Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Hanya mimpi


__ADS_3

...💖💖💖...


Naira menikmatiii setiap sentuhan yang di berikan Pram padanya, karena tidak ia pungkiri. Jika Naira sendiri, merindukan setiap sentuhan Pram yang sering kali menjamahhh nya. Memanjakan nya dengan setuhan hangat.


Mobil yang di kemudian Haikal berhenti, saat sudah berada di area parkir sebuah rumah yang cukup besar. Rumah yang di disein khusus Pram untuk Naira. Rumah yang ia persembahkan untuk istri kecilnya.



Pram menggendong Naira yang sudah terlelap di pertengahan jalan, membawanya ke kamar yang berada di lantai atas dengan menggunakan lift.


Pram membaringkai Naira di atas tempat tidur. Sementara dirinya memilih untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Baru setelah itu ia ikut membaring kan tubuhnya di sisi Naira.


"Mimpi kan aku, sayang! Besok akan ada kejutan untuk mu." Pram mengecup kening dan bibir Naira, tidur dengan memeluk Naira.


Sementara di luar rumah, Haikal dan beberapa pengawal bayangan, mulai mengerjakan tugas yang di berikan Pram.


Pagi menjelang, udara dingin puncak Bandung langsung terasa. Membuat Naira yang masih terlelap, tanpa sadar semakin erat memeluk tubuh Pram.


Dalam ke adaan ke dua mata yang masih terpejam, Naira meracau. Berfikir jika dirinya masih di villa, satu kamar sahabatnya.

__ADS_1


"Bisa gak sih Nov, pendingin ruangan nya di kecilin. Gak tau apa dingin banget!" gerutu Naira dengan ke dua mata yang masih terpejam, Naira bahkan mendusel kan kepala nya pada dada bidang Pram, yang ia pikir hanya lah bantal guling.


Sedangkan Pram terus tersenyum menatap Naira, dengan tangannya yang masih melingkar di tubuh Naira.


"Apa sebegitu dinginnya ya, sayang? Atau kau ingin aku hangatkan tubuh mu?" tanya Pram dengan suaranya yang menggoda.


Dalam ke adaan mata terpejam, Naira berfikir, kenapa aku merasa mendengar suara ka Pram? Ini kan hanya mimpi! Masa iya ka Pram bersama ku, yang benar saja, apa aku sebegitu kangen nya aku sama ka Pram?


Pram menahan tawanya, di saat Naira berfikir jika suara yang ia dengar adalah mimpi.


"Apa kau masih berfikir jika ini hanya lah mimpi, sayang?" Pram semakin menggoda Naira, dengan suaranya yang di iringi dengan tangan Pram yang bergerak liar. Dengan menyelusuppp di balik baju yang ia kenakan, membuka pengait si kembar dengan jemari Pram.


"Ka Pram! Sejak kapan ka Pram di sini? Bagai mana jika yang lain tahu, guru guru tahu? Aaaaaakhh bisa mati aku, ka!" Naira menggaruk kepalanya dengan frustasi, menoleh kanan dan kiri.


Sementara Pram hanya menyeringai, dengan tatapan matanya yang sulit di artikan, mendapati ke bodohan Naira, dasar bocah, rupanya anak ini masih berfikir jika ini hanya lah mimpi.


Naira mengerutkan keningnya, mendapati dirinya tidak lagi di kamar yang ia tempati bersama dengan Novi, Serli, dan Sopur. Kamar yang cukup luas, dengan berbagai barang mewah terpajang menghiasi sudut ruang. Terdapat figura besar dengan wajah Naira yang sedang tersenyum.


Naira mengerjapkan ke dua matanya, mengucek ke dua matanya dengan tangannya, "Apa ini nyata? Atau aku masih mimpi?"

__ADS_1


Tak.


Pram menjitak kening Naira.


"Awhhhh sakit!" Naira mengusappp usappp keningnya yang di jitak Pram.


"Apa kau masih menganggap ini mimpi?" tanya Pram dengan mengangkat dagu Naira, dengan jari telunjuk kanannya.


Naira menggelengkan kepalanya, ke dua matanya mengembun dengan menatap Pram, wajah yang aku ridukan, si rubahhh mesummm yang nyeselin, di mata elang yang suka seenaknya!


Grap


...💮💮💮💮💮...


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊


__ADS_2