Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Salah sasaran


__ADS_3

...💖💖💖...


"Pas banget!" Ratna melihat ember kecil itu yang berisi air kotor sisa ob sekolah yang tadi habis mengepel lantai.


Byuuuur.


"Aaaakh! Gila, sintingg... siapa si lu!!!"


Wajah panik tidak bisa lagi terelakkan dari wajah Ratna, mampusss dah gw, i- itu bukan suara Nai!


Ratna baru mau melangkah kabur, pintu lebih dulu di buka oleh orang yang baru saja Ratna siram dengan air kotor.


Kreeek.


Tampak bu guru yang terkenal galak pada muridnya muncul di balik pintu dengan tubuh yang setengah basahhh karena di siram dengan air seember kecil oleh Ratna.


Sepasang mata melotot ke arah Ratna yang membeku di depannya, berteriak memanggil nama anak didiknya dengan suara naik 3 oktaf.


"Ratnaaaa!" Dengan kasar bu Rita menyapu wajahnya yang basahhh dengan tangan kanannya.


"Bu- bukan saya, bu." Matiiii gw, kenapa juga harus bu Rita yang ada di dalam situ sih, kalo gini gw salah sasaran, yang gw incer kan Naira, tau gitu tadi gw pastiin dulu yang ada di bilik itu siapa, kalo gini ceritanya kan jadi kacau.


"Kalo bukan kamu! Lalu siapa? Apa ada orang lain di sini selain kamu heh!" Bu Rita menahan marah dengan tangan mengepal, apa yang ada dalam pikiran anak ini!


Ratna mengambil ancang ancang, "Bu- bukan saya bu!"


Wuush.


Ratna langsung lari ke luar dari toilet putri meninggalkan bu Rita.


"Anak itu! Sudah berbuat salah, masih berani menyangkal dan sekarang dia mau kabur! Awas kamu Ratna ya!" Bu Rita menggerutu sambil berusaha membersihkan wajahnya dari kotoran debu yang menempel di pipinya, "Uuwek, mana bau lagi!" Serunya menahan rasa yang tiba tiba ingin mengeluarkan isi perut nya, menahan bau dari air yang membasahi tubuhnya.


Naira membatin, suara ribut ribu siapa sih? Mau ke luar ya nanggung, gw belum selesai.


Setelah selesai dengan urusan buang air, akhirnya aku membuka pintu toilet.


Kreek.


Ku lihat bu Rita yang tengah berdiri di depan westafel dengan pakaian yang setengah basahhh.


Mata ku menatap penampilan bu Rita dari ujung rambut sampai ujung kaki, "Ibu, kenapa bu?" Tanya ku ketika sudah berdiri di belakang bu Rita.


"Naira? Kamu dari tadi di dalam toilet? Sedang apa kamu?" Bu Rita menatap curiga pada Naira, atau jangan jangan yang menyiram ku dengan air kotor itu adalah Naira?


"Iya saya dari tadi di dalam toilet itu!" Aku menunjuk toilet yang ada paling ujung dekat dengan pintu, "Saya kebelet bu, jadi saya perlu ke toilet... ini ibu kenapa basah gini?' Aku mengatakannya dengan tenang.


Kening bu Rita mengerut dengan tatapan mata yang tajam memperhatikan cara bicara Naira, tapi kalo anak ini yang melakukannya, pasti dia akan gugup kan? Tapi kenapa Nai mengatakannya dengan tenang, bisa setenang ini malah?


"Dari kapan kamu berada di dalam toilet?" Bu Rita mengintimidasi Naira.


Kening ku mengkerut, bu Rita kenapa gitu ya ngelietinnya? "Dari sebelum ibu berteriak memanggil nama Ratna."


"Jadi tadi kamu mendengar suara ribut ribut ibu dengan Ratna?"


Aku menganggukkan kepala ku mantap, "Iya denger bu, cuma saya gak ke luar, saya mules belum selesai dengan urusan perut saya."


bu Rita mencondongkan tubuhnya ke arah ku, "Kamu tidak berbohong kan?"

__ADS_1


Aku menutup hidung ku dengan satu tangan, "Maaf bu, bau! Uweeeek." Aku mundur beberapa langkah dari bu Rita.


"Tapi---"


Belum selesai bu Rita bicara, aku sudah memotong perkataannya.


"Gak ada untungnya juga buat saya bohong, bu!" Aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal, makin bingung deh.


Jika bukan Naira, apa benar ini perbuatan Ratna? Tadi sih yang aku lihat Ratna tampak cemas, bicaranya juga gugup.


Kruuk kruk kruk kruk.


Perut ku berbunyi.


"Maaf bu, saya duluan!" Seru ku pamit di saat bu Rita berdiam diri entah apa yang ada dalam pikiran bu Rita.


Di kantin Serli dan Novi terus menatap ke arah luar kantin, menanti kehadiran Naira yang belum kunjung juga terlihat batang hidungnya.


"Lama banget sih itu, anak!" Sungut Novi.


"Lu susul gih! Keburu dingin nih kuah baksonya!" Seru Serli.


"Gw coba susulin deh." Novi beranjak dari tempat duduknya.


Baru beberapa langkah ia melihat Naira yang tengah berjalan ke arah kantin.


Panjang umurnya itu anak, Novi kembali lagi ke tempat duduknya.


"Ko duduk lagi sih! Susulin gih!" Pinta Serli yang belum melihat Naira.


Serli melihat ke arah yang di tunjuk Novi, "Alhamdulillah itu bocah nongol juga!"


"Maaf ya, gw lama!" Aku mendudukkan diri ku di sebelah Novi yang berhadapan dengan Serli yang duduk di depan ku.


"Tau luh, berendam dulu luh ya di toilet?" Ceketuk Serli.


"Bersemedi dulu kali ini si Nai! Toilet lama bener." Oceh Novi.


"Tadi ada insiden dikit, jadi gw tertahan deh di sana!" Aku menanbahkan 4 sendok sambal ke dalam mangkuk bakso ku dan mengaduknya.


"Lu mau makan bakso apa kuah sambel sih, Nai?" Serli geleng geleng kepala melihatnya.


"Di kata gw lagi pengen makan yang pedes." Oceh ku yang mencicipi kuah bakso ku, "Aaah ini baru mantep!" Gumam ku.


"Tadi lu bilang ada inseden yang buat lo tertahan di toilet, insiden apaan?" Navi tampak serius memperhatikan Naira.


"Nanti juga kalian tahu." Tangan ku mengeluarkan hape dari saku kemeja ku, membalas pesan yang tidak mungkin langsung di balas oleh ka Pram.


"Sok misterius lu! Ada kejadian apa sih Nai tadi di toilet?" Serli ikut kepo.


Alu kembali memasukkan haoe ku ke dalam saku kemeja ku, "Nanti kalian juga tau hehehe!" Aku mulai memakan bakso ku yang super pedas dengan lahap.


Mata ku menyapu isi kantin mencari sosok Ratna dan akhirnya mata ku tertuju pada orang yang aku cari. Ku lihat Ratna tengah duduk bersama dengan Daren, tangannya hanya mengaduk aduk makanan yang ada di hadapannya tanpa berniat di makannya, sebenarnya tadi Ratna mau nyiram itu air ke siapa ya? Gak mungkin ke gw kan?


"Ciyee yang udah punya ayang, langsung deh tuh ngabarin, 'eneng lagi makan abang' hahaha." Serli meledek Naira.


Yang di ledek diam saja fokus memperhatikan Ratna.

__ADS_1


Membuat Serli mengikuti arah tatapan Naira yang tertuju pada satu meja yang terdapat Ratna dan Daren, membuat Serli gagal fokus dan berfikir Naira sedang memperhatikan Daren.


Serli menowel tangan Novi, "Sohib kita lagi merhatiin cowok orang!" Seru Serli setengah berbisik.


Novi mengerutkan keningnya, mengikuti arah yang di lihat serli dan Naira.


Novi membatin, gak salah nih gw.. masa iya Nai merhatiin Daren ada juga Nai lagi merhatiin Ratna kali nih!


"Nai!" Serli berseru memanggil Naira.


Prak.


Tangan Novi mendarat di punggung Naira.


"Apa sih!" Seri ku kesal menatap Novi.


"Lu jangan merhatiin cowok orang, tar laki lu gw gaet... baru nyaho lu." Oceh Novi setengh berbisik pada Naura yang masih bisa di dengar oleh Serli.


"Gila itu mah, temen makan temen!" Ledek Serli.


Aku hanya mengerutkan kening, "Kaya ka Pram mau aja sama lu!" Ledek ku yang membuat ku dan Serli tergelak bersama sedangkan Novi mengerucutkan bibirnya dengan sebel.


Sementara di kantin, di meja yang berbeda, Ratna kurang menikmati makan siangnya bersama dengan Daren.


Daren yang memperhatikan Ratna hanya mengaduk aduk nasi goreng yang ada di hadapannya hanya diam tampak acuh.


Daren membatin, kenapa sih ini anak! Aneh banget dari balik toilet tadi.


Ratna membatin, jangan sampe gw kena hukuman, gw harus kasih alesan apa ini kalo sampe di panggil ke ruang guru.


Teng teng teng.


Bel istirahat berakhir, semua kembali ke dalam kelas masing masing.


🍂 Di dalam pesawat 🍂


Wajah gelisah selalu terlihat di wajah Pram.


"Kenapa pesawatnya lama sekali untuk landing!" Dumel Pram.


"Sabar pak bos, hanya dalam hitungan beberapa jam lagi... kita akan landing." Dev berbicara dengan ke dua mata yang terpejam.


"Huh... Tidak bisa apa jalannya di percepat, aku sudah lekah menunggu!" Gerutu Pram.


Dev geleng geleng kepala, dasarrr bos bucin... pasti udah gak sabar mau menelpon Nona Naira.


"Apa Tuan sudah mempelajari bahan materi untuk pertemuan kali ini?" Tanya ku yang kini menoleh menatap wajah gelisah pak Pram.


Pram menatap dengan tajam, "Masih berani kau bertanya soal materi pekerjaan di saat aku tengah gelisah! Heh!" Serunya dengan suara dingin.


Dev membuang mukanya perlahan, aiiih salah lagi saya ini di depan bos yang lagi bucin... Nona Naira lain kali anda harus ikut ke mana pun Tuan Muda pergi.


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2