tau rasa lu! hihihi.


Lama ku pandang wajahnya yang masih tertidur pulas namun tidak ada pergerakan darinya, itu artinya pak Pram masih menjelajah di alam mimpi, pikiran ku.


"Sentuh bentaran mah gak apa kali ya! Mumpung orangnya juga masih tidur, aman lah." Monolog ku sendiri.


Tangan kanan ku terulur menyentuh wajah pak Pram, ku sentuh alisnya yang hitam tebal, tajam kaya elang, kelopak matanya, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis, aiiiih gantengnya makhluk tuhan yang satu ini.

__ADS_1


Tubuh ku ini sepertinya sedang tidak bersahabat dengan ku, aku ingin buang air kecil, ku tarik tangan kiri ku dari wajah pak Pram, ku singkirkan tangan kekar yang melingkar di pinggang ku, "Maaf ya, pak... jangan bangun dulu!" Seru ku dan berusaha duduk dari posisi tidur ku.


Aku beringsut dari atas kasur untuk sampai di tepian, ku turunkan kaki kiri ku lalu kaki kanan ku, mata ku menyapu ruangan kali aja ketemu itu tongkat penyanggah, tapi hasilnya nihil, tidak aku temukan.


Rasa ingin buang air kecil kembali menyeruak, tanpa pikir panjang aku jalan dengan menyeret kaki kiri pun tidak masalah asal urusan buang air kecil terselesaikan, senyum ku merekah.


Baru juga dua langkah kaki kanan ku berjalan.


Grep.


Sreek.


"Akh."


"Bagus ya!" Serunya dengan suara khas orang bangun tidur, sorot mata yang tajam.


"Ba- bapak sejak kapan?" Tangan ku turun ke dada bidangnya dan menahannya untuk tidak mendekat pada ku.


"Sejak kau merutuki ku!" Serunya dingin dengan ke dua tangan melingkar di pinggang ku.


Sorot matanya yang tajam, terus saja menatap ku seolah ingin menerkam ku belum lagi bibirnya yang menyeringai, "Emmmm pak, lepas!" Dengan tangan ku yang mungil ini, ku coba menyingkirkan tangannya.


Bibirnya menempel di ceruk leher ku, "Emmmm, pak ... lepas!" Rasanya geli, ada gelenjarr aneh yang ku rasa.

__ADS_1


"Sudah membangunkan ku, mana bisa ku lepaskan!" Deru nafasnya membuat bulu bulu halus ku meremang.


"Emm, pak ... jangan!" Tangan kanan ku menahan wajahnya agar menjauh dari leher ku.


Grep.


Tangan kanan ku di tahan dengan tangan kekarnya, ke dua tangan ku kini terkunci dengan dekapan tanagn pak Pram.


"Aku mau ke kamar mandi pak, panggilan alam."


"Alasan!"


Di bicarakan tidak bisa, perlu di beri pelajaran lagi ini pak Pram.


Ku dekatkan wajah ku pada telinga kiri pak Pram.


Gret.


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊

__ADS_1


No komen julid nyelekit


__ADS_2