
...💖💖💖...
Hari ini waktu Pram akan di sibukkan dengan acara opening Hotel Pelangi yang ada di kawasan Jakarta dan untuk itu ia membutuhkan Haikal dan orang orangnya untuk tetap berada dekat dari Naira.
# Flasback 2 hari yang lalu
Saat Pram tengah berdiri dekat dinding kaca menghadap langsung pada pemandangan luar hotel dari ruang kerjanya.
Matanya yang jeli menangkap sosok pria yang mencurigakan tengah berbicara dengan salah satu pria yang ia yakini itu adalah salah satu scurity Hotel Start.
Pram langsung menghubungi seseorang lewat benda pipih yang saat ini ada di saku jas yang melekat di tubuhnya.
Pram terus menatap tajam ke arah luar, "Datang ke ruangan ku sekarang juga!" Perintah Pram dengan tegas.
Tidak berselang lama, pintu ruang kerja Pram di ketuk dari luar.
Tok tok.
"Masuk!" Ucap Pram.
Ceklek.
Pintu di buka.
"Bapak memanggil saya?" Tanya Dev saat membuka pintu.
Pram mengarahkan Dev untuk mendekat ke arahnya dan memintanya untuk mencari tahu siapa pria yang tengah berbicara dengan scurity itu.
Di saat Dev melihat ke arah yang di minta Pram, ia pun langsung membola.
Itu kan, Pria yang aku lihat beberapa hari yang lalu.
Pram menangkap hal yang tersirat meski hanya dengan melihat raut wajah Dev, asisten yang sekaligus sekretaris dan juga supir pribadinya.
"Apa kau mengenalinya?" Tanya Pram tanpa basi basi.
"Jika di lihat dari gestur tubuhnya dari sini... saya lihat memang dia orangnya, pak. Orang yang tempo hari saya pergoki sedang mengintai Hotel Start ini.
"Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan, Dev!" Tanya Pram.
__ADS_1
Dev langsung menganggukkan kepalanya, "Saya tahu, pak... kalo begitu saya permisi pak?" Ucap Dev.
Pram hanya memberi jawaban dengan tangan yang di kibaskannya.
Dev pun langsung bergerak dengan cepat, ia memerintahkan Haikal dan beberapa anak buahnya untuk menyergap orang yang mencurigakan itu.
Dalam waktu 2 jam, Haikal dan anak buahnya berhasil membekuk pria yang di curigai Pram dan Dev, Haikal langsung membawa pria itu ke markas.
Setelah mendapat kabar dari Haikal. Dev pun langsung memberi tahu Pram.
Dev berdiri di depan Pram yang hanya berjarak dengan meja kerja.
Dev menunggu Pram bicara karena saat ini Pram tengah sibuk dengan laptopnya.
"Ada apa?" Tanya Pram yang tengah menatap wajah Naira yang sedang tersenyum dari layar laptopnya.
"Orang itu sudah berhasil di ringkus, pak." Ujar Dev.
Pram pun langsung menutup laptopnya dan bangkit dari duduknya.
"Kita pergi sekarang!" Seru Pram yang langsung tahu keberadaan orang yang di maksud Dev.
Saat di lobby hotel, Pram berpapasan dengan Jessica yang hendak menuju ruangan Pram.
Jessica menatap Pram penuh damba dengan sudut bibirnya yang di tarik ke atas, pucuk di cinta, mesin ATM gw tiba.
Jessica memainkan anak rambutnya dengan menggunakan jari telunjuk kanannya.
Dev membatin dengan menatap tidak suka pada Jessica, hadeeh uler belong ini lagi, mau apa sih masih mencari pak Pram!
Pram hanya menatap datar wajah Jessica.
Jessica menghentikan langkah kaki Pram dengan berdiri tepat di depan Pram.
Tangan kanan Jessica menyentuh bahu Pram dengan gerakan slow motion, "Kau mau kemana, honey!" Tanya Jessica dengan suara mendayu dayu.
Pram menatap tajam Jessica, rayuan mu tidak akan mempan lagi untuk ku, Jessica... hati ku hambar saat dekat dengan mu, Berbeda saat Naira yang menyentuh ku.
"Jaga sikap mu, Jessica!" Seru Pram tegas.
__ADS_1
"Jangan malu begitu dong honey, kita kan sudah lama tidak bertemu." Jessica mendekatkan bibirnya ke telinga Pram, dengan tidak tahu malunya Jessica berkata, "Aku merindukan permainan mu yang gagahhh saat di atas ranjang, honey!"
Jessica tidak akan pernah menyangka, ia mendapat perlakuan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Jika ia berfikir Pram akan menyukainya dan menerima sentuhan darinya, tidak seperti Karin yang langsung di usir tanpa berbuat apa apa.
Bruk.
Pram mendorong tubuh Jessica hingga jatuh terduduk di lantai lobby hotel.
Semua orang yang sedang berada di lobby langsung menatap ke arah Pram, Jessica dan Dev.
"Akhhh, Pram, kau mendorong ku!" Serunya manja, dengan tidak tahu malunya Jessica mengulurkan ke dua tangannya ke hadapan Pram, berharap Pria yang baru saja mendorongnya mulai sadar jika Jessica bukan lah Karin, hanya di gertak langsung pergi.
Pram geleng geleng kepala, "Dasarrr tidak tahu malu!" Seru Pram yang lantas pergi ke arah luar meninggalkan lobby hotel.
Dev berdiri di depan Jessica, "Perlu bantuan ku, Nona?" Tanya Dev dengan nada mengejek.
Jessica menatap tajam Dev dengan sudut bibirnya yang di tarik ke atas, tidak dapat bosnya, asistennya pun tidak masalah bagi ku!
Jessica mengulurkan tangannya pada Dev, "Sorry, aku tidak butuh wanita bekas seperti mu!!" Dev langsung nyelonong meninggalkan Jessica yang masih terpaku di tempatnya.
Dev menoleh ke belakang, menatap Jessica penuh kemenangan.
Jessica mengeram kesal dengan perlakuan yang ia terimanya dari Dev dan Pram.
"Biar saya bantu, Nona!" Seru seorang pria yang kini berada di depan Jessica dengan mengulurkan tangannya.
Jessica menatap jengah, lalu bangun sendiri dari posisinya yang terduduk di lantai, "Aku tidak butuh bantuan poter seperti mu!" Jessica melenggak ke luar, namu ia tidak berhasil mengejar Dev.
Di dalam mobil.
"Apa Haikal sudah mencari tahu, siapa yang menyuruh pria itu?" Tanya Pram.
"Orang itu masih belum mau membuka mulutnya, pak." Ujar Dev di belakang kemudi, sedangkan Pram duduk di kursi penumpang yang ada di belakang mobil.
Pram menbatin dalam diam, kira kira siapa orang itu? Apa dia bekerja sendiri atau ada yang memerintahkannya!
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis author gabut.
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁