Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Keiko Hana


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram mengerutkan keningnya, mendengar ocehan batin Takeshi, sejak kapan Takeshi menyukai Naira? Aku tidak bisa berlama lama di Jepang, jika tidak... aku takut Takeshi akan bertindak jauh seperti Daren!


"Jaga sikap mu! Biar begitu... ini adalah kaka ipar ku!" sungut Takeshi dengan tatapan tajam mengarah pada wanita yang ada di sampingnya.


"Ka Pram! Apa mungkin wanita yang ada di depan ku ini kembaran ku yang terpisah jauh? Tapi seingat ku, mama tidak pernah berkata jika aku punya kembaran" Naira menarik jaket yang Pram kenakan.


"Tidak usah perdulikan itu, kau memang tidak kembar. Hanya ke betulan saja kalian memikili wajah yang sama, tapi tingkah laku dan sifat kalian cukup berbeda." terang Pram.


"Permisi Tuan, minuman dan cemilan yang anda pesan." ucap pelayan wanita dengan meletakkan minuman yang di pesan Pram, nampak gundukan kembar si pelayan terlihat menyembul, saat tubuhnya condong ke depan.


Naira menelan salivanya dengan sulit, astaga apa apaan ini, pelayan ini sadar gak sih, jika perbuatannya bisa memancing nafsuuu pria yang melihatnya, aku malah jadi risih kan, jatuh harga diri ku sebagai wanita!


Pram menutup ke dua mata Naira dengan telapak tangannya, "Kalo begitu jangan kau lihat, sayang!" ucap Pram dengan lembut.


"Apa ada yang salah, ka Pram?" tanya Takeshi dengan wajah bingung menatap Pram dan Naira bergantian.


Pram memberi kode pada pelayan wanita, untuk meninggalkan meja nya, dengan kibasan tangannya.


"Ganti kostum pekayan mu itu! Tidak enak di lihat!" ucap Pram dengan ketus, mewakili Naira untuk berkata.


"Bukan tidak enak di lihat, mata ku tercemar! Itu tidak pantas, jika wanita itu memperlihatkan bentuk tubuhnya di depan laki laki yang bukan muhrimnya." Naira menyingkirkan tangan Pram dari matanya, ia menatap nyalang Takeshi.


"Munafik!" sungut wanita yang duduk di samping Takeshi.


Plak.


Takeshi melayangkan tamparan di pipi kanan wanita yang mengatai Naira munafik.


Naira menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya, "Akhh!" pekik Naira yang tidak menyangka, jika Takeshi akan semudah itu main tangan pada wanita.

__ADS_1


Pram menatap tajam Takeshi, "Jaga sikap mu, Takeshi!" ucap Pram dingin.


"Maaf ka, aku rasa wanita ini perlu aku beri pelajaran, untuk bisa menghargai kaka ipar." ucap Takeshi, dengan menatap Keiko Hana dengan tatapan membunuh.


"Apa yang ingin kau bicarakan! Katakan lah! Aku tidak bisa membiarkan, istri ku berlama lama di sini!" sungut Pram dengan tegas, membuka tutup botol mineral yang ia pesan untuk Naira.


Pram menyodorkan botol mineral, yang sudah ia buku tutupnya pada Naira. Naira meminumnya dengan menatap Pram.


Naira membatin, ka Pram, aku tidak nyaman berada di sini... aku merasa ada yang aneh dengan Takeshi. Bisa kan kita segera pulang saja? Tapi aku juga penasaran, dengan wanita yang wajahnya mirip dengan ku!


Pram berbisik di telinga Naira, "Aku tahu itu, kau tenang saja! Kita di sini hanya sebentar." ucap Pram dengan menggenggam Naira, tangannya tetap merangkul bahu Naira.


"Ehem, jadi begini ka... bagai mana jika kaka ipar mengajari ku untuk membuka kedai." ucap Takeshi dengan tatapan penuh harap pada Pram.


Pram mengerutkan keningnya, "Kau mau membuka kedai? Bukannya membuka bar, jauh lebih menguntungkan untuk mu? Sejak kapan... kau tertarik dengan kedai?" Pram menatap tidak suka pada Takeshi.


"Sejak aku mengenal Keiko Hana, wanita yang mampu mengalihkan kan dunia ku, ka." Takeshi menatap Keiko Hana dengan mata yang berbinar.


Keiko Hana menatap sinis Takeshi, sejak kapan aku mengalihkan dunianya? Yang ada, kau membuat hari ku kacau! Pekerjaan ku kacau! Kau pengganggu dalam hidup ku.


Keiko Hana menatap Takeshi dengan wajah datar, gila ini cowo cepat bangat berubahnya. Tadi aja nampar pipi gwe, sekarang dia bilang mau gwe belajar mengurus kedai? Yang benar aja, gwe punya modal dari mana buat buka kedai? Ide lo gak masuk akal Tuan Mafia! Pekerjaan gwe justru lebih menjanji kan, buat ke langsungan hidup gwe.


Pram menatap datar Keiko, jadi wanita itu sudah tahu jika Takeshi seorang mafia? Menarik... aku harap dengan adanya Keiko, bisa membuat Takeshi mengalihkan perhatiannya pada Keiko, dan menjauhi Naira! Jika tidak ingin ada pengibaran bendera perang di antara kau dan aku, Takeshi!


"Jadi nama mu Keiko Hana, nama yang indah. Apa kamu ini berasal dari Jepang? Atau kamu dan aku sama sama orang Indonesia?" Naira menyerahkan botol mineralnya pada Pram.


Pram menaruhnya di atas meja. Pram menuangkan bir dari botol ke dalam gelas yang ada di hadapan nya.


"Hei kalian! Mana minuman untuk ku! Apa kau ingin membiarkan aku hanya menatap kaka ku minum?" sungut Takeshi menatap kesal, bartender yang kini berada di belakang meja minuman.


Naira menggelengkan kepalanya melihat tingkah Takeshi yang jauh dari ia kenal selama ini, pemarah!

__ADS_1


Dengan gerakan tangannya, bartender memanggil pelayan wanita yang berada tidak jauh dari nya berada.


"Aku, Keiko Hana berasal dari Jepang. Jadi anda ini berasal dari Indonesia?" tanya Keiko dengan tatapan tidak suka pada Naira.


"Anda betul sekali. Tapi aku masih heran, kenapa kau dan aku bisa memiliki wajah yang sama ya?" Naira memperhatikan Keiko Hana, wajah boleh sama, tapi kalo di perhatikan dengan seksama, buah dadanya jauh lebih besar dari milik ku, aku rambut hitam panjang, sedangkan Keiko pirang dan panjang sebahu. Keiko Hana sangat berani dalam berpenampilan, berbeda dengan ku!


"Naira ini istri ku! Pramana Sudiro. sedangkan kau, apa kalian berencana... untuk menikah? Menyusul kami yang naik ke atas pelaminan!" ujar Pram dengan menatap Takeshi tajam.


Keiko Hana membola, "Apa? Naik pelaminan? Aku dan Tuan mafia menikah? Oh tidak, itu sama saja dengan kiamat untuk ku!" gumam Keiko Hana dengan mengerdikkan bahunya, saat menatap malas Takeshi.


Pram menyeringai dengan menatap Takeshi, apa Takeshi sama dengan ku? Tidak tahu cara nya mendapatkan hati wanita yang ia cintai?


Kini Pram menatap Naira, tapi aku dan Naira juga tidak ada cinta kan di awal pernikahan! Hanya ingin membalas dendam, siapa sangka dendam ku berakhir dengan cinta, hanya kau lah... wanita yang bisa mengobrak abrikkan hati dan perasaan ku!


Takeshi berkata di telinga Keiko Hana dengan penuh penekanan, "Apa kau bilang? Kiamat bagi mu? Harusnya kau bersyukur, aku masih mau memungut mu, membawa mu ke luar dari lingkar hitam... protitusiii yang membuat tubuh mu, di jajahiii oleh pria pria tua hidung belang!"


Naira mengerutkan keningnya, apa yang mereka bicarakan?


"Aku tidak meminta mu untuk membawa ku ke luar dari pekerjaan ku! Aku senang melakukan itu! Kenapa jadi aku yang harus merasa bersyukur! Maaf aku harus pergi!" Keiko Hana beranjak dari duduknya, dengan menatap kesal Takeshi.


Seketika nampak ketegangan di antara Takeshi dan Keiko Hana.


"Maaf, aku tidak bisa lebih lama lagi. Senang mengenal anda, Nona!" Keiko Hana membungkuk hormat pada Naira dan Pram, dan mengayunkan langkah kakinya


Grap.


"Aku belum menyuruh mu untuk meninggalkan tempat ini!"


......................


...💖 Bersambung 💖...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭


Makasih yang sudah dengan setia membaca sampe sekarang 😊😊


__ADS_2