
...💖💖💖...
Dega geleng geleng kepala, mereka ini, "benar benar biang onar, kalo kata bang Haikal, Novi itu plangton... sepertinya memang tidak salah jika bang Haikal berfikir Novi ini plangton."
"Ayo pak, kita harus mencari Naira, aku takut Naira di apa apakan oleh penculik itu!" Oceh Novi dengan menggenggam tangan pak Dedi.
"Ehem ehem!"
Novi, Serli, Elsa dan pak Dedi menoleh ke arah suara orang yang berdehem.
"Masih pagi udah ribut, apa yang di ributin coba?" Tanya Dega dengan santai.
"Ini nih, penjaga bukannya jagain keamanan malah ngilang, paman semalam ke mana? Pasti molor ya?" Cecar Novi yang berjalan maju mendekat pada Dega dengan jari telunjuk kanannya mengarah pada wajah Dega.
Dega menepis jari telunjuk kanannya Novi, "Heh bocah plangton... yang sopan kalo lagi bicara sama orang yang lebih tua!"
"Aiiih gak ada waktu buat bicara sopan buat paman, udah ayo paman kita cari Naira... Naira saat ini sedang dalam bahaya." Oceh Novi.
Dega mengerut kan keningnya, jika yang lo maksud orang berbahaya itu bos Pram, kan bos Pram yang semalam menculik Nona Muda dari kamar.
Dega mengbuang nafasnya dengan berat, "Tau dari mana lo bocah plangton, kalo Nona Muda Naira dalam bahaya?"
Dega berjalan masuk ke kitchen, "Kalian kembali ke kamar kalian, tidak malu apa anak gadis ke luar kamar masih kumel kaya gitu!" Oceh Dega yang memilih duduk di kursi bar yang terdapat di kitchen.
Novi berjalan menghampiri Dega, "Lalu Naira, bagai mana paman? Apa paman tidak takut dengan pak Pram? Bagai mana jika pak Pram tahu Naira menghilang?" Dengan bawelnya Novi mengoceh pada Dega.
"Tuan akan langsung terbang ke Indonesia. Menculik Nona dan menjauhkan Nona dari gadis seperti mu!" Seru Dega yang terdengar dengan ketus.
Serli bertanya pada pak Dedi dengan gerakan kepalanya yang mengangkat sedikit.
Seolah Serli bertanya, tanpa mengeluarkan suara, "Bagai mana ini pak?"
"Saat ini Nona pasti aman bersama dengan Tuan Pram!" Seru pak Dedi yang membuat Novi tercengang.
Novi kini berjalan mendekat pada pak Dedi, "Bapak serius? Jadi Naira saat ini ada bersama dengan pak Pram?" Tanya Novi dengan penasaran wajah mendongak ke atas, saking tingginya pak Dedi.
"Benar, Nona!" Seru pak Dedi.
"Aaah Novi, gimana si lo, pagi pagi udah buat kegaduhan." Omel Serli yang berjalan meninggalkan kitchen di ikuti Elsa.
"Tau nih, Novi bikin malu aja?" Seru Elsa.
Dengan geram pada Dega dan pak Dedi, Novi mencengkram ke dua tangannya dengan gemas di depan pak Dedi dan Dega.
"Emmmmh, awas ya kalian!" Sungut Novi, dengan kaki yang di hentakkan Novi meninggalkan ruang kitchen.
__ADS_1
Kini Novi menyusul Serli dan Elsa yang sudah berada di kamar tempat mereka menginap di kediaman Pramana.
Brak.
Novi menutup pintu dengan membanting keras.
Dega dan pak Dedi geleng geleng kepala di buatnya.
"Dasar bocah plangton, gadis bar bar!" Sungut Dega.
"Apa Haikal akan kembali ke sini?" Tanya pak Dedi pada Dega.
Seorang maid memberikan secangkir kopi pada Dega dengan menarunya di atas meja depan Dega duduk.
"Pasti, ya paling sebentar lagi Haikal akan kembali ke sini!" Seru Dega yang mulai menyeruput kopinya.
Sementara itu di kamar atas tempat Naira dan Pram.
"Jam berapa ini?" Tanya Naira pada dirinya sendiri.
Naira mengulurkan tangannya untuk meraih hape yang ada di meja kecil samping kepala ranjangnya.
"Cepat sekali, sudah masuk waktu subuh." Gumam Naira dan melirik Pram yang masih terlelap dalam tidurnya.
Dengan mata yang masih terpejam, Pram meraba sisi kasur dan mencari sosok Naira.
Kenapa tidak ada? Kemana anak itu pergi?
Pram bangun dari tidurnya dan melihat ke sisi kasurnya, Naira tidak ada.
"Kemana bocah nakall itu pergi?" Pram beranjam dari tidurnya mencari keberadaan Naira.
Di bathroom Pram tidak menemukannya, tapi ia sudah yakin jika Naira ada di dalam walk in closed.
Dengan tangannya Pram membuka pintu walk in closed di buka perlahan.
"Benarkan dugaan ku!" Pram kembali menutup pintunya dengan perlahan.
Ia berjalan menuju telpon yang ada di dinding dekat pintu.
Panggilan dengan cepat di angkat oleh seseorang yang berada di lantai bawah.
"Buatkan 2 cangkir susu hangat dan antar ke kamar sekarang juga!"
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Pram menaruh kembali gagang telponnya.
Di saat Pram ingin berbalik badan dan kembali ke atas ranjangnya hal yang tidak pernah ia bayangkan terjadi padanya.
Deg.
"Waaaaa, si- si- siapa kau?" Sungguh kelu bibir Pram untuk mengatakannya ia sampaikan terbata bata.
Saat pram berbalik badan hendak kembali ke atas ranjang, Pram di kejutkan dengan sosok wanita tanpa wajah dengan rambut hitam panjangnya tengah berdiri di depannya.
"Iiiiihiiiiihiiihiiii!" Suara sosok itu tertawa membuat Pram semakin di landa takut.
"Si- si- sitaaaan! Beraninya kau memasuki kamar ku heh!" Pram mendorong dengan keras sosok yang tertawa itu dengan ke dua tangannya.
Bugh.
"Aduuuuh, bokong ku!" Sosok menyeramkan di mata Pram mengaduh kesakitan dengan jatuh terduduk di lantai ia mengusappp usappp bokongggnya yang mencium dinginnya lantai.
"Aku seperti kenal dengan suara itu?" Pram menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia mencondongkan tubuhnya dan menyingkirkan rambut hitam panjang itu dari sosok yang ia pikir menyeramkan tanpa wajah.
"Baaaaa! Hehehehe ini aku ka!" Dengan tanpa rasa bersalah Naira malah cengengesan saat Pram berhasil melihat wajahnya dengan menyingkirkan anak rambut yang ada di wajahnya.
Pram mengerutkan keningnya, "Kau?" Pram di buat geram dengan tangan yang mengepalll.
"Hihihi, aku bercanda ka... ingin tahu gitu kaka takut apa gak!" Celoteh Naira yang mengulur kan ke dua tangannya ke depan Pram, berharap Pram mau membantunya untuk berdiri.
Beraninya bocah ini mengerjai ku kembali, punya nyali serebu rupanya kau ya! Benar benar istri yang nakalll! Pram menyeringai.
Sreeek.
"Aaah, kaka! Apa yang kau lakukan ka? Turunkan aku ka!" Pinta Naira dengan memukulll mukulkan tangannya pada punggung Pram.
Pram menarikkk tangan Naira untuk bangkit dari duduknya dan di saat Naira sudah berdiri Pram memanggulnya bak karung beras di pundaknya.
"Lepaskan? Hohohoho tidak bisa, siapa suruh kau sudah membangunkan singa yang sedang tidur, setidaknya kau harus mendapatkan hukuman dari ku! Bocah nakalll."
Pram membawa Naira ke tempat tidur dengan perlahan menurunkannya di tas ranjang yang empuk, Pram menyeringai menatap dalam wajah Naira yang tampak segar setelah kena air wudhu.
"Kaka, jangan macam macam ya!" Seru Naira dan beringsut mundur dari duduknya.
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1