
...💖💖💖...
Sedangkan demi keamanan, Pram tetap mengerahkan orang orangnya yang bertugas sebagai pengawal bayangan tetap pada tugasnya tanpa sepengatahuan Naira.
Di pertigaan jalan yang jauh dari perumahan.
Brak.
Mobil yang di kemudian Haikal menabrak pemotor yang melintas tiba tiba di depannya.
"Ada apa, bang?" Tanya ku.
Sedangkan wajah Elsa, nampak panik dengan tatapan mata melihat ke depan mobil, "I- itu Nai!"
"Gila, paman nabrak orang Nai." Ujar Novi yang menegakkan duduknya dengan berpegangan pada kursi yang di duduki Elsa.
"Biar saya lihat dulu, Nona." Haikal membuka dasboard mobil dan memberikan sebuah pena pada Naira, "Jika dalam keadaan terdesak, Nona bisa gunakan ini... tekan tombol ini dan tempelkan mata pena ini pada lawan, jangan lupa kunci pintunya, Nona!" Seru Haikal dengan wajah dan suara yang terdengar tenang.
"Cuma pena biasa, gw juga punya Nai!" Seru Novi yang belum tahu kenapa pena itu berbeda dengan yang lainnya.
"Ah lo Nov." Ujar ku yang melihat ke sekitar nampak beberapa pengendara motor yang berlalu lalang namun tidak ada yang berhenti hanya sekedar melihatnya, ada yang aneh.
Haikal ke luar dari dalam mobil, seperti apa yang sudah di katanya. Pintu mobil langsung di kunci dari dalam.
Haikal baru melangkah berdiri di depan pengendara yang sepedah motornya di tabrak, Haikal langsung di seram dari arah belakang dengan seseorang yang menggunakan penutup kepala, hanya terlihat ke dua matanya saja, si pengendara motor juga bangkit dan ikut menyerang Haikal.
Bugh.
Punggung Haikal terkena pukulan dan serangan di luncurkan oleh ke dua orang itu.
Bugh bugh bugh.
Haikal menangkisnya meski tubuhnya terhuyung namun masih bisa berdiri kembali, siapa mereka? Berani beraninya menyerang! Batin Haikal.
Haikal berkelahi dengan pengendara sepedah motor dan seseorang yang menyerangnya dari belakang, tidak berselang lama sebuah mobil berhenti di depan mereka, salah seorang dari mereka turun dari dalam mobil dan mengetuk kaca pintu yang di dalamnya ada Naira.
Tok tok tok.
Orang itu meminta Naira untuk membuka pintunya, "Buka pintunya!"
"Jangan Nai, jangan di buka... ini orang niatnya jahat Nai." Oceh Novi.
"Kenapa jadi gini sih, mereka siapa Nai?" Elsa semakin takut di buatnya, menghadapi situasi yang tidak pernah di bayangkan olehnya.
"Gw juga gak tau mereka siapa." Tangan ku manahan pintu mobil yang sedang berusaha di buka paksaaa dari arah luar.
Tok tok tok.
Ku lihat wajah tegang Elsa, kepanikan dari wajah Novi, sayang kaki ku masih di gips, jika tidak aku pasti akan melawan mereka.
Haikal berhasil melumpuhkan ke dua orang itu hingga terkapar di aspal.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu mobil bagian Naira berhasil di buka paksaaa oleh orang itu.
"Kena kau ya!" Suara pria yang berhasil membuka pintu mobil dengan tangannya yang berusaha menarik lengan Naira ke luar dari dalam mobil.
"Aaaakh."
Tanpa di duga pria itu, Naira mengarahkan mata pena yang di pegangnya pada bagian tubuh pria yang hendak menarik paksa Naira ke luar dari dalam mobil.
Tubuh pria itu tersengat aliran listrik dan langsung terhuyung ke belakang, naira menjauhkan pena itu darinya.
"Mampusss lo, enak aja lo mau seret gw, di kata gw apaan kali mah... huh." Sungut ku kesal.
Bugh.
Dengan kaki kanan ku, ku tendang bagian area sensitifff pria itu hingga tubuhnya yang terhuyung kini jatuh terkapar di aspal.
"Wiiih, lo keran Nai." Oceh Novi.
Sreek.
Bugh bugh bugh.
Melihat pria itu masih bergerak, haikal menarik kaos pria itu hingga tubuhnya berdiri dan menghajarnya.
"Kau sudah berani menyentuh dan menarik tangan Nona Muda ku, maka rasakan ini!" Dengan emosi Haikal menarik tangan pria itu dan mematahkannya.
"Aaaakkkh tangan ku." Teriak pria itu dengan satu tangannya yang kini patah.
Beberapa orang yang ada di dalam mobil, ke luar untuk membantu rekannya.
Tap tap tap tap.
Namun di luar dugaan dari arah belakang mereka beberapa pria dengan berpakaian hitam berlari ke arah mereka belum lagi dari arah depan mereka.
Seorang pria di antaranya mendekati Haikal, "Keren juga lo!" Seru Dega.
Bugh bugh bugh bugh.
Dengan jumlah yang kalah banyak, dalam sekejap orang orang yang menyerang Haikal pun berhasil di lumpuhkan.
"Bagai mana dengan Nona Muda?" Tanya Dega dengan menatap ke arah mobil.
Haikal melangkah maju mendekat ke arah pintu mobil yang di dalamnya ada Naira.
Novi bertepuk tangan, "Gilaaa keren banget gayanya paman Haikal, gw berasa lagi nonton serial laga." Novi masih takjub dengan aksi Haikal.
Elsa geleng geleng kepala melihat tingkah Novi, gilaaa ini bocah gak ngeri apa ya, baru aja kita bisa lolos dari bahaya... astaga Novi Novi.
Aku membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Nona tidak apa apa?" Tanya Haikal.
"Seperti yang kalian lihat!" Seru ku dengan cengengesan.
"Sebaiknya Nona dan yang lain ikut dengan ku menaiki mobil yang lain!" Seru Dega.
"Kenapa dengan mobil ini?" Tanya ku.
"Sangat riskan Nona menggunakan mobil yang sudah di ketahui penjahat jika di dalamnya ada Nona." Terang Haikal.
"Lalu bagai mana dengan li, bang?" Tanya ku pada Haikal.
"Saya akan membereskan sisanya. Nona pergi lah dengan Dega." Ujar Haikal.
Haikal dan yang lain membawa para penyerang itu ke markas, sedangkan aku, Elsa, Novi berada di dalam mobil yang di kemudian Dega.
"Jadi kita mau ke mana, Nona?" Tanya Dega di belakang stir kemudi.
Sebelum menjawab pertanyaan Dega, lebih dulu aku bertanya pada Elsa dan Novi.
"Kalian masih mau melanjutkan ke kedei atau gimana nih?" Tanya ku, tidak menutup kemungkinan mereka berdua syok menghadapi pertiwa tadi, aku juga sebenarnya rada rada syok, tapi berusaha bersikap santai meski ke dua telapak tangan ku ini sudah sedingin es.
"Gw lanjut aja lah ke kedei." Ujar Novi.
"Kalo lo, Sa?" Tanya ku pada Elsa.
"Gw emmm gw." Elsa tampak ragu untuk mengatakannya, sebernya gw takut banget, gw pengen pulang tapi Novi aja lebih milih buat lanjut ke kedei... gimana ini.
Aku tersenyum melihat Elsa yang tampak ragu untuk menjawab.
"Kita balik ke kediaman Pramana aja, bang Dega!" Seru ku pada akhirnya.
"Yah ko gak jadi ke kedei, Nai?" Tanya Novi dengan heran.
"Gak dulu ya, Nov... kita langsung balik aja ke kediaman Pramana." Terang ku.
"Gak apa kan Sa! Kalo lo ikut ke kediaman Pramana dulu, kalo lo udah tenang, baru gw anter lo pulang." Terang ku lagi.
Elsa menarik jemari ku, pelupuk matanya nampak menggenang sungai yang siap membanjiri pipinya, "Maksih ya, Nai! Lo tau aja gw pengennya apa, lo juga udah perduli sama gw." Terang Elsa yang kini pipinya di basahi bulir bening.
"Aiiiiih temen gw yang satu ini, bikin terhura." Oceh Novi yang menarik punggung Elsa hingga condong ke belakamg, Novi merangkul Elsa dengan tangannya yang mengelus elus punggung Elsa yang bergetar.
"Kita kan satu keluarga kedei start, masa iya gw gak perduli sama lo, Sa." Ujar ku yang ikut merangkul Elsa memberikan usapannn pada punggungnya yang bergetar.
"Saya juga tidak keberatan Nona jika di rangkul!" Seru Dega.
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1