Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Getaran cinta


__ADS_3

...πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


"Novi ke mana?" Tanya Mega dengan tangannya yang membawa pecel lele dan mendudukkan dirinya di bangku di antara Ayu dan Juni.


"Paman Haikal!"


Novi menghampiri Haikal yang sedang duduk di kursi taman belakang rumah.


Haikal mengernyitkan keningnya, dangan wajahnya yang datar, Haikal bertanya saat Novi mendudukan dirinya di samping Haikal.


"Sedang apa kau di sini? Bergabung lah bersama dengan teman teman mu!" Seru Haikal dengan acuh.


"Aku ingin bertanya pada paman, kenapa paman bersikap seperti ini pada ku? Paman sudah 2 kali mencuriii ciumannn ku, apa itu hal biasa untuk paman?" Novi mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Haikal.


Haikal menoleh ke arah Novi, "Apa itu penting untuk mu?"


"Tentu saja itu penting bagi ku, apa paman mau menjadi kekasih ku?" Tanya Novi dengan percaya dirinya, gw yakin paman Haikal pasti beneran udah suka sama gw.


Haikan membuang nafasnya dengan kasar dan beranjak dari duduknya hingga memunggungi Novi, "Percaya diri sekali diri mu? Memangnya siapa kau meminta ku untuk menjadi kekasih mu?"


Novi beranjak dari duduknya, tangannya terulur mendorong lengan Haikal hingga mereka saling berhadapan.


"Aku? Gadis yang sudah paman curi ciumannn pertama dan ke duanya." Novi menunjuk nunjuk dada Haikal dengan jari telunjuk kanannya.


Benar benar membuat ku semakin penasaran, "Heh bocah plangton, sekolah lah yang bener, isi otak mu dengan pelajaran supaya lebih pintar lagi!" Haikal membalas menunjuk nunjuk kening Novi.


"Tanpa paman minta pun, aku sudah belajar dengan sungguh sungguh! Dari novel yang aku baca, jika pria sudah menciummm seorang wanita, itu artinya pria itu sudah merasakan getaran cinta, hehehehe, benar kan paman sudah merasakan getaran cinta pada ku? Mengaku saja lah paman! Pokonya mulai saat ini paman kekasih ku!" Ucap Novi dengan tatapan mata yang serius.


Cup.


Novi mengecuppp sekilas bibir Haikal yang lantas langsung berlari menjauh meninggalkan Haikal di taman seorang diri.


Sambil berlari degup jantung Novi tidak karuan.


Deg deg deg.


Novi berlari dalam hati yang mengumpat, dasarrr begooo, Novi lo bego, kenapa juga lo nyosorrr duluan, jadi ke enakan paman Haikal kan tuh, ah begooo di pelihara lo Nov!


Deg deg deg.

__ADS_1


Degup jantung Haikal seakan mau lompat dari tempatnya.


Haikal menatap punggung Novi, dasarrr bocah plangton gila sejak kapan gw merasakan nya? Bocah itu benar, ada getaran di hati gw, apa iya gw udah jatuh cinta sama bocah plangton? Bocah yang seperti kuman, merusak hari gw saat ada dia di deket gw!


Tanpa Haikal sadari tangannya terulur menyentuh jantungnya dan degupan jantungnya memompa dengan cepat, Haikal menarik sudut bibirnya ke atas.


Dega yang sudah berdiri di depannya di abaikannya, seolah hanya ada wajah Novi kini yang ada dalam pandangan Haikal.


Dega berseru dengan melambaikan tangannya ke depan wajah Haikal, "Haikal, Haikal! Wah bener bener ini anak, ke sambet lo!"


Tak.


Dega menjitak kepala Haikal.


"Ke sambettt lo! Senyum sendirian!" Seru Dega yang langsung mendudukan dirinya di kursi taman setelah berhasil membuat Haikal tersadar dari lamunannya dengan jitakan tangan Dega.


"Sialann lo, dateng dateng maen jitak aja!" Gerutu Haikal dengan mengusappp usappp kepalanya yang di jitak Dega cukup keras..


"Siapa suruh lo lietin terus noh si Novi, temennya Nona Muda, sampe gw yang udah berdiri di depan lo aja gak lo liet!" Gerutu Dega.


Haikal mengerutkan keningnya, masa sih gw ngelamun? Gara gara bocah plangton itu? Sialll.


Rion berseru saat melihat Novi tengah berlari ke arah stand pedagang yang di datangkan oleh Dega.


Naira menoleh ke arah Novi, "Cape ngapain lo? Habis macul emang lo?" Ledek Naira.


"Macul di mana Nov?" Tanya Rion yang percaya saja dengan perkataan Naira.


"Ihs kampretttt lo, gw abis nembak paman Haikal." Ucap novi dengan sekali tarikan nafas, "Mampussss gw pake ke ceplosan ngomong!" Novi menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


Rion membola dengan tangannya yang kini membawa susu jahe dan semangkuk bakso, "Apa? Serius lo?"


"Kaga salah denger nih gw!" Seru Juni.


Pram geleng geleng kepala dengan tingkah Novi, sahabat istri kecilnya itu.


"Ehehehehe." Novi tersenyum kikuk.


"Terus, lo di terima apa di tolak, Nov?" Tanya mega yang di biat penasaran.

__ADS_1


Ayu membatin, gw rasa Novi di tolak, secarakan pak Haikal itu seleranya pasti tinggi lah.


"Gw gw apa ya, emmm gw ----"


"Di terima." Ucap Haikal yang sudah berdiri di samping Novi dengan tangan yang mendarat di bahu Novi.


Novi mendongakkan kepalanya menatap haikal yang tinggi menjulang, gw benar gak lagi mimpi kan?


"Jawaban itu kan yang lo mau!" Seru Haikal dengan wajahnya yang datar.


"Yeeeee ayo kita rayain hari jadinya bang Haikal dengan Novi, hidup pengawal!" Seru Naira dengan riang.


Beberapa pengawal berbaur dan ada pula yang memesan makanan dan di bawa ke paviliun, hanya ada canda tawa malam itu, terdengar gelak tawa dari mereka saat Naira, Novi dan Juni saling meledek satu sama lain.


Kini Naira dan Pram sudah berada di dalam kamar setelah melewati beberapa jam ke bersamaan dengan kru kedei pelangi dan para pengawal yang ada saat itu.


"Besok aku akan sibuk seharian, kau jangan lupa makan ya! Ingat setelah jam sekolah usai, kau harus kembali ke kediaman Pramana." Pram mewanti wanti Naira yang tengah membaringkan tubuhnya dengan lengan Pram yang menjadi bantalnya.


"Ihs kaka bawel banget, udah berapa kali coba itu di omongin, masih juga di omongin lagi!" Naira mencubit gemas perut Pram.


"Aku hanya mengingatkan mu! Cepat lah tidur!" Pram memeluk erat tubuh Naira dan matanya yang sudah ngantuk pun tertidur.


Naira ikut memejamkan ke dua matanya dengan hati yang ngedumel, dasarrr rubahhh bawel.


πŸ‚Di markasπŸ‚


Seorang pria kurus dengan ke dua tangan yang terikat di tambah kagi dengan kakinya yang terikat membuatnya tidak bisa banyak bergerak.


Sejauh matanya melihat, hanya ada ruangan yang gelap dan pengap.


"Hai! Buka puntunya! Lepasss kan aku! Siapa pun tolong aku!" Seru Nusi mencoba meminta tolong dengan berteriak dan berseru, namun tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya.


"Sialannn lo Pramana Sudiro, awas lo kalo sampe gw berhasil lolos dari tempat ini, lo bakal gw sikat!" Seru Nusi dengan penuh ke marahan namun tidak berdaya, tubuhnya lemas karena seharian di kurung di dalam ruang yang gelap dan tidak di beri makan dan minum.


......................


...πŸ’– Bersambung πŸ’–...


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2