Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Bandara


__ADS_3

...💖💖💖...


🍂 Di bandara 🍂


Dev sudah menunggu Tuannya di pintu keberangkatan internasional dengan tas kerja yang ada di tangan kanannya.


"Aku tidak yakin Tuan Pram akan datang tepat waktu ke bandara!" Dumel Dev yang melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Tap tap tap tap.


Dugh.


Seorang wanita berbaju seksiii dengan tas hitam yang sama persis dengan Dev berlari ke arahnya dan menyenggol lengan kanan Dev, tas hitam yang ada di tangan Dev dan wanita itu sama sama terjatuh ke lantai.


"Maaf maaf, Tuan... saya tidak sengaja!" Wanita itu menyerahkan tas hitam pada Dev dengan menundukkan kepalanya, menutupi sebagian wajahnya dengan rambut pirang panjangnya.


"Ini bandara, Nona. Bukan taman untuk bermain!" Seru Dev dengan ketus dan mengambil tasnya dari wanita itu.


"Iya maaf Tuan, saya tidak sengaja!" Wanita itu menarik sudut bibirnya ke atas dan melanjutkan jalannya dengan lebih cepat, kali ini aku tidak akan mengecewakan mu Tuan.


"Dasarrr wanita aneh, jika hanya dengan meminta maaf saja cukup, aku yakin akan ada banyak orang yang seperti mu di dunia ini!" Sungut Dev yang tampak masih kesel dengan ulah wanita yang tadi menyenggolnya.


Tidak lama Pram terlihat oleh mata Dev, "Itu dia bos kejam.



"Aku tidak terlambat kan!" Seru Pram.


Dev melihat jam yang ada di pergelangan tangan kanannya, "Kurang 5 menit lagi, pasti akan terlambat Tuan!"


"Jangan banyak bicara! Ayo jalan!" Pram berjalan mendahului Dev.


Dev menatap malas Tuanya yang berjalan di depan, dasar bos aneh, tadikan dia sendiri yang bertanya! huh.


Setelah melewati pintu pemeriksaan berkas dan proses lainnya, kini ke duanya hanya tinggal menunggu waktunya pesawat take off.


Ke duanya duduk di bagian eklusif, Pram mengeluarkan hapenya dari saku celananya dan mengirimkan chat untuk Naira.


Jika dalam perjalanan tugasnya Dev biasa saja dan tidak ada yang aneh, berbanding terbalik dengan Tuan Muda nya Pram, saat mendudukkan dirinya di kursi ia mulai resah, pikirannya saat ini berada jauh pada Naira, istri nakalnya yang tengah menimba ilmu di sekolah.


Isi chat yang Pram kirim untuk Naiar.


"Aku sudah menaiki pesawat, inget pesan ku!"


Dev melirik tangan Tuannya Pram, hihihi kalo Tuan seperti ini... Tuan Pram tidak ada bedanya dengan abg, abg yang kelewat muda hahaha. Dev menahan tawanya.


Pram menoleh ke arah Dev, menyadari jika tangan kanannya ini tengah mengejeknya meski dalam hati, "Berani kau mengejek ku! Ku tendang kau dari pesawat!" Ancam Pram dengan wajah yang di buat seserius mungkin.

__ADS_1


"Mana berani saya mengejek anda, Tuan!" Seru Dev dengan membenarkan posisi duduknya.


Pram melirik hapenya lagi, kenapa bocah nakal itu tidak membalasnya?


Seorang pramugari menghampiri kursi Pram dan Dev.


"Maaf Tuan, untuk keamanan kita bersama alangkah baiknya hape anda di non aktifkan atau anda bisa menggunakan mode pesawat." Seru pramugari dengan ramah.


Pram mendengus, "Iya iya, saya mengerti!" Ucap Pram dengan ketus dan menonaktifkan hapenya, menyimpan kembali hapenya ke dalam saku celananya.


"Terima kasih sudah mematuhi peraturan yang berlaku, saya permisi Tuan." Pramugari itu menjauh dari tempat duduk Pram dan Dev.


Dev geleng geleng kepala di buatnya, dasar bos bucin. Baru saja berpisah dengan Nona, sudah sampai sebegitunya! Huh, bos bos, sudah seperti anak itik yang kehilangan induknya.


Pram melihat ke luar jendela, aku harap kau bisa menjaga diri mu baik baik, bocah nakal dan biyang onar ku. Pram menarik sudut bibirnya ke atas mana kala dalam pandangannya ada Naira yang berdiri di depannya tengah tersenyum manis dengan mata yang menggoda.


Aiiih mata ku ini apa karena aku sangat merindukannya, hingga melihat awan itu jadi wajah Naira?


Pesawat yang di tumpangi Pram dan Dev akan membawanya menuju bandar udara Tokyo Narita, Jepang. Perjalanan udara yang di tempuh memakan waktu 7 jam 29 menit dari bandara Soekarno Hatta hingga ke Tokyo, Narita.


Sungguh perjalanan yang sulit untuk Pram lewati selama mengembangkan hotelnya. Harus berpisah jarak dan waktu dari istri kecilnya, yang memberinya warna dalam kehidupan Pram, meski Pram sendiri belum mau untuk mengatakannya secara langsung pada Naira. Gengsinya masih menjulang tinggi di dalam hatinya, hingga ia masih bersabar menunggu Naira sendiri yang mengutarakan isi hatinya pada Pram.


Berbeda dengan Pram, Dev tampak anteng di kursinya, memiliki istri dan anak yang pengertian hingga membuat langkahnya seakan ringan untuk berpergian.


🍂 Di sekolah Naira 🍂


Guru sedang menerangkan pelajaran pada siswa siswinya di dalam kelas.


"Yah mendingan lah." Oceh ku.


"Gila gw kurang paham ini, pak Asep lagi jelasin apa sih? Ko gak nyangkut sama sekali ya di kepala gw!" Seru Novi.


"Kalian berisik banget sih!" Sungut ku jadi kurang fokus dengan ocehan Novi dan Serli sedangkan pak Asep masih menerangkan materi wirausaha.


Aku melirik hape ku yang ada di saku kemeja sekolah ku, tadi hape gw getar, apa itu chat dari ka Pram ya?


Naira yang fokus pada pak Asep yang sedang menerangkan materi, hingga tidak sadar jika sedari tadi sepasang mata tengah memperhatikannya dengan pandangan yang sulit di artikan.


Daren yang dari tempat duduknya tengah asik memandang wajah ayu Naira dengan tangan kanannya memegang pulpen, gila beberapa hari gak liet wajah Naira, kenapa semakin cantik aja ya? Apa cuma gw aja yang punya pikiran kaya gitu ya? Tapi kenapa sampe sekarang gw belum juga tahu ya ada hubungan apa antara Naira dengan Pram yang sebenarnya? Anak dari ayah angkat ku itu, jika ayah sudah tahun hubungan yang terjalin di antara ke duanya, apa yang akan ayah perbuat?


Sedangkan Daren tidak tahu jika sedari tadi Ratna terus memperhatikannya, mau apa sih Daren sampe segitunya lietin Nai? Gila aja, ini gw loh, ada gw di dalam kelas... lu malah dengan berani natap itu bocah sampe segitunya! Heloooow, dasarrr cewek gatell mau coba godain cowok gw lu ya? Heh, no wey! Lu akan berhadapan dengan gw Nai!


Sudah jelas jelas Daren yang memperhatikan Naira, Daren yang tidak bisa melepas pandangannya dari Naira, justru Ratna menutup matanya dengan menuduh dan melimpahkan kesalahan pada Naira.


Hingga jam pelajaran usai, jam istirahat pun tiba.


"Kantin yuk!" Ajak Novi pada Naira dan Serli.

__ADS_1


"Boleh lah!" Seru Serli, "Kebetulan gw juga udah laer nih!"


Mereka bertiga berjalan ke luar menuju kantin.


Sedangkan dari belakang nampak Daren yang sedang di gandeng lengannya oleh Ratna yang juga ingin ke kantin.


Daren menatap Naira dalam diam, kasian Nai harus jalan pake bantuan tongkat penyanggah, kalo gak ada Ratna... udah pasti lu gw gendong buat ke kantin Nai.


Tanpa di undang, aku merasa kebelet ingin buang air kecil, duh, gw kebelet lagi! "Kalian duluan aja deh!" Seru ku saat di pertigaan jalan.


"Loh terus lu mau kemana? Kan kita mau ke kantin!" Oceh Serli yang menarap Novi.


"Gw ke toilet dulu, kalian duluan aja... sekalian gw pesenin bakso ya! Gak pake mie loh, gw lagi pengen baksonya aja yang super pedes ya!" Seru ku yang melangkah ke lorong toilet putri.


"Oke lah kalo gitu!" Seru Novi.


"Perlu gw temenin gak?" Tanya Serli.


"Gak usah, gw bukan anak tk!" Aku melambaikan tangan ke atas tanpa menoleh ke belakang, di kata gw anak kecil apa, kalian sama aja kaya ka Pram! Pasti itu rubah masih di dalam pesawat.


Daren menatap Naira yang berbelok ke arah toilet putri.


Daren membatin, ko Nai pake belok sih!


Ratna berseringai, kesempatan emas.


Ratna yang melihatnya pun kini berbisik di telinga Daren, "Sayang, aku ke toilet dulu ya! Kamu duluan aja!" Ratna mendorong tubuh Daren biar tetap berjalan menuju kantin.


"Ya udah, aku duluan." Daren tetap melangkah tanpa menaruh rasa curiga pada Ratna.


Ratna melangkah ke toilet putri, akhirnya datang juga kan! Liet lu Nai, lu pikir lu siapa... baru masuk lagi udah ngerebut perhatian Daren dari gw!


Ratna masuk ke dalam toilet putri, terlihat 4 pintu kamar kecil yang tertutup.


Cepet banget sih itu anak, di pintu yang mana lagi itu dia!


Telinganya tajam untuk mendengar gemericik air dari dalam bilik kamar mandi.


"Itu pasti dia! Kena lu, Nai!" Gumam Ratna dengan tangan mengambil ember yang ada di sudut ruang.


"Pas banget!" Ratna melihat ember kecil itu yang berisi air kotor sisa ob sekolah yang tadi habis mengepel lantai.


Byuuuur.


"Aaaakh! Gila, sintingg... siapa si lu!!!"


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2