Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tersenyum pahit


__ADS_3

...💖💖💖...


Di saat pengunjung kedei tidak terlalu ramai, Novi menghampiri ku di meja kasir.


"Nai!" Novi berdiri di samping meja kasir dengan satu tangannya bertengger di meja kasir.


"Apa, Novi!" Tanya ku dengan menyelipkan anak rambut ke belakang telinga ku.


"Sebenarnya lu tau gak sih acara yang di adain sama laki lu itu?" Tanya Novi dengan selidik.


Gak mungkin juga gw jujur sama Novi, emmm bingung kalo udah kaya gini, harus jaga nama baik ka Pram, harus sabar ekstra ini.


"Tau ko, semalam ka Pram udah izin sama gw." Tangan ku meremasss erat ujung baju yang aku kenakan, begini rasanya berbohong bila menyangkut hati.


Dengan tangannya Novi menepuk bahu ku, "Kalo lu mau marah, gw dukung lu ko... tapi dari belakang ya! Hihihi, secara laki lu orang hebat, mana berani gw dukung lu dari depan." Celetuk Novi.


Mata ku membola, tidak menyangka Novi akan mengatakan hal itu, ingin rasanya aku meremasss wajahnya, "Haah? Apa lu kata?" Tangan ku mengudara, gemes dengan Novi.


"Ahahaha, jangan gitu Nay! Tar cepet tua lu, nyusul pak Pram yang udah tua, hahaha." Ledek Novi yang lantas berlari ke arah toilet yang ada di kedei.


"Kampret lu, Nov!" Saking aja ini kaki lagi di gips, kalo kaga... abis lu Nov ama gw!


Aku menyimpan kembali hape ku ke dalam saku rok.


"Nona! Ini taruh di mana?" Tanya Haikal dengan tangan membawa nampan yang hanya tersisa piring dan gelas kosong.


Aku pun mengambil nampan itu dari tangan Haikal, "Kalo lagi di kedei gak usah panggil Nona, panggil nama aja ya, bang!" Seru ku yang risih di panggil Nona, mana ada pengunjung yang langsung menoleh ke arah ku di saat Haikal memanggil ku dengan kata Nona.


"Maaf Nona, saya tidak bisa!" Haikal menolak untuk memanggil ku hanya dengan nama.


"Aiiih, terserah kau saja lah."


"Kapan sekiranya kita kembali ke kediaman pak Pram, Nona?"


"Kau pulang saja lah, kayanya saya masih lama di sini." Ucap ku yang lantas membawa nampan yang berisi piring dan gelas kotor ke arah kitchen.


Dengan bibir yang mengerucut, ku pindahkan gelas dan piring ke westafel. Enak saja mau menyuruh ku pulang, gak lihat apa itu kelakuan bos mu.


Angga yang sedang membuat minuman pun melirik Naira sekilas, si Naira kenapa tuh? Tampangnya jelek bener, "Kenapa, Nai?" Tanya Angga.

__ADS_1


"Gak apa apa, bang." Ujar ku yang lantas berjalan ke luar dari kitchen.


Aku kembali ke depan, duduk di belakang mesin kasir, memperhatikan para pengunjung kedei, sore berganti malam, rasanya enggan untuk aku kembali pulang ke rumah ka Pram. Males juga kan ngeliet muka itu orang.


"Lu gak pulang, Nai?" Tanya Ayu yang kini duduk bersama ku di belakang mesin kasir.


Gak tau apa gw lagi males pulang ini ka Ayu! "Bentar lagi ka." Jawab ku ketus.


"Lu lagi ada masalah, Ni?" Tanya Ayu lagi.


"Kaga, biasa aja ko." Aku tersenyum pahit.


Gimana gak pahit di saat aku tersenyum dan bilang gak apa apa hati ku terasa sakit. Itu bayang bayang ka Pram yang lagi ngegandeng tangan itu cewe seliweran di depan mata, udah kaya lagi ngeledek minta di tinju, aiiih jiwa bar bar ku meronta ronta.


Juni menghampiri ku dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


"Nai!" Seru Juni saat sudah berdiri di depan ku dengan berjarak meja kasir.


Aku dan Ayu menolehnya, "Kenapa?"


"Lu bisa dansa?"


"Ihs lu kalo gw tanya, serius ini!" Kini Juni memasang wajah serius.


"Gw gak bisa dansa, bisanya jejingkrakan... kenapa sih?" Mata ku menatap tajam Juni, ada yang gak beres ini sama pertanyaan Juni.


"Saran gw ya Nai! Lu kudu belajar dansa deh! Biar laki lu gak kepincut itu artis!" Juni langsung berpaling meninggalkan meja kasir dan masuk kembali ke dalam kitchen.


Aku hanya geleng kepala melihat Juni, "Dasarrr Juni aneh, kaga jelas!" Dumel ku, "Tadi Novi, sekarang Juni... masih ada lagi gak nih yang gak jelas?"


Ka Ayu yang memang doyan dengan kata online, datanya pun selalu online, karyawan kedei yang paling aktif di dunia maya ya ka Ayu dan Naira, hanya bedanya Naira tidak begitu seaktif Ayu, Naira di bidang pernovelan alis suka baca novel. Ayu suka baca berita online.


"Nai! sini deh, liet berita malam ini." Ayu menyuruh ku untuk lebih dekat lagi padanya dan mrlihat isi berita yang sedang ia lihat dari benda pipinya.


"Berita apa lagi ka?" Tanya ku dan kini mata ku membola.


"Kalo dansa emang harus pegang fisik kaya gitu ya, Nai?" Tanya Ayu yang memang tidak tahu jika berdansa terlihat mesra seperti itu.


Aiiih lagi lagi hati ku dan kesabaran ku harus di uji, mata ku terkontaminasi dengan video yang menampilkan ka Pram yang sedang berdansa dengan wanita yang di ajaknya untuk menemaninya dalam acara opening hotel yang bahkan aku sendiri tidak tahu.

__ADS_1


Tangan ku mengepal di bawah meja kasir, "Mereka cocok ya ka! Serasi kalo kata orang, kalo kata artikel ini juga mereka itu serasi kan!" Bibir ku tersenyum pahit di depan ka Ayu saat melihat pemberitaan itu, namun siapa yang tahu dengan hati ku? Bagaimana dengan hati ku? Baru semalam ka Pram bilang hatinya untuk ku, tapi apa ini dia berdansa dan sedekat itu dengan wanita lain, omongannya hanya sebatas kata.


Ka Ayu memperhatikan setiap tingkah ku, "Kalo lu gak suka dengan sikap pak Pram, lebih baik di bicarain Nai, biar dia lebih menjaga hati lu, lebih ngertiin mau lu!" Ka Ayu mengelus lembut lengan ku.


"Gw gak apa apa ka!" Seru ku dengan seutas senyum, mata ku seakan memanas, ada yang ingin tumpah namun masih bisa untuk ku tahan dengan mengangkat kepala ku ke atas dan menghirup nafas dalam dalam, lu kuat Nai, gak usah lah cengeng ngadepin ka Pram, lu harus bisa lawan ka Pram, buat dia yang nyesel udah kaya gini ke lu.


Aku pun bangkit dari duduk ku, "Gw pulang duluan ya, ka!" Aku melangkah ke atas dan mengambil tas ku.


"Kalian hati hati ya! Gw pamit duluan nih!" Seru ku dengan melambaikan tangan pada yang lain.


"Hati hati, Nai!" Seru Angga.


"Kasih pelajaran Nai itu pak Pram!" Seru Novi.


"Timpuk bae, Nai!" Seru Elsa.


"Gw timpuk kalian pake duit ya!" Seru ku dengan terus berjalan ke depan dengan tangan melambai.


"Mauuuuu!" Seru Novi dan Elsa yang mendengarnya.


Haikal membukakan pintu mobil untuk ku, "Kita langsung pulang kan, Nona?" Tanya Haikal saat sudah duduk di belakang kemudi.


"Iya langsung pulang." Jawab ku acuh dengan menyandarkan punggung pada sandaran mobil.


Haikal melirik dari kaca spion mobil, haduuuh kayanya Nona Naira moodnya kurang bagus, tampangnya jutek.


Kebanyakan novel yang gw baca, kalo pemeran yang cewe marah bakal meledak ledak, masa iya sih gw harus kaya gitu? Bukan gw banget kan!


Menatap langit yang kini gelap, jalan yang kini macet, ka Pram sayang, tunggu hukuman dari ku ya! Ku tarik sudut bibir ku ke atas.


Dega yg melihat ku pun hanya bisa membatin, yang sabar ya Nona, gegara pak Pram nona jadi kaya gini.


Haikal yang melihat ku tersenyum sendiri pun membatin, astaga sampe sebegitunya Nona Naira, pasti nona Naira sedang merencanakan sesuatu buat bos Pram.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2