Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Buntelan kentuttt (Susi)


__ADS_3

...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–...


"Tidak apa Tuan, maaf Tuan meminta saya ke sini untuk apa ya?" Tanya Aisah saat Pram dan Naira mendudukan dirinya.


Naira menyingkirkan tangan Pram dari bahunya, tapi setelah itu Pram mengeratkan tangannya pada pinggang Naira.


"Tadi istri ku mencari mu di restoran, entah apa yang ingin ia bicarakan dengan mu!" Ujar Pram, "Bukan begitu sayang?" Ujar Pram lagi.


Naira menatap Aisah, "Bisa kaka temani aku makan ice krim? Sepertinya aku ingin makan ice krim." Pinta Naira yang ingin menjauh dari pandangan Pram.


"Tentu, Nona." Jawab Aisah.


"Kalian bisa makan ice krim di sini!" Ujar Pram, aku tidak akan membiarkan mu menjauh Nai.


"Tidak, aku ingin makan di restoran aja!" Naira beranjak dari duduknya.


Sreek.


Pram menarikkk pergelangan tangan Naira, membuat Naira jatuh di atas ke dua pahanya.


"Kyaa."


"Apa kau sedang menghindari ku?" Tanya Pram dengan berbisik di telinga Naira, membuat Aisah langsung menunduk.


"Jika aku ingin menghindar, apa mau mu ka?" Aku benar benar muak dengan mu ka, laki laki tidak berperasaan.


Pram menyeringai, ia menatap Aisah, "Maaf kan kami Nona Aisah, istri ku ini sedang merajuk pada ku! Bisa kan kau membantu ku, untuk membuatnya tidak lagi merajuk pada ku?" Pinta Pram.


Pram memeluk erat pinggang Naira, mendaratkan gigitan di bahu Naira.


"Akkkhhh." Pekik Naira.


Aisah tersenyum melihat ke dua nya, "Baik Tuan, akan saya coba."


Pram membiarkan Naira pergi bersama dengan Aisah.


"Jangan pernah melarikan diri dari ku, sayang!" Ancam Pram, sebelum membiarkan Naira beranjak dari pangkuannya.


Setelah pintu tertutup dengan kepergian Naira dan Aisah, Pram langsung menghubungi Haikal.


"Ikuti terus Naira, ia sedang bersama dengan karyawan restoran menuju lantai 8!" Ucap Pram pada Haikal lewat sambungan teleponnya.


[ "Siap, bos." ]


"Kau harus menjaga jarak darinya, Haikal! Jangan sampai ketahuan! Pastikan Naira aman dan tidak melarikan diri!" Pram mewanti wanti Haikal.


[ "Apa Nona dan bos sedang ada masalah?" ]


"Jangan banyak bertanya, orang yang banyak tahu, akan singkat usinya!"


[ "Maaf, bos." ]

__ADS_1


Pram mengakhiri sambungan teleponnya. Membiarkan Haikal menjalankan apa yang ia perintah kan.


Pram menatap belanjaan yang kini sudah berada di ruang kerjanya, bahkan Naira, tidak meliriknya sama sekali saat melihatnya tadi.


Pram merutuki dirinya sendiri, "Dasarrr bodoh, aku kan sudah tau jawaban apa yang akan Naira berikan. Kenapa aku harus menanyakan nya kembali! Lihat sekarang, ia menjaga jarak dengan ku! Dasarrr sialll."


...๐Ÿ‚Naira๐Ÿ‚...


Naira kini bersama dengan Aisah, berada di lantai 8, ke duanya mengelilingi beberapa restoran sejenak atas keinginan Naira. Dengan Haikal yang berada tidak jauh dari ke duanya. Menjalankan perintah dari bosnya.


"Bagai mana Nona, apa kau suka dengan konsep restoran di sini? Semua restoran yang ada di sini, berbeda konsep dengan restoran yang lainnya." Terang Aisah.


"Aku suka, siapa yang menentukan konsepnya, ka?"


"Yang mentukannya adalah kepala devisi marketing dan penjualan. Dengan bagian devisi food beverage. Itu pun harus atas persetujuan dari Tuan Pram. Jika Tuan tidak menginginkannya, maka kepala devisi harus merubah rencana, sampai di setujui Tuan Pram." Terang Aisah.


"Owh begitu ya! Maaf ka, aku ingin tanya. Apa ka Aisah pernah mendengar selentingan, kalo Pramana Sudiro itu kejammm. Pada siapa saja, gitu?" Tanya Naira dengan menoleh kiri dan kanan.


Aisah mengerutkan keningnya, kenapa Nona bertanya seperti itu tentang Tuan? Apa ini ada hubungannya dengan Nona yang sedang merajuk pada Tuan?


"Ayo ka, kenapa ka Aisah diam saja. Apa ada yang ka Aisah sembunyikan?" Naira menatapnya dengan penuh curiga.


Seorang wanita berbadan tambun, pendek dan riasan wajah menor, dengan name tag nama Susi datang menghampiri Aisah dan menegurnya.


"Aisah! Sedang apa kamu di sini? Bukannya bekerja, kamu malah enak enakan jalan jalan ya?" Tegur Susi dengan ketus.


Aisah di buat terbata bata menjawabnya dengan ke munculan Susi, "Anu bu, a- aku ---"


"Kau siapa? Apa kau salah satu temannya Aisah? Maaf Nona ini tempat Aisah bekerja, biarkan dia menjalankan tugasnya... dan ini bukan tempat untuk bermain main Nona! Ini hotel bintang 5, tidak sembarang orang bisa memasuki hotel ini!" Imbuhnya dengan menatap tajam, wanita yang bersama dengan Aisah, tatapan Susi seakan memandang rendah Naira.


Aisah ingin memberi tahu Susi, siapa itu Naira. Tapi dengan arogan nya, Susi langsung mendorong bahu Naira hingga membuatnya terjerembab ke lantai.


"Maaf bu Susi, jangan berkata seperti itu, wanita ini adalah ---"


Bugh.


Pekik Naira, "Akkkhh." Astaghfirullah, benar benar ke terlaluan wanita ini!


"Astagfirullah, bu Susi!" Aisah langsung membatu Naira untuk berdiri.


"Diam Aisah, aku tidak sedang berbicara dengan mu! Apa kau ingin di pecat secara tidak hormat dari hotel ini? Bukannya menjalan kan ke wajiban mu sebagai seorang karyawan, kau malah ---"


Naira meminta wanita sok berkuasa itu untuk diam, dengan tangan kanan Naira yang terulur ke depan.


"Maaf Nona yang terhormat, apa jabatan mu di sini?" Tanya Naira dengan geram.


"Aku bagian supervisor di hotel ini. Aku bisa saja memecat mu Aisah, karena teman mu ini sudah bersikap tidak sopan pada ku! Dan kau bermain main dengan jam kerja mu!" Ucap Susi dengan sinis.


Naira menyeringai, aku memang sedang muak dengan mu ka Pram, tapi di saat seperti ini, aku harus menggunakan status ku untuk membungkam buntelan kentuttt ini! Aku sudah muak mendengar mulutnya yang pedas terus mengoceh.


"Hanya jabatan supervisor itu aja, kau sudah bertingkah seperti ini bu Susi? Bagai mana jika jabatan mu lebih tinggi lagi? Aku yakin, dalam waktu singkat, jika atasan mu tahu sikap mu seperti ini, atasan mu akan langsung memecat mu!" Ucap Naira dengan matanya yang menatap tajam pada Susi.

__ADS_1


"Sombong sekali kau bocah! Tidak akan ada orang yang berani memecat ku!" Ke dua tangan Susi berada di pinggangnya, ia melangkah mendekat di depan Naira.


"Cepat kau tinggalkan hotel ini, bocah sialannn! Sebelum aku manggil bagian keamanan untuk mendepak mu dari hotel ini!" Pinta Susi dengan menatap tajam Naira.


Susi melirik Aisah, dan menatap nya tajam, "Dan kau! Kembali pada pekerjaan mu! Atau ku pecat kau saat ini juga, Aisah!" Gertak Susi.


Naira menunjuk nunjuk bahu Susi dengan jari telunjuk nya, " Kau akan menyesal bu Susi, cepat minta maaf pada ku dan juga pada ka Aisah, atau akan ku adukan kau pada suami ku saat ini juga!" Ucap Naira dengan suara yang datar.


Susi menepis tangan wanita yang ada di hadapannya dengan kasar, "Dasarrr bocah tidak tahu sopan santun! Siapa kau, berani meminta ku untuk meminta maaf pada kalian berdua?"


"Aku, istri Pramana Sudiro!" Ucap Naira dengan bangga.


"Ahahahahaa siapa itu Pramana Sudiro? Apa aku mengenalnya? Apa dia orang penting di hotel ini?" Tanya Susi dengan sinis. Bocah ini pasti sedang mengaku ngaku saja untuk menakuti ku! Dasarrr bocah, kau pikir bisa mengelabui ku! Lebih baik aku hubungi saja bagian keamanan. Biar bocah ini tau. sedang berhadapan dengan siapa.


Susi menghubungi bagian keamana, yang ada di lantai itu dengan hapenya. Meminta mereka untuk menghampiri nya.


Sedangakn Aisah mengecek keadaan Naira.


"Nona? Kau tidak apa apa kan?" Tanya Aisah dengan wajah khawatir.


"Aku tidak apa apa, ka!" Ucap Naira dengan tersenyum.


"Astaghfirullah Nona, lutut mu terluka! Tuan pasti akan marah pada ku!"


"Ka Pram tidak akan marah pada mu, ka!"


Sementara dua pasang mata, terus mengawasi ke tiganya dari tanaman hias yang cukup besar, hingga dapat menghalangi tubuh ke duanya dari pandangan orang lain.


Dari kejauhan, tampak dua orang scurity berbadan besar datang menghampiri ke Susi, Naira dan Aisah.


"Kami sudah melihatnya bos!" Ucap salah satu scurity, dengan memegang aerphon yang terpasang di salah satu telinganya.


[ "Kau tau kan, harus bersikap bagai mana pada istri bos!" ]


"Baik, bos tenang saja."


"Nah ini dia, cepat kalian seret bocah ini ke luar dari restoran ini! Kalo perlu, usir bocah ini jauh jauh dari hotel ini!" Pinta Susi, dengan ke dua tangan yang menyilang di depan dadanya.


"Jangan pak, Nona Naira tidak salah, ini hanya salah paham aja!" Ujar Aisah pada ke dua scurity yang ada di hadapannya.


Ke dua scurity saling bertatapan, dengan menyeringai.


"Kalian tau kan aku ini siapa?" Tanya Naira pada ke dua scurity yang ia kenal.


"Kalian, tunggu apa lagi? Cepat seret bocah ini ke luar sekarang juga!" Perintah Susi dengan menunjuk jari telunjuk kanannya, pada Naira dengan suara naik satu oktaf.


...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


......................


...๐Ÿ’– Bersambung ๐Ÿ’–...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐Ÿ˜Š


__ADS_2