Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Dokter Akira


__ADS_3

...💖💖💖...


Zang mengerdikkan bahunya, "Lebih baik aku dengarkan apa kata Takeshi." Zang mengayunkan ke dua kakinya, menyusul Takeshi dan yang lainnya, yang sudah berjalan lebih dulu.


Zang ikut masuk ke dalam ruang rawat VVIP, tempat di mana Naira mendapat perawatan setelah selesai di operasi.


Zang berdiri terpaku, melihat Pram yang kini duduk di dekat ranjang rawat, dengan tangan yang terus menggenggammm. Sesekali Pram terlihat menghujani jemari yang lemah dan pucattt itu dengan kecupan. Dengan posisi tubuh Naira yang tengkurap.


Zang membuang nafasnya dengan kasar, bergumam pelan, "Dasar pria bucin! Wanitanya sudah tidak apa apa, masih saja memasang wajah melas seperti itu!"


"Bujuk ka Pram untuk makan ka! Sepertinya ka Pram belum makan apa pun, sejak Nona itu masuk ruang operasi." ujar Toda yang duduk di sofa, yang ada di dalam ruang rawat.


Takeshi beranjak dari duduknya, ia menghampiri Pram dan berdiri di sampingnya, satu tangannya terulur menepuk bahu Pram.


"Aku temani kau ke luar!" seru Takeshi.


Pram mengerutkan keningnya, tanpa menoleh ke arah Takeshi, "Untuk apa? Aku ingin di sini... menemani istri ku sampai ia siuman."


"Lebih baik kita temui dokter. Kita tanyakan padanya, berapa lama lagi ia akan siuman! Apa kaka tidak ingin memberi hukuman pada Harumi? Wanita yang sudah membuat kaka ipar jadi seperti ini?" usul Takeshi, dengan menatap wajah Naira.


Takeshi membatin, tuh kan benar... aku seperti tidak asing dengan wajahnya. Tapi di mana aku pernah melihatnya ya? Apa ia wanita yang sama, atau hanya wajahnya yang hampir sama.


Pram menatap tajam Takeshi, merasa terusik dengan batin Takeshi. Apa maksud perkataan Takeshi? Tidak mungkin Takeshi pernah berjumpa dengan Naira kan! Sementara Naira... baru pertama kali ini datang ke Jepang bersama dengan ku. Nai juga tidak pernah jauh dari ku!


"Kenapa kau melihat ku seperti itu, ka? Tatapan mu seakan menaruh curiga pada ku!" terang Takeshi.


Pram beranjak dari duduknya, "Kau temani aku menemui dokter."


Takeshi mengikuti langkah kaki Pram.

__ADS_1


Pram menoleh ke arah Toda, "Aku titip istri ku sebentar! Jangan berani kau menyentuhnya!" ancam Pram.


"Jika aku ingin, aku juga tidak akan berani ka!" sungut Toda dengan acuh.


Pram menatap tajam Zang tanpa berkata, saat ia akan melewati Zang yang berdiri di dekat dinding pintu.


"Kaka tenang saja, biar begini... aku juga tidak akan berani menyentuh wanita mu, ka!" seru Zang yang mengerti arti tatapan tajam Pram, yang di arahkan padanya.


Sebelum ke duanya sampai di ruang dokter Akira, dokter yang menangani Naira. Takeshi dan Pram sama sama diam. Tidak ada yang saling bicara.


Takeshi membatin dengan sesekali menoleh ke arah Pram yang berjalan di sampingnya, kenapa aku merasa canggung sekali ya? Ada apa dengan ka Pram? Apa aku melakukan ke salahan?


Pram yang dapat mendengar suara batin Takeshi, akhirnya mengaju kan pertanyaan, dengan suaranya yang datar.


"Aku tidak akan bertanya 2 kali pada mu, Takeshi. Jadi jawab pertanyaan ku ini dengan sejujur nya!" seru Pram dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apa sebelum ini... kau pernah bertemu dengan wanita yang kini menjadi istri ku?" tanya Pram langsung pada intinya.


Takeshi mengerutkan keningnya, "Sejujurnya aku juga tidak yakin, apa wanita yang aku lihat... adalah orang yang sama dengan wanita yang menjadi istri mu itu ka, wanita yang dalam posisi tengkurap, dengan luka tusuk di punggung." terang Takeshi panjang lebar, mungkin jika aku dapat melihat wajahnya dengan sempurna, aku bisa meyakinkan diri ku, apa wanita itu... adalah wanita yang sama atau wanita yang berbeda.


"Kau melihatnya di mana? Kapan? Apa tampilannya sama?" cecar Pram.


"Aku melihatnya beberapa hari yang lalu saat aku datang ke bar, tampilannya sangat berbeda, ia salah satu wanita malam, rambut nya juga beda, yang aku pernah lihat rambutnya pirang. Sedangkan wanita mu rambutnya hitam."


"Asal kau tahu, wanita ku bukan wanita yang seperti itu! Dia bahkan tidak tahu seperti apa itu gemerlap nya dunia malam." sungut Pram, itu pasti wanita lain, wanita yang bisa saja mirip dengan Naira.


Ke duanya sampai di ruang dokter Akira. Pram mengetuk pintu bercat coklat dengan dinding bercat putih tulang.


Tok tok tok.

__ADS_1


"Boleh saya masuk, dokter?" seru Pram setelah mengetuk pintu.


"Masuk lah." ucap sang dokter dari dalam ruangannya.


Pram masuk ke dalam ruangan dokter Akira, dengan di temani Takeshi. Ke duanya duduk di kursi yang tersedia di ruang dokter, ke duanya duduk saling berhadapan, dengan dokter yang hanya terhalang dengan meja kerjanya.


Dokter berparas tampan, dengan mata teduh yang mengenakan kaca mata, mengingat ingat pria yang kini duduk di hadapannya.


"Anda, suaminya Nona yang baru beberapa jam lalu... selesai menjalani operasi kan?" tebak sang dokter pada Pram.


"Anda tidak salah menebak, dokter!" ucap Pram datar, namun dari sorot matanya. Masih tersisa kehawatira yang sulit untuk Pram utarakan dengan kata kata.


"Jadi, apa ada yang ingin anda tanyakan pada saya, Tuan?" tanya dokter dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Kapan kira kira istri saya akan siuman, dokter? Berapa lama lagi saya harus menunggunya untuk membuka ke dua matanya? Anda bisa menjamin saya kan, jika luka tusuk yang ada di punggungnya tidak parah, bah kan tidak berpengaruh buruk pada sarafnya?" cecar Pram, yang menghujani dokter Akira dengan pertanyaan.


Takeshi menoleh ke arah Pram, "Bertanya lah, satu satu ka! Dokter pasti bingung untuk menjawab pertanyaan mu itu!"


Dokter Akira hanya tersenyum melihat ke duanya, ia tahu betul bagai mana kehawatiran yang sedang di rasakan oleh seorang suami, seperti Pram.


"Menurut perhitungan saya, obat bius akan hilang setelah 6 jam pasca operasi. Jadi terhitung dari Nona ke luar dari ruang operasi... sampai 6 jam ke depan, Nona akan siuman. Suster juga akan memantau kondisi Nona untuk setiap jamnya." terang dokter Akira.


"Apa setelah siuman, posisi istri saya akan terus tengkurap, dokter?" tanya Pram dengan penasaran.


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2