Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Kwetiau goreng


__ADS_3

Ku suapkan kwetiaw goreng ke dalam mulut pak Pram, pak Pram tampak mengunyah kwetiau goreng itu dalam mulutnya.


Ku tatap wajah pak Pram dengan serius, "Bagaimana rasanya, ka? Enak kan? Gak ada yang kurang kan? Rasanya pas di lidah anda kan ka?" Pertanyaan demi pertanyaan ke luar dari bibir ku yang imut.


"Emmmm."


Aku mendengus kesal, "Ih, jawab apa jadi orang!" Ketus ku.


Bukannya menjawab pertanyaan ku, kini pak Pram berulah dengan meminta ku untuk menyuapinya lagi dengan mulutnya yang sudah terbuka.


"Iiihs." Dengan tangan kanan ku, akhirnya kwetiau goreng itu ku suapkan pada pak Pram.


Pak Pram hanya diam dengan menatap ku dan menguyah kwetiaw goreng itu, menikmati setiap kunyahannya.


Sebenarnya sih kwetiau buatan kedei start ini cukup, cukup enak kalo di makan banyak, tapi kalo dengan porsi kecil rasanya hanya membuat gigi gatel saja!


"Ihs ka, bilang aja kalo rasanya itu enak, gak usah sok misterius deh! Basi tau gak!" Ucap ku dengan ketus, lalu menyuapkan kwetiaw goreng itu ke dalam mulut ku sendiri.


Pak Pram mengarahkan pandangannya pada Novi lalu menyuruh Novi untuk menghampirinya hanya dengan lambaian tangan kanannya.


"Tolong 1 porsi lagi, kwetiaw goreng ya!" Seru pak Pram saat Novi sudah berdiri di sampingnya.


"Oke, di tunggu ya pak!" Seru Novi dan berjalan ke jendela kitchen.


Novi langsung menyampaikan pesenannya pada Angga, "Bang, itu kwetiau goreng 1 porsi buat cowok yang tadi dateng sama Naira."


"Oke Nov." Jawab Angga, pak Pram bearti suka kwetiaw goreng buatan ini kedei, matep da'ah.


Pipi ku menggembung karena saking banyaknya kwetiau goreng yang ada dalam mulut ku.


Tidak ada satu pun wanita yang makan dengan ku seperti Naira, seorang gadis remaja makan dengan pria dewasa seperti ini tidak punya malu jika saat ini yang sedang makan bersama ku adalah wanita lain, ia pasti akan menjaga sikapnya saat makan, lihat itu pipinya, menggembung seperti ikan buntel, jelek sekali, tapi lucu. Pram menarik sudut bibirnya.

__ADS_1


Dengan tangan kanannya yang terulur pak Pram menyentuh sudut bibir ku dan mengelap sisa makanan lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri sambil berkata, "Enak."


"Ihs pak, jorok tau!" Seru ku tidak habis pikir dengan pak Pram.


Pak Pram menyuapkan kentang goreng ke dalam mulut ku, jadilah kami menghabiskan makanan yang ada di atas meja dengan sesekali saling menyuapkan.


Dari meja lain, pengunjung yang merupakan orang suruhan Dev tengah berbicara dengan nada pelan pada temannya yang duduk satu meja dengannya.


"Gila, pak Dev pasti gak akan percaya kalo gak ada bukti!" Serunya yang berhasil mengabadikan momen saat pak Pram menghapus sisa makanan yang ada di sudut bibir Naira dengan tangannya sendiri dan saat Pram menyuapkan Naira kentang goreng.


"Ya udah, lu kirim gih itu fotonya ke bos Dev." Seru temannya yang lain yang juga duduk satu meja dengannya.


"Benar juga apa kata, lu." Orang yang mengambil foto pun langsung mengirimikan foto itu ke nomor pak Dev.


Orang itu mengirim 2 foto itu ke nomor Dev.


Dreet dreeet.


Pesan langsung di terima oleh orang itu.


Benar saja, tidak lama hapenya bergetar, pak Dev langsung menghubunginya dengan video call


...Panggilan masuk...


...Bos Dev...


Orang itu mengangkat panggilan teleponnya dan menaruhnya di atas meja, mengarahkan pada meja di mana di sana ada pak Pram dan Naira yang tengah ngemil sambil sesekali bercanda.


Tidak lama pak Dev langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Aku menyingkirkan piring yang kini isinya sudah berpindah ke dalam perut ku dan perut pak Pram.

__ADS_1


Ayu yang melihat ku menumpuk piring kwetiaw goreng, singkong goreng dan kentang goreng langsung menyuruh Elsa untuk mengambil piringnya dan membawanya ke kitchen.


"Sa, tolong itu piring puringnya di bawa aja ke kitchen." Ujar Ayu.


"Biar gw aja ya ka!" Seru Novi yang menawarkan dirinya untuk mengambil piring kotor dari meja ku.


"Ya udah kalo kaya gitu, gimana kalian aja." Ujar Ayu yang kini tidak mempermasalahkan siapa yang akan menarik piring piring kotor itu dari meja Naira.


"Maaf nih Nai, boleh aku bawa piring piringnya!" Seru Novi yang sudah berdiri di depan ku dengan membawa nampan kosong.


Aku tersenyum pada Novi "Boleh kok." Ku bantu Novi memindahkan piring kotor ke atas nampan yang di bawa Novi.


Dengan tangan yang membawa nampan berisi piring kotor, Novi menatap tajam wajah pak Pram.


Novi mengalihkan pandangannya pada ku, "Maaf Nai, boleh aku bertanya?"


"Soal apa ya, Nov?" Tanya ku.


"Emmm, kalo gw boleh tau ... laki laki ini siapa Nai? Ada hubungan apa dia sama lu?" Seru Novi.


"Nanti sekalian pas brifing gw jelasin siapa pak Pram dan ada hubungan apa gw sama dia." Ku tatap sekilas wajah tampan pak Pram yang menatap ku teduh.


"Oke deh kalo kaya gitu, gw tinggal ya!" Seru Novi.


"Iya." Novi langsung meninggalkan meja di mana ku tempati.


"Apa kau yakin akan mempublikasikan hubungan kita di depan teman sekaligus bawahan mu, Naira?" Tanya pak Pram.


Bersambung....


...💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit


__ADS_2