Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Cemas bercampur panik


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram turun dari mobil setelah pintu di bukakan oleh Dedi.


Ucapan selamat malam yang di ucapkan Dedi pun di abaikannya, Pram hanya diam dengan raut wajah yang masih merah padam.


Dedi hanya menghela nafas tanpa berani bicara lagi, tau mood Tuannya sedang tidak bagus, apa yang terjadi ini? Sepertinya Tuan sedang tidak baik baik saja!


Lantas Pram berjalan ke arah ku dan menggendong tubuh ku, melangkah kan kakinya memasuki lift.


Ku kumpulkan semua keberanian ku untuk bertanya padanya, "Apa bapak marah pada ku?" Tanya ku.


'Apa aku terlihat marah pada mu?" Pram balik bertanya tanpa mau melihat ke arah ku.


"Kenapa bapak masih bertanya? Kan bapak sendiri yang tau jawabannya, apakah bapak marah pada ku atau tidak!"


Pram diam lagi, bibirnya tetap rapat seolah tidak ada kata yang ingin di ucapakannya pada ku.


"Maaf untuk kesalahan hari ini yang sudah saya perbuat, pak!" Seru ku dengan wajah merunduk.


Ting


Lift terbuka dan Pram melangkahkan kakinya menuju kamar.


Pram mendudukan ku di atas kasur.


"Tunggu di sini, ada yang ingin aku tanyakan pada mu!" Serunya yang lantas menghilang di balik pintu bathroom.


"Gak mungkin kan kalo pak Pram mandi lagi? Boros air yang ada." Gerutu ku.


Ku buka paper bag yang ada hapenya ini, ku ke luarkan hapenya dari dalam dus.


"Bodohnya aku, ku simpan di mana ya hape yang hancur itu? Kartu simnya kan masih bisa di gunakan!" Seru ku.


"Hooooooam." Aku menguap saking ngantuknya.


Aku bermonolog sendiri dalam hati, sabar Nai, kau itu kan belum bilang sama pak pram untuk besok izin masuk sekolah. Paling sebentar lagi pak Pram akan ke luar dari bathroom, terus tinggal bilang deh sama pak Pram.


Di tempat lain, di dalam bathroom.


Pram berdiri di depan cermin dengan ke dua tangan bertumpu pada pinggiran westafel.

__ADS_1


"Apa gadis kecil itu serius dengan perkataannya? Dia mau belajar untuk menjadi istri ku? Istri yang baik untuk Pramana Sudiro? Lalu untuk apa dia menolak hape yang akan aku belikan itu jelas jelas aku lihat sendiri jika dia menyukainya.


Penolakan yang di lakukan Naira membuat harga diri Pram merasa terluka apa lagi Naira menolaknya di depan orang meski hanya di depan seorang karyawan.


Pram membasuh wajahnya dengan air yang ke luar dari keran.


"Aku harus tahu apa alasan bocah itu, berani dia menolak ku belikan hape!"


Pram mengelap wajahnya yang basah dengan handuk yang tersampir dan mengeringkan wajahnya lalu melempar handuk itu ke keranjang yang ada di sudut ruang.


Krek.


Pintu bathroom terbuka, ia lihat wajah Naira yang tertidur pulas dengan posisi duduk bersandar pada kepala ranjang. Dengan memangku dus hape yang baru saja Pram belikan untuknya tadi.


Pram berdiri di depan Naira, "Tadi kan sudah ku ingatkan, untuk menunggu ku! Kenapa dia sekarang malah tidur!"


Tangan kanan Pram terulur menyingkir anak rambut dan melihat wajah ku yang terlelap, ah aku jadi tidak tega untuk membangunkannya.


Pram mengambil dus dan hape yang ada di pangkuan Naira. Ia letakkan di atas gupet kecil yang ada di samping tempat tidurnya.


Dengan tangannya, Pram membenarkan posisi tidur ku, "Aku masih punya hati kan! Dasarrr gadis kecil, bisa bisanya kau tidur duluan tanpa menunggu ku! Lihat saja hukuman apa yang akan kau terima besok!"


Jam setengah 5 lewat aku sudah bangun.


Ku lihat pak Pram yang tengah tidur dengan satu tangan melingkar di pinggang ku.


Ku singkirkan perlahan tangan pak Pram, "Maaf ya pak, tapi aku harus bangun dan bersiap dulu...semoga aja bapak tidak melarang ku untuk berangkat ke sekolah."


Ku berjalan ke arah bathroom dengan menyeret kaki kiri ku ini, lalu ku basuh wajah ku, ku gosok gigi, tidak lupa aku seka bagian tubuh ku dengan handuk kecil yang sudah ku basahi dengan air.


Dengan jubah mandi aku berjalan menuju walk in closed.


Ku pakai seragam sekolah ku yang memang sudah di siapkan segala kebutuhan ku oleh pak Pram.


"Kalo gak salah ada di sini deh." Ku cari benda yang akan aku gunakan sebagai muslim saat beribadah.


Akhirnya benda yang aku cari ketemu, ku gelar sajadah dan ku siapkan kursi untuk ku duduki.


Sebagai ganti berwudhu karena kaki kiri ku yang masih di gips dan tidak boleh kena air, akhirnya aku pun melakukan tayamum.


Tayamum adalah cara bersuci dengan menggunakan debu sebagai pengganti wudhu.

__ADS_1


Lalu ku pakai mukena baru lah aku duduk di kursi dengan menghadap kiblat.


Dalam ajaran islam, sholat yang aku jalani di perbolehkan dan bahkan ada hadisnya.


Dengan posisi mata yang masih terpejam Pram meraba raba tangannya mencari keberadaan ku.


Anak itu kemana?


Pram membuka mata namun tidak melihat keberadaan ku.


"Ah ****, apa mungkin dia kabur?" Pram bangkit dari tempat tidur dan berlari ke arah pintu.


Dengan cemas bercampur panik Pram menuruni anak tangga dengan berlari, yang ada dalam pikirannya ada menemukan Naira.


"Awas saja kalo sampai anak itu kabur!" Serunya dengan mengepalkan ke dua tangannya.


Dedi Mengerutkan kening saat melihat Tuannya Pram menuruni anak tangga dengan berlari, "Ada apa dengan Tuan Pram?"


Dengan nafas yang ngos ngosan, Pram bertanya pada Dedi saat sudah berdiri di depan pria paruh baya yang bertugas sebagai kepala pelayan, "Apa kau melihat Naira ke luar dari rumah?"


"Ke luar dari rumah? Nona Naira bahkan belum ke luar dari kamar, Tuan!" Seru Dedi.


"Apa kau yakin?" Tanya Pram dengan mata memicing.


"Yakin, Tuan... memangnya Nona Naira kenapa Tuan?"


"Saat aku bangun tadi, dia sudah tidak ada di kamar." Ujar Pram.


"Apa anda sudah mencari Nona di kamar dengan benar, Tuan? Mungkin saat anda mencari ada ruang yang terlewatkan!"


Pram merutuki kebodohannya sendiri, bodoh... aku mana sempat kepikiran untuk mencarinya di kamar, aku langsung berlari dari kamar seperti orang bodoh saat aku tidak mendapatinya di atas tempat tidur.


Pram memukul udara dengan tangan kanan yang terkepal, "Ah sialll." Pram menaiki anak tangga dengan berlari, kenapa aku tidak mencarinya dulu di kamar, bodoh bodoh, awas kau gadis pembuat onar, ku habisi kau saat ini juga!


"Hah, Nona Naira ini, wanita pertama yang bisa membuat Tuan Pram sampai seperti itu!" Dedi menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Pram.


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊

__ADS_1


No komen julid nyelekit


__ADS_2