
...💖💖💖...
Naira menatap heran pada pesan chatnya yang di abaikan Pram, "Mungkin ka Pram masih dalam perjalanan kali ya!" gumam Naira, tapi ko hati ku gak enak gini ya! Ada apaan ya?
Naira melanjutkan aktivitasnya di kedai, dengan memeriksakan hasil laporan keuangan yang terjadi selama ia tidak berada di tempat.
Naira mendudukkan dirinya di sampaing Mega yang duduk di belakang kasir.
"Eh ini omset melejit gede banget, ada acara apaan Mega?" tanya Naira saat mendapati satu hari, dengan omset yang cukup tinggi, bahkan tidak pernah sekali pun selama kedai itu buka, mencapai angka itu.
"Oh itu, ada seorang anak pejabat yang mengadakan acara ulang tahun di sini, mereka membuking kedai, lumayan lah untuk acara yang berlangsung cukup beberapa jam itu, kedai bisa dapetin omset yang cukup tinggi, dan yang punya acara hajat juga puas dengan pelayanan kedai ini" Mega menjelaskan pada Naira panjang lebar.
"Oooh keren juga ya kalian, terus pihak kedai ada kasih hadiah gak buat yang ulang tahun?" tanya Naira.
"Kasih dong, secara biar pelanggan puas dan mau ngadain acaranya lagi di sini." seru Ayu yang kini duduk di hadapan Mega dan Naira yang berjarak dengan meja.
Pengunjung mulai berdatangan memasuki kedai Pelangi, ada yang hanya nongkrong kongko dengan temannya, ada pula yang sedang janjian, ada juga yang sedang kencan.
Dreeet dreeet dreeet.
Haikal merogoh saku dalam jas yang ia kenakan, mengeluarkan hape miliknya yang bergetar.
Haikal menoleh ke depan, memastikan mobil sedan putih mewah yang di kemudikan Dega, namun tidak ia temukan di sana.
Dega menghubungi ku, tapi orang nya belum juga muncul di depan. Di mana dia?
[ "Bang, gawat nih. Gw harus jemput lo apa langsung meluncur ke TKP?" ] tanya Dega saat Haikal sudah menjawab panggilan teleponnya.
"Gawat apa? TKP apa maksud lo? Ngomong yang jelas!"
[ "Mobil yang bos tumpangi mengalami kecelakaan, gw belum bisa pastiin gimana keadaan bos dan pak Dev. Jadi gw harus gimana ini bang?" ] tanya Dega dengan bingung.
"Begooo lo, udah langsung sana kerahin yang lain buat ke TKP, amanin bos dengan segera! Gw bakal langsung ke sana, lo share lokasinya sekarang!" titah Haikal dengan tegas.
Haikal menatap Naira dengan tatapan yang bingung, tenang Haikal, lo harus bisa bersikap tenang di depan Nona, kalo udah kaya gini... mau gak mau, gwe harus serahin urusan melindungi Nona sama bocah itu! Gwe gak bisa diam aja di sini nunggu kabar bos.
Haikal beranjak dari duduknya, berjalan ke arah dapur. Yang membuat Naira malah curiga dengan tingkah Haikal.
Naira membuang nafasnya dengan kasar, keningnya mengkerut saat menatap Haikal yang berlalu melewatinya dan masuk ke dapur begitu saja.
__ADS_1
Bang Haikal ngapain ya masuk ke dapur, tumben amat! Jadi kepo kan! Ikutin lah dari pada gwe penasaran.
"Udah selesai, Nai? Ada lagi gak yang mau di tanyain?" tanya Mega.
"Belum, tinggal sedikit lagi!" Naira beranjak dari duduknya, melangkah meninggalkan meja kasir.
Mega hanya menatapnya sejenak, lalu fokus lagi dengan pengunjung yang kini berada di depannya.
"Bil nya ya, mbak!" ucap pelanggan wanita yang menoleh sepintas ke arah Naira yang hilang di balik pintu dapur.
Tampak Haikal dan Angga, yang kini terlibat dalam ucapan yang cukup serius. Hingga mereka tidak menyadari keberadaan Naira yang kini berdiri di depan pintu dapur dengan tatapan yang menyelidik.
"Pokonya jangan sampe membuat Nona curiga, gw mau ngecek keadaan bos. Karena sekarang gwe udah tau lokasi mobil bos berada." ucap Haikal dengan serius.
"Beres kalo itu, nanti biar Naira ----" Angga tidak lagi melanjutkan perkataannya, ia tidak bisa lagi berkata kata, saat tatapannya mengarah pada Naira yang sedang menatap ke arahnya.
Naira melangkah maju mendekati Haikal, "Maksud bang Haikal apa? Kenapa kalo gwe sampe curiga, bang? Apa ada yang terjadi sama, ka Pram? Mobil yang ka Pram tumpangi gak apa apa kan?" cecar Naira dengan ke dua mata yang kini berembun, seketika detak jantungnya berdebar kencang.
"Gak ada apa apa ko sama, bos. Bos udah lagi mulai rapat. Cuma saya di suruh Dev untuk membawa mobil bos ke bengkel dan meminta pada bengkel untuk merombak mobil bos sesuai dengan yang bisa inginkan." kilah Haikal yang ingat dengan pesan Pram semalam, yang kini ia jadikan alasan.
Naira menggapai kerah kemeja yang di pakai Haikal dan menariknya, hingga tubuh Haikal condong ke Naira.
"Jawab yang jujur, Haikal! Apa yang sedang kalian tutupi dari ku! Kau ingat kan siapa aku? Katakan!" ucap Naira dengan penuh penekanan.
"Lo tenang dulu, Nai! Gak ada yang terjadi apa apa sama pak Pram!" ucap Angga yang semakin membuat Naira hilang kendali.
Tanpa menoleh ke arah Angga, Naira mengacungkan jari telunjuk kanannya pada Angga, meminta orang itu untuk diam. Dengan tangan kiri yang masih menarik kerah kemeja Haikal.
"Jika ingin pergi! Bawa aku juga! Aku berhak tau atas apa yang menimpa ka Pram! Ingat itu!" ucap Naira lagi yang langsung meninggalkan dapur, dengan wajah yang merah padam.
Naira mengepalkan tangannya, berjalan ke arah kasir dan mengenakan tas selempangnya kembali.
Pantes aja dari tadi perasaan gwe gak enak banget! Ka Pram gak boleh kenapa kenapa! Kamu pasti baik baik aja ka! Ka Pram orang hebat! Batin Naira.
"Lo kenapa, Nai?" Mega menepuk bahu Naira.
Naira menggapai jenari Mega yang ada di bahunya, ia menggenggammm nya "Doain gak ada apa apa sama ka Pram!" gumam Naira.
"Lo tenang aja, gak akan terjadi apa apa sama pak Pram!" ucap Mega menguatkan hati Naira, meski dirinya tidak tahu apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Haikal dan Naira ke tempat di mana terjadinya kecelakaan, dengan mobil yang di kemudikan bodyguard bayangan.
Haikal mengemudikan mobilnya dengan kencang. Melesat, menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi kendaraannya untuk melaju lebih cepat.
Air mata Naira yang terbendung kini lumer, saat melihat mobil sedan hitam mewah, yang di tumpangi Pram berada di bahu jalan dengan bagian belakang dan depan yang mengalami ringsek.
"Di mana ka Pram hiks hiks?" tanya Naira yang tidak mendapai suaminya di sana dengan terisak. Jangan sampai terjadi sesuatu pada mu, ka! Apa yang bisa aku lakukan tanpa mu?
"Maaf Nona, setelah mendapat pertolongan pertama dari medis, bos langsung melanjutkan perjalanannya dengan mobil lain." ucap Dega yang menghampiri Naira dan Haikal.
Naira menyapu air matanya yang membanjiri pipinya dengan kasar, dengan suaranya yang terisak, ia membentak Dega, "Jangan bohong pada ku Dega! Di mana ka Pram?"
"Aku tidak bohong Nona, bos langsung melanjutkan perjalanan meeting nya dengan di antar Dava. Jika Nona tidak percaya, saya bisa mengantar Nona." terang Dega.
"Bagai mana dengan keadaan pak Dev? Apa lukanya cukup parah?" tanya Haikal yang melihat dari kerusakan pada bagian depan mobil yang cukup parah, jika di bandingkan dengan posisi Pram duduk. Yang mengalam ringsek hanya bagian depan dan belakang mobil, maka keadaan Pram sangat mana.
"Pak Dev sudah di larikan ke rumah sakit dengan ambulans." Dega mengirimkan lokasi meeting Pram pada Haikal, "Gwe udah kirimin alamat bos meeting sama lo, bang." ucap Dega lagi.
"Ya udah, tunggu apa lagi! Ayo kita ke tempat ka Pram!" dengan tidak sabaran, Naira langsung berlari ke arah mobil dan mendudukan diri nya, mengenakan sabuk pengaman pada pinggangnya.
"Lo serius, tidak terjadi apa apa pada bos?" tanya Haikal dengan ragu pada Dega.
"Lo lihat saja sendiri, nanti juga lo tau apa yang terjadi pada tubuh bos." ucap Dega.
"Lo urus sisanya di sini! Biar gwe anter Nona dulu!" ucap Haikal yang langsung masuk ke dalam mobil, membawa Naira bertemu Pram.
Naira menautkan jemarinya, dengan perasaan yang tidak karuan, air matanya terus mengalir menerobos pelupuk matanya. Hati kecilnya terus berdoa untuk keselamatan Pram.
Ya Allah semoga apa yang di katakan bang Dega itu benar, tidak terjadi apa apa sama ka Pram! Setidaknya ka Pram tidak mengalami luka parah, wajar kalo lecettt, tapi jangan sampe parah, malah kalo bisa ka Pram baik baik aja. Selamat kan dan lindungi suami hamba ya Allah.
Haikal menepikan mobilnya, saat sampai di lokasi tempat di mana Pram tengah meeting.
Naira turun dari dalam mobil, berlari ke arah restoran yang cukup mewah, namun langkahnya langsung di hentikan, oleh seorang security yang berjaga di depan pintu.
"Maaf Nona, apa Nona sudah reservasi sebelumnya?" tanya security dengan tatapan yang menyelidik, hanya anak kecil yang sedang mencari mangsa!
......................
...💖 Bersambung 💖...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
Makasih yang sudah dengan setia 😉