Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Berusaha merayu


__ADS_3

...💖💖💖...


"Ayo, katakan sekali lagi! Aku ingin mendengarnya!" Seru pak Pram.


Mata ku menatap nyalang wajah pak Pram, mau bermain main dengan ku ya pak? Baik lah.


Ku pinta ia membungkukkan badannya agar aku bisa berbisik di telinga pak Pram, " Jangan pecat ka Amarta jika bapak ingin dengar aku mengatakannya sekali lagi dan emmm bapak harus mengabulkan permintaan ku, tidak boleh ada penolakan!" Ujar ku dengan mendayu dayu, kena kau rubah tua! Hihihi.


Pak Pram menarik sudut bibirnya ke atas, rupanya gadis kecil ini mau bermain main dengan ku ya! Baik lah, sejauh mana ia ingin bermain dengan ku.


Pak Pram langsung menegakkan tubuhnya tanpa menjawab pertanyaan ku, "Baik lah, ku anggap diamnya bapak ini sebagai tanda bapak setuju." Aku tersenyum puas menatap pak Pram yang tidak berkata apa apa.


Ku lihat wajah ka Amarta yang tegang dengan nasibnya sebagai perawat ku, "Kaka tepat tinggal di sini, merawat ku sampai kaki ku ini sembuh." Ujar ku menatap kaki kiri ku yang masih terpasang gips.


Senyum bahagia terpancar di bibir Amarta, ia langsung membungkuk kan badannya sambil mengucapkan terimakasih pada pak Pram dan pada ku.


"Terima kasih, Tuan, Nona, aku janji akan bekerja dengan lebih baik lagi, aku juga tidak akan membiarkan Nona Naira menggunakan telpon Tuan." Ujar Amarta yang langsung membuat ku membola.


Baru saja aku merasa bahagia dengan diamnya pak Pram, tapi sudah di kejutkan lagi dengan perkataan ka Amarta yang mengatakan akan melarang ku memegang telpon apa lagi sampai menghubungi seseorang, apa coba maksud rubah tua ini?


Ku tatap lagi wajah dingin minim ekspresi si rubah tua, "Apa ada yang bisa bapak jelaskan pada ku arti perkataan terakhir ka Amarta? Maksudnya apa pak?" Tanya ku sambil menarik narik ujung baju yang di kenakan pak Pram, aku ini sudah seperti anak kecil yang minta jajan sama ibunya tapi gak di kasih, terus merajuk dan merengek, "Ayo pak, jelasin, apa maksudnya? Bapak melarang ku menelpon?"


Pak Pram menatap wajah ku yang sedang menuntutnya memberi penjelasan, Anak ini, tadi saja langsung senang saat aku tidak berkata sedikit pun dan sekarang sudah berubah lagi hanya mendengar perawat ini tidak akan membiarkannya menghubungi seseorang. Benar benar kekanak kanakan.


Pak Pram menatap tajam Amarta, Amarta langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap pak Pram atau pun aku.


Aduuuh aku salah bicara, baru aja lolos dari di pecat, sekarang malah pekerjaan ku kembali terancam di pecat. Hiks hiks, malangnya nasib ku menjadi seorang perawat Nona Naira jadi serba salah.


Pak Pram menatap Amarta, sialannn perawat ini, sudah di beri kesempatan bekerja, malah membuat aku dan Naira bertengkar! Awas saja kau, tunggu hukuman dari ku!

__ADS_1


Hap.


Spontan aku berkata keras pada pak Pram yang menggendong tubuh ku tanpa izin, kebiasaan nih rubah tua! "Pak Pram!"


Dalam gendongannya, pak Pram menatap tajam Amarta dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Dedi!" Lagi lagi pak Pram memanggil kepala pelayan dengan suara pake toa mesjid, keras ey membuat gendang telinga mau pecah.


"Iya Tuan!" Seru pak Dedi yang memberi hormat pada pak Pram.


"Beri dia hukuman! Terserah kau, mau kau beri dia hukuman apa! Aku tidak mau tau." Pak Pram langsung berjalan menuju lift tanpa berniat menurunkan aku dari gendongannya.


Dalam kotak besi, aku bersuara.


Ku tarik nafas ku sebelum akhirnya aku buka suara, "Pak Pram, apa yang tadi di katakan ka Amarta itu benar? Bapak melarang ku menelpon? Kenapa pak?" Tanya ku berusaha bersikap dewasa dan berbicara dengan lebih tenang dalam menghadapi mu pak Pramana.


"Pak? Bapak gak mau jawab pertanyaan ku? Jawab pak, aku ini istrinya Pramana Sudiro loh, pemilik dari hotel bintang lima di negara ini dan apa bapak tahu, suami ku itu punya beberapa hotel bintang 5 yang bahkan sampai ke luar negri, apa bapak gak takut kalo sampe aku aduin loh kelakuan bapak ini sama suami ku!" Ku mainkan alis ku dengan naik turun berharap pak Pram mau bicara.


Aaah sialll percuma tadi aku berusaha merayunya seperti itu, udah muji muji dia, masih aja diem, apa pak Pram lagi ngambek ya? Yang harusnya ngambek itu kan aku, kenapa jadi dia?


Ting.


Pintu lift terbuka, pak Pram berjalan menuju kamar.


Ide jahil di kepala ku muncul, ku tusuk tusuk pipinya dengan ujung jari telunjuk ku, "Bapak, ganteng deh! Bapak tambah cakep kalo lagi senyum, tapi bapak juga sangar kaya singa kalo lagi marah, bapak itu udah kaya rubah, kadang baik, kadang jahat, kadang egois, kadang mengalah, bapak!" Ih percuma di towel towel juga itu pipi, yang punya diem bae, kaku lu pak Pram, kaya kanebo motor gak kena aer berminggu minggu.


Pak Pram membuka pintu kamar dengan kasar menggunakan kakinya.


Brak.

__ADS_1


Perkataan spontan meluncur dari bibir ku yang mungil ini, "Copot luh." Uuups, ku tutup mulut ku dengan ke dua tangan ku.


Pak Pram membawa ku ke bathroom, entah apa yang akan ia lakukan pada ku, rasa takut menjalar di tubuh ku.


"Bapak, mau apa?" Tanya ku saat pak Pram mendudukan ku di pinggiran bathtub.


Ke dua tangan pak Pram meraih ujung baju ku hendak melepaskannya, "Pak, jangan!" Seru ku takut.


"Menurut atau ku patahkan kaki mu yang satunya!" Seru pak Pram tegas, aiiih merinding bulu roma ku mendengar pak Pram berkata kaya gitu.


"Bapak gak akan berbuat macam macam pada ku kan?" Tanya ku polos, pertanyaan bodoh macam apa itu Naira, dia itu suami mu sekarang hiks hiks aku bodoh sekali ya.


Pak pram menatap ku teduh, Bodoh, aku mencoba untuk menahan tidak menyentuh mu sampai kau siap dan menginginkan ku.


Pak Pram membuka baju ku dan celana yang aku kenakan, hingga tersisa segi tiga pengan ku dan kain yang menutup buah kembar ku.


Pak Pram menatap buah kembar ku, untuk gadis seusianya cukup besar juga ukurannya.


Aku yang menyadari pandangan pak Pram yang tertuju pada buah kembar ku pun langsung ku tutupi dengan ke dua tangan ku ini.


Pak Pram mengambil handuk kecil dari dalam gupet yang ada di bathroom.


Ia basahkan handuk kecil itu dengan air hangat yang ke luar dari keran.


Ku amati setiap gerak pak Pram, Apa yang pak Pram mau lakukan ya?


Bersambung....


...💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit


__ADS_2