Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Sita vs Jessica


__ADS_3

...πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


"Jadi bagai mana ini?" Tanya salah seorang pengawal.


"Kita lari mengelilingi halaman saja!" Seru Haikal mengomandoi anak buahnya.


"Apa tidak sebaiknya kita lari pagi di luar? Seperti biasa, mengitari kompleks?" Tanya Dega.


"Tidak usah!" Seru Haikal.


Mereka pun lari lagi mengitari halaman kediaman Pramana yang cukup luas.


Sementara itu tidak jauh dari gerbang yang menjulang tinggi, Daren hanya bisa menunggu yang punya rumah ke luar dari kediamannya. Matanya menatsp tajam, seolah menunggu mangsanya yang akan ia terkam.


πŸ‚Sementara di Hotel Pelangi, JakartaπŸ‚


Dev tengah di repotkan dengan Sita dan juga Jessica yang membuat keributan di lobby hotel.


Tampak security langsung menggiring mereka berdua ke kantor keamanan dan mengintrogasi ke duanya di dalam sana.


Keadaan ke duanya tampak memperihatinkan! Rambut yang acak acakan, terdapat luka cakaran di wajah Sita, sedangkan Jessica terdapat luka cakaran di lengan dan wajah.


Kini ke duanya duduk di meja berhadapan dengan kepala. keamanan hotel.


"Dia duluan pak yang mulai!" Seru Sita dengan menatap sinis wanita yang ada di hadapannya.


"Bohong pak, dia duluan yang menghina saya dengan mulut kotornya?" Seru Jessica.


"Apa kau bilang? Mulut ku kotor? Tingkah mu yang kotor!" Sita tidak terima dengan perkataan yang di tujukan padanya.


"Enak saja, itu kenyataannya!" Jessica membuang wajahnya enggan menatap Sita.


"Ihs, kau pikir kau itu siapa hah!" Dumel Sita.


"Tanpa di tanya pun, semua orang tahu, aku ini kekasih dari pemilik hotel ini... emang situ yang cuma ngaku ngaku!" Ledek Jessica.


Sita mengejek dengan sinis, "Apa aku tidak salah dengar? Haloooo, pak Pram tidak akan sudi mengakui mu itu kekasihnya!"


Kepala keamanan menggaruk kepalanya frustasi menghadapi 2 wanita cantik yang ada di hadapannya tengah memperebutkan bos besarnya. Astaga, yang benar saja ini... apa bapak mau membuat ku mati muda tanpa memberi ku kesempatan untuk menimang cucu!


Cekrek.


Pintu di buka oleh Dev, bersamaan dengan di belakang Dev berdiri seorang wanita muda dengan dress selutut tanpak anggun.

__ADS_1


Sita, Jessica dan kepala keamanan langsung mengarahkan pandangan mereka ke pintu, menatap lekat orang yang tengah berjalan mendekat ke arah mereka duduk


Dev dan Momo, wanita yang di sewa Pram untuk menjadi tameng Naira kini berdiri di samping meja mengarah pada Sita dan juga Jessica yang memandang remeh wanita yang berdiri bersama dengan Dev.


"Apa kalian tahu siapa wanita ini?" Pak Dev bertanya pada ke duanya.


"Hanya model." Seru Sita.


"Tidak, wanita ini pendatang baru di dunia hiburan!" Seru Jessica.


Dev menatap sinis ke duanya dengan satu tangan kiri yang ia masukkan ke dalam saku celananya, "Kalian benar jika wanita ini adalah artis pendatang baru di dunia hiburan, tapi apa kalian tahu siapa wanita ini di mata Tuan Pram?"


Kini Sita dan Jessica saling pandang.


Sita membatin, masa sih itu yang bersama pak Dev adalah kekasihnya Pram, gak masuk akal banget masa iya Pram yang keren itu bisa nerima ini cewek, kalo di bandingin... masih jauh cantikan gw ke mana mana.


Jessica membatin, kalo cewek itu kekasihnya Pram... lalu Karin di anggap apa sama itu cewe ya?


Dev angkat bicara, "Kalian berdua diam, aku anggap kalian mengerti." Ujar Dev.


"Aku tidak akan percaya jika bukan Pram sendiri yang mengatakannya!" Seru Jessica.


"Ya, kali ini aku sependapat dengan mu, Jessica... mana mungkin seorang Pram lebih memilih dia." Sita menunjuk jari telunjuknya ke arah Momo.


Brak.


Sita menggebrak meja dengan ke dua tangannya.


"Lakukan saja, jika kau berani... akan aku adukan sikap mu ini pada Pram!" Seru Sita dengan membentak.


Momo yang sedari tadi diam kini dia angkat suaranya dengan menatap tajam Sita.


"Sepertinya anda akan membuang waktu anda yang sangat berharga dengan percuma jika anda masih tetap berada di sini, pak Dev." Seru Momo menatap sinis ke duanya.


"Jika kalian tidak bisa saling berdamai dan kalian masih berani membuat ke ributan di hotel ini, jangan berharap kalian masih bisa tinggal di hotel ini?" Seru Dev.


Dev memberi perintah pada kepala keamanan untuk mengurus ke dua wanita yang memperebutkan sosok bosnya yang kejam, si Pramana Sudiro.


Dev dan Momo melangkah ke luar ruangan mereka berjalan ke arah lobby utama.


"Terima kasih ya, kau sudah membantu ku untuk menjelaskannya pada ke dua wanita ular guru!" Seru Dev yang mengatakannya dengan tulus.


"Itu sudah menjadi salah satu dari tugas saya kan, pak!" Seru Momo.

__ADS_1


"Ya, kau benar Nona Momo,!"


"Maaf pak, sepertinya kita berpisah di sini." Ujar Momo.


Dev mengerutkan keningnya lalu mempersilahkan Momo untuk pergi meninggalkannya.


Kini Dev melangkah menuju meja resepsionis yang ukuran mejanya lumayan besar di mana di sana terdapat 3 wanita berparas cantik yang di tugaskan sebagai petugas resepsionis dan di sana juga berdiri seorang wanita yang tampak ayu jika di pandang lama.


"Bagai mana, apa kau suka dengan lingkungan baru mu?" Dev bertanya pada seorang wanita yang berdiri di samping meja resepsionis, ia memperhatikan bagai mana para petugas resepsionis saat berhadapan langsung dengan pengunjung hotel.


Di saat Dev sudah berdiri di belakang wanita itu, Dev langsung menepuk bahunya.


Pluk.


Meli menatap pria yang berani menepuk bahunya, "Pak Dev seorang diri? Di mana pak Pram" tanya Meli yang mencari sosok Pram dengan celingukan.


Karena setahu Meli, Tuan Pram itu belum meninggalkan Hotel Pelangi.


Dev mengikuti arah pandangan Meli, namun ia tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan.


"Apa yang kau cari?" Tanya Dev menatap tajam Meli.


"Apa anda tidak bersama dengan pak Pram?" Tanya Meli.


Dev memicingkan matanya, ada apa dengannya, kenapa dia menanyakan keberadaan pak Pram? Tidak mungkin kan jika wanita ini juga menyukai pak Pram?


"Ada apa kau mencari pak Pram?" Tanya Dev dengan mode waspada.


Meli mengerutkan keningnya, "Wajar dong pak kalo saya menanyakan pak Pram, beliau kan atasan saya, saya berhutang banyak padanya!" Meli tersenyum mengingat kebaikan Tuannya.


Tik.


Dev menjentikkan jari telunjuk dengan jari jempolnya di depan wajah Meli.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Dev.


Bersambung....


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2