
...💖💖💖...
"A- apa? Is- istri Tuan?" Pelayan di buat ternganga mendengar pengakuan Pram.
"Aku tidak perlu menjelaskannya 2 kali pada mu kan!" Pram berkata dengan angkuh dengan pandangannya yang kini pada berkas berkas yang menunpuk di atas meja kerjanya.
"Ihs kaka, galak banget sih jadi orang! Cepet tuwir aja, mang mau aku jadi janda muda gara gara ka Pram mati duluan!" Sungut Naira yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Pram.
Pelayan wanita menatap lekat wajah cantik Naira dengan bergantian menatap wajah Tuan-nya Pram, bos pemilik hotel di mana ia bekerja pada bagian restorannya.
Pelayan wanita membatin, beruntungnya diri mu Nona, menjadi istri dari bos Pram, tapi sejak kapan ya? Bukannya bos Pram memiliki banyak kekasih, sejak kapan bos Pram melabuhkan hatinya pada Nona ini? Terus bagai mana dengan kekasih bos Pram yang lainnya?
Pram mengerutkan keningnya, "Apa kau sedang menyumpahi ku? Heh!" Pram beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri istri kecilnya yang nakal.
"Udah ka gak usah di dengerin, ka Pram mah emang gitu! Tapi hatinya lembut ko!" Naira mengajak pelayan wanita itu untuk duduk di sofa bersamanya.
Pelayan itu pun dengan patuh duduk bersebelahan dengan Naira, astaga mimpi apa aku ini semalam, istri pak bos udah cantik, baik lagi, aroma tubuhnya juga wangi, bikin siapa saja yang menghirupnya akan merasa tenang.
Naira menyodorkan semangkuk es krim pada pelayanan wanita yang masih terkesima dengan kepribadian Naira.
"Ayo ka, ini es krimnya di makan!" Seru Naira yang sudah memulai makan es krimnya, merasakan lumernya di mulut dengan rasa manis dan dingin yang melebur menjadi satu di dalam mulutnya.
Naira memejamkan ke dua matanya menikmati es krimnya, "Ini enak banget!"
Pram berdiri di samping Naira dengan tangannya yang terulur mengelusss sayang pucuk kepala Naira, "Apa seenak itu rasanya?"
Naira menganggukkan kepalanya, "Kaka coba ya!" Naira menyendokkan es krim dan mengarahkan sendoknya pada mulut Pram.
Pram mencondongkan tubuhnya menerima suapan es krim dari tangan mungil Naira.
"Aiiiih sweeet banget!" Gumaman kecil ke luar dari bibir mungil Aisyah.
Pram menajamkan matanya membaca name tag yang ada pada pelayan wanita yang kini duduk di sebelah istrinya, "Jadi nama mu Aisyah!" Seru Pram dengan suaranya yang dingin.
"I- iya pak, nama saya Aisyah." Aisyah menghentikan makan es krimnya saat dirinya masih mendapat tatapan tajam dari Pram, bosnya yang terkenal dingin dan kejam tanpa mentolerin pada karyawan yang sudah melakukan kesalahan sekecil apa pun.
Bos Pram ganteng banget kalo di liet dari deket, alisnya tajam banget malah tebel, aiiiih mata elangnya tajam kaya mau nikammm orang itu, astaga jantung gw kenapa gini ya! Ngelietin bos Pram sama Nona ini, adem banget bikin iri, inget Aisyah itu bos lo udah nikah, jangan punya pikiran buat suka ama orang yang sedingin dan sekejam ini, bisa cepet mati lo!
Pram mengerutkan keningnya mendengar semua isi hati karyawannya itu, mengagumi namun menakuti sosok Pram.
"Jika aku kejam pada istri ku, istri ku tidak akan hidup sampai sekarang!" Sungut Pram dengan mengangkat dagu Naira dan menatapnya, "Iya kan sayang!" Pram berseru dengan lembut.
__ADS_1
"Apa sih ka! Udah sana kerja lagi! Naira mendorong paha Pram untuk menjauh darinya dan kembali ke meja kerjanya.
"Sudah ka Aisyah jangan hiraukan ka Pram, ka Aisyah bekerja di restoran udah berapa lama?" Tanya Naira dengan tatapan mata yang lembut dan suaranya yang lembut.
"Anu nona, saya baru 1 tahun kerja di hotel ini." Aisyah menjawabnya dengan tangannya yang makan es krim.
"Emmm bagian restoran ka? Pernah di tempatin pada bagian lain gak?"
"Tidak Nona, saya hanya melamar pada bagian restoran. Itu pun melewati seleksi yang ketat saat penerimaan karyawan baru." Ujar Aisyah.
"Mau masuk restoran aja ada seleksi ketatnya juga? Udah kaya kerja di pemerintahan aja, ka?" Naira menoleh pada Pram.
Pram yang kini fokus pada berkas dan tangannya yang memegang pena, membubuhkan kan tanda tangannya setelah selesai membaca berkas dan mengamati berkasnya.
Aisyah melirik jam yang ada di dinding ruang kerja Pram, dia sudah meninggalkan restoran cukup lama, dia hawatir akan mendapatkan teguran dari atasannya.
Aisyah menaruh mangkuk es krimnya sedangkan Naira sudah menghabiskan 3 mangkuk es krim yang enak dan lezat dengan rasa yang berbeda.
"Maaf Nona, saya harus kembali ke restoran." Aisyah beranjak dari duduknya dan membungkuk hormat pada Naira.
"Loh kenapa ka? Es krimnya masih banyak loh!" Naira menatap beberapa mangkuk es krim yang masih tersisa dengan nanar.
"Maaf Nona, saya takut di marahi atasan saya, karena saya sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan saya di restoran." Aisyah mengatakan alasannya pada Naira.
"Insya Allah tidak Nona. Saya permisi Nona." Aisyah meninggalkan Naira yang masih menikmati es krimnya.
Ke pergian Aisyah dari ruang kerjanya pun tidak di sadari oleh Pram. Karena Naira sendiri yang melarang Aisyah untuk pamit pada Pram.
"Aaaaaahhhh kenyang sekali perut ku ini!" Naira mengelusss perutnya yang kekenyangan dengan es krim bersandar sesaat pada sandaran sofa.
Perut yang sudah kenyang di manja oleh enaknya es krim dengan di dukung udara yang dingin di ruang kerja Pram, membuat ke dua mata Naira kini terkantuk kantuk. Yang niatnya hanya sesaat bersandar kini membuat Naira menguap.
"Hooouuuuummmm." Naira memejamkan ke dua matanya.
Lama Pram berkutat dengan berkas berkas penting, dan sekarang matanya harus teralihkan pada laptopnya, membalas email yang masuk dari beberapa hotel cabang miliknya.
Pram melirik sebentar Naira yang sedari tadi anteng di sofa, kening Pram mengkerut mendapati Naira yang tengah tertidur di sofa dengan duduk menyandar.
"Ku pikir dia masih asik menikmati es krimnya, ternya dia sudah tertidur pulas." Pram menarik sudut bibirnya ke atas dan menghentikan ke sibukannya sejenak.
Pram beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Naira, ke dua tangannya menggendong tubuh Naira dan membawanya ke ruang rahasia.
__ADS_1
Menidurkan Naira dengan perlahan di atas kasur, tangannya terulur melepasss kan flatshoes yang menghiasi ke dua kaki istrinya.
Pram menyelimuti Naira dengan selimut, mengatur pencahayaan dan pendingin ruangan pada kamar rahasia membuat Naira tidur senyaman mungkin.
Tangan Pram mengelusss pipi Naira, "Mimpi lah yang indah ya sayang!"
Pram menyapu wajah Naira dengan kecupan mulai dari pipi, kening, hidung, dagu dan bibir.
Pram kembali pada meja kerjanya, melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
Tok tok tok.
"Pak, boleh saya masuk!" Seru Dev yang mengetuk pintu ruang kerja bosnya Pram.
"Masuk lah, Dev!" Pram mempersilahkan Dev untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
Mata Dev di buat melongo dengan beberapa mangkuk es krim yang sudah tandas isinya si atas meja.
"Ada apa, Dev?" Tanya Pram tanpa memalingkan perhatiannya dari layar laptopnya yang menyala.
"Ada berkas yang harus anda tanda tangani, pak!" Seru Dev dengan menyodorkan berkas dan menaruhnya di atas meja kerja Pram.
"Taruh saja dulu di situ! Ada lagi?" Tanya Pram dengan dingin.
"Itu, Nona Muda semua pak yang menghabiskan es krim di meja?" Tanya Dev yang di buat penasaran dengan sosok yang mampu menghabiskan disert es krim bermangkuk mangkuk.
"Kau pikir siapa Dev?" Bukannya menjawab, Pram kembali balik bertanya pada Dev.
"Ihs, bapak ini. Saya kan sedang bertanya pak!"
"Kau suruh pelayan restoran untuk membereskan itu semua! Tidak enak di pandangnya!" Sungut Pram yang kini mengambil berkas yang tadi di letakkan Dev di atas meja kerjanya.
Keningnya mengkerut, "Ada apa dengan ini, Dev?"
......................
...💖 Bersambung 💖...
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut 😊
__ADS_1
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉