
...💖💖💖💖...
Pram membawa ku dalam gendongannya.
"Kita sarapan dulu, ya!" Seru Pram dengan suara lembutnya.
Selama di jalan menuju ruang makan dengan menggunakan lift, aku diam sambil terus berfikir dan tanpa sadar rupanya aku memperhatikan wajahnya yang tampan.
Aku tidak bisa mengerti sebenarnya apa maunya ka Pram ini dari ku ya? Kadang dia bersikap lembut, bicara pun lembut, tapi dia juga kadang bisa berbuat kasar dan ucapannya yang tajam. Sebenarnya pria seperti apa ka Pram ini? Apa dia menginginkan ku karena hatinya atau karena dendamnya pada papa ku? Dendam yang seharusnya tidak ada, karena aku yakin papa ku pun tidak pernah berbuat kesalahan padanya, di sini hanya ada kesalah pahaman hingga aku terjerumus dalam ikatan pernikahan paksa ini.
"Naira, untuk beberapa hari ke depan kau tidak perlu masuk sekolah!" Seru Pram sambil melangkah masuk ke dalam lift, namun tidak mendengar jawaban dari Naira.
Saat pintu lift terbuka, Pram memanggil nama Naira namun tidak juga dapat tanggapan dari gadis manis yang masih hanyut dengan wajah rupawan Pram, "Naira!"
Pram menghembuskan nafasnya yang segar ke wajah ku hingga aku pun menolehnya, "Huuufh."
"Ada apa?" Cicit ku dengan polosnya lalu menghirup nafas, lelahnya punya asma yang sedang kumat, ingin bicara banyak pun harus ku tahan.
"Kau sedang memikirkan apa? Hem! Ku panggil sampai tidak mendengar." Ucapan Pram lebih terdengar manusiawi, tidak ada datarnya.
"Aku?"
"Iya, diri mu."
Tanpa terasa aku sudah ada di ruang makan, pak Dedi memundurkan kursi untuk aku duduki.
Pram duduk di kursinya dan semua maid langsung ke luar dari meja makan tinggal lah aku, Pram dan pak Dedi yang berdiri di pojok sudut ruang
Kali ini aku di buat terhenyak lagi, Pram pria dingin, kaku, keji kini tengah menyendokkan nasi dan lauk ke piring ku.
__ADS_1
"Kau harus makan yang banyak, ingat itu dapat membuat mu pulih lebih cepat." Seru Pram sambil menyendokkan hidangan ke piring ku, biar aku cepat merasakan tubuh mu Nai, jangan menyiksa ku terlalu lama dengan sakit mu ini, aku hanya menginginkan mu, tidak dengan wanita lain.
Aku menatap Pram, "Aku bisa mengambilnya sendiri!" Aku sedang bermimpi atau apa ya? Ka Pram melakukan semua ini untuk ku?
"Tidak perlu, kali ini kau harus patuh pada ku! Atau kau mau aku melakukan hukuman mu sekarang juga?" Ancam Pram.
Ku jawab dengan cepat, "Tidak perlu." Berani beraninya mengatakan itu di saat masih ada orang, membuat ku malu aja, tapi apa pak Dedi mengerti ya apa maksud hukuman yang di katakan ka Pram ini?
Pak Dedi membatin dengan berusaha menahan tawanya saat mendengar pak Pram bicara secara gamblang tentang hukuman Naira, sepertinya Tuan Pram sudah sangat mendambakan malam pertama dengan Nona Naira.
Aku melirik pak Dedi yang terlihat menahan tawa, tuh kan benar pak Dedi mengerti apa maksud ka Pram, keterlaluan ini rubah tua eh rubah mesum.
Pak Dedi yang dari tadi memperhatikan sikap Tuan nya Pram hanya bisa merasakan kehangatan yang dulu sempat hilang dan kini kehangatan itu kembali lagi pada diri Tuan nya. Perubahan sikap Pram terjadi sejak kehadiran Naira.
Pram menggeser kursinya lebih mendekat ke kursi yang sedang aku duduki.
Mau apa lagi rubah mesum ini? Di saat aku ingin mengambil piring ku, malah di tahan oleh Pram.
"Aku bisa makan sendiri, ka Pram juga tidak perlu menyuapi ku!" Bantah ku, entah kenapa aku jadi punya pikiran jelek padanya.. enggan rasanya di suapi oleh ka Pram, aku takut ada pamrih dan ka Pram melakukan ini semua tidak lah dengan gratis.
"Aku tidak pernah mendengar ada kata penolakan dari siapa pun itu Nai termasuk diri mu!" Seru ka Pram dingin dengan sorot mata tajam.
Ku tatap tajam matanya, baru juga di bilang ada pamrih ini rubah mesum, ngomongnya udah dingin lagi, dasarrr kanebo kering.
Akhirnya aku dan ka Pram makan dengan menggunakan sendok yang sama, dari piring yang sama, sweeet kaaaan hahaha, romantis tapi bisa irit cuci piring juga itu maid.
Ka Pram menyuapi ku dengan telaten, baru tahu aku rubah tua ini bisa sabar juga dalam menghadapi sikap ku, berkali kali aku ingin menyudahi sarapan, berkali kali pula ka Pram tetap menyodorkan sendok dengan berisi makanan di depan mulut ku.
Pak Dedi hanya bisa membatin saat dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan Pram yang sedari tadi sudah menyiapkan makanan hingga menyuapkan makan ke mulut Naira sungguh langka pemandangan yang ada di depan nya ini, aku berharap Tuan Pram dan Nona Naira bisa terus bersama seperti ini, semoga saja Nona Naira bisa bersabar untuk membawa perubahan yang jauh lebih baik untuk kehidupan Tuan Pram.
__ADS_1
Pukul sembilan pagi, ka Pram langsung membawa ku ke taman belakang, itu pun karena aku yang terus merengek minta di bawa ke luar dari kamar.
Mungkin bagi ka Pram, aku ini cewek bawel... sebodoh lah dia mau berfikir aku ini apa, asal aku bisa ke luar dari kamar, karena dalam otak ku ini jika aku terus berada dalam kamar dan hanya berdua dengannya yang ada bisa bisa aku di terkam ini sama ka Pram, secara ka Pram itu singa alias pemangsa dan aku buruannya hahahaha jaharanya diri ku mengibaratkan suami sendiri seperti binatang buas, aku binatang imut.
Dengan di gendong ka Pram akhirnya aku bisa berada di taman yang terdapat kolam renang di sisi kanan dan taman bunga mawar di sisi kirinya.
"Ini siapa yang menanamnya, ka?" Tanya ku riang, saat ka Pram mendudukan ku di ayunan yang terbuat dari ayaman rotan.
Pram menatap gemas pada Naira, hanya di bawa ke taman saja sudah sesenang ini? Dasar bocah bawel, saking saja huh.
Pram menjawabnya dengan ketus, "Bisa kan tidak banyak bertanya! Cukup diam dan nikmati saja pemandangan yang ada di depan mata mu!" Berada dalam kamar jauh lebih bagus untuk kesehatan mu!
"Ihs, nyebelin banget si!" Mata ku menatap mawar putih sedang mekar yang ada di taman, kayanya kalo di petik itu bunga bagus deh.
Pram berdiri di samping ayunan dengan tangan kiri mengayunkan ayunan yang sedang aku duduki, sedangkan tangan kanannya berada dalam saku celana yang ia kenakan.
"Ka Pram!" Panggil ku.
"Apa?" Tanyanya datar dan jutek.
Aku menunjuk ke arah taman yang terdapat mawar putih, "Aku mau itu! Boleh kan?" Pinta ku dengan wajah seimut mungkin.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut.
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1
Makasih banyak udah mau baca.