
...๐๐๐...
"Tepati perkataan mu, ka!" Naira menaik turunkan alisnya.
"Perkataan yang mana?"
Tok tok tok tok.
Pram beranjak dari tempat tidur, melangkah dengan lebar ke arah pintu.
"Ihsss sebel. Awas aja kalo sampe dia lupa, udah janji juga mau liburan ke Bandung." Gerutu Naira dengan fokus kembali pada buku pelajarannya.
Pram kembali dengan tangannya yang membawa hidangan pencuci mulut yang tampak menggugah selera.
"Ayo singkirkan dulu itu buku buku mu!" Titah Pram yang kini berdiri di samping kasur.
Mata Naira berbinar, saat melihat apa yang ada di tangan Pram.
"Waaaaaaah itu pasti enak. Mau!" Tangan Naira terulur ingin menggapai piring yang ada di tangan Pram, namun Pram melangkah mundur, menjauhkan tangannya dari jangkauan Naira.
Ke dua mata Naira membola, "Ihhhsss kaka! Itu milik ku kan!" Naira mengerucutkan bibirnya, mendudukan dirinya dengan tangannya yang sibuk memasuk kan buku buku ke dalam tasnya.
"Anak pintar." Pram menarik sudut bibirnya ke atas.
Pram mendudukan dirinya di tepian kasur. Sedangkan Naira menyimpan kembali tasnya di atas meja belajarnya.
Pram menyeringai saat Naira duduk di sampingnya dengan memakan cemilannya.
Dengan begini, aku jadi bisa ke markas tanpa harus menunggu Naira tidur. Karena setelah ia memakannya, rasa kantuk pasti akan menyerangnya.
Naira mengarahkan sendoknya ke mulut Pram, "Ayo ka! Enak tau!"
Pram mengambil sendok serta piringnya dari tangan Naira, "Ini di buat khusus untuk mu, jadi cepat habiskan!" Pram mengarahkan sendoknya ke mulut Naira.
Tumben, biasanya ka Pram tidak akan menolak jika aku menyuapinya, kenapa sekarang malah menolaknya ya?
"Kan aku sudah bilang, cemilan ini di buat khusus untuk mu, sayang!" Kilah Pram dengan memperhatikan ke dua mata Naira yang kini mulai mengerjap karena rasa kantuk.
Naira menguap, "Hooooom aku ngantuk ka!" Naira menyandar kan dirinya pada Pram dengan matanya yang mulai terpejam.
Pram menyimpan piringnya di sampingnya, tangannya terulur mengangkat tubuh Naira dan membaringkan tubuh Naira di atas kasur.
__ADS_1
"Aku hanya akan pergi sebentar! Tidur yang nyenyak ya! Jangan lupa mimpikan aku!" Pram mengecup kening dan bibir Naira sebentar, tubuhnya menyelimuti tubuh Naira dengan selimut.
Pram menuju walk in closed dan beberapa menit ke mudian, ia kembali dengan mengenakan jaket kulit yang kini membalut tubuhnya.
Pram menyimpan piring kotor itu di meja yang terdapat di kamarnya. Pram melangkah ke luar meninggal kan Naira yang kini terlelap.
Pram menelpon Dedi, "Siapkan motor ku sekarang juga!"
[ "Tuan mau ke luar sekarang? Ini kan sudah larut, Tuan!" ]
"Banyak bicara kau ini!" Pram memutuskan sambungan teleponnya.
Dedi mengantar Pram sampai depan pintu, dengan motor sport yang kini sudah terparkir di depan nya.
"Tuan yakin, ingin pergi saat ini juga? Bagai mana jika Nona menanyakan ke beradaan Tuan?" Cecar Dedi dengan memperhatikan Tuan-nya yang kini mengenakan helm, apa lagi Pram akan pergi dengan menaiki kuda besi, kendaraan yang sudah lama tidak ia tunggangi.
"Jangan banyak bicara Dedi! Aku hanya akan pergi sebentar." Oceh Pram yang lantas melaju dengan motornya, meninggalkan kediaman Pramana.
Dedi mengerutkan keningnya, "Apa Tuan akan pergi ke markas? Apa lagi masalah Tuan kali ini? Aku harap Tuan akan segera Kembali."
Pak Dedi mengutus 2 orang maid, satu orang masuk ke kamar Tuan-nya untuk mengambil piring kotor. Sedangkan satu orang lainnya untuk berjaga di depan pintu kamar Tuan nya.
...โ๏ธMarkasโ๏ธ...
Pria yang hanya berbeda 3 tahun dengan Naira. Dengan perawakan yang tinggi besar, kulit putih, wajahnya yang tampan kini sekarang lebam, setelah di hadiahi pukulannn anak buah Pram.
"Mau berapa lama lagi kalian menyekappp ku, hah!" Bentak Deri.
"Bukan urusan lo!" Ucap Dega dingin.
"Siapa yang menyuruh kalian, hah? Cepat lepasinnn gw! Gw tidak mengenal siapa kalian!" Deri bersandar pada dinding dengan wajah dan tubuhnya yang penuh lebam. Sudut bibirnya mengeluar kan darahhh yang kini mengering.
"Nanti juga lo akan tau siapa bos gw!" Oceh Dega.
Tap tap tap tap.
Kaki Pram melangkah memasuki ruang di mana Deri berada.
Dega menyambut kedatangan Pram.
"Bos!"
Pram memberi perintah Dega untuk meninggalkan ruangan itu. Membiarkan dirinya berdua dengan pria yang sudah babak belur dengan tangannya.
__ADS_1
Deri menatap tajam pria yang di panggil Dega, bos, "Siapa lo? Ada urusan apa sampe lo ngelakuin ini ke gw! Kita ini gak saling kenal!"
Pram menatap tajam Deri, "Aku tidak akan berbasa basi pada mu, apa kau ingat pada anak kecil yang pernah kau culik? Apa alasan mu melakukan itu padanya?" Pram berdiri tegak menatap penuh kebencian pada Deri.
Deri mengerutkan keningnya, siapa orang ini? Siapa anak yang di maksud pria ini?
Pram melangkah mendekati pria itu, "Naira putri, apa kau sudah ingat anak kecil itu? Anak yang merupakan adik kelas mu!"
"Jadi lo siapanya Naira? Di mana sekarang anak itu? Anak itu pasti sekarang udah tumbuh menjadi remaja kan?" Tatapan meremehkan tampak di perlihatkan Deri pada pria yang sudah berani menyekappp dan menyuruh anak buahnya untuk memukulinya.
"Jadi kau mengakuinya, apa yang kau inginkan dari anak itu?" Pram mengepalkan tangannya, menunggu jawaban apa yang akan di ucapkan pria yang sudah berani menculik Naira saat Naira masih duduk di sekolah dasar.
"Buat apa gw mengakuinya sama lo? Jika orang tuanya sendiri sudah melupakan kejadian itu!"
Sreeek.
Bugh.
Pram menarik leher baju Deri, kepalan tangannya mendarat di pipi Deri dengan keras.
"Uuuuhhh." Deri merintih dengan kakinya yang berusaha berdiri.
Pram mengeluarkan pistolllnya dari balik saku yang ada di dalam jaketnya, mengarahkannya pada kepala Deri.
"Mau kau katakan, atau mau merasakan peluru ku ini menyasar di kepala mu?" Ucap Pram dengan dingin, ia menyeringai saat wajah Deri nampak pias melihatnya.
Sialll, dia berani pake senjata, apa yang gw punya saat ini? Siapa sih ini orang! Naira, gw aja belum ketemu lagi sama itu anak, itu anak ngilang gitu aja dari Bandung. Dan sekarang di mana lagi ini gw!
"Oohhh jadi anda mencari ke beradaan Naira? Untuk apa? Apa yang sudah anda lakukan selama anda menculik Naira?" Tanya Pram dengan sorot matanya yang tajam.
"Yang pasti gw bersenang senang dengan anak itu! Dan saat ini, pasti tubuhnya akan lebih membuat gw melayang dari saat itu!" Ucapnya langtang.
Dor.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
......................
...๐ Bersambung ๐...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐
__ADS_1