Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Berpura pura tegar


__ADS_3

...💖💖💖...


"Apa Nona Naira ada di dalam, Tuan?" Tanya pak Dedi penasaran dengan raut wajah Pram yang kini bercahaya terang.


Haikal membatin, pasti Nona Muda ada di dalam ini mah.


"Kalian enyah dari sini!" Pram mengusir pak Dedi, Haikal dan Dega dari dalam kamar dengan mendorong ke 3 nya ke luar dari kamar.


Pram menutup pintu dengan cepat.


"Apa yang akan terjadi pada, Nona?" Tanya pak Dedi pada Haikal dan Dedi yang kini saling bertatapan.


Haikal mengerdikkan bahu, "Paling Nona tidak bisa berjalan!" Seru Dedi.


"Tuan tidak akan menghabisi, Nona kan?" Tanya Dega.


Pak Dedi membatin, rasanya tidak mungkin jika Tuan Pram akan menghabisi Nona Naira, secara aku yakin tadi aku melihat ada cinta di mata Tuan untuk Nona Naira.


"Yah kita lihat saja besok pagi, apa yang akan terjadi pada Nona." Haikal hendak melangkah meninggalkan kamar itu.


Cekrek.


Pintu di buka lagi oleh Pram.


"Apa Tuan membutuhkan sesuatu?" Tanya pak Dedi.


Haikal kini memutar badannya melihat Tuannya yang masih berdiri di depan pintu.


"Malam ini, aku tidak ingin di ganggu! Kalian mengerti!" Seru Pram.


Pak Dedi membuang nafas lega, saya pikir apa!


Haikal dan Dega menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Beres Tuan, tidak akan ada yang mengganggu Tuan." Oceh Haikal.


Kini Pram menutup pintu kamar itu kembali lalu mengunci pintu itu.


Haikan tersenyum puas, "Sepertinya kita harus meninggalkan kamar ini, sebelum telinga ku tercemar dengan suara saytan yang menjerumus dosa."


"Hah, dasar jomblo... cari pacar sana!" Seru Dega.


"Sesama jomblo, di larang mendahului!" Gerutu Haikal dengan meninggalkan kamar yang ia yakini akan menjadi saksi penyatuan Tuannya dengan Nona Mudanya.


"Dasar kalian aneh!" Pak Dedi berjalan ke arah sebaliknya.


Setelah menutup pintu, kini ia bisa merasakan ketenangan dalam hati kecilnya. Hati kecilnya merasa terbebas dari himpitan batu besar. Pasalnya saat ia tidak menemukan keberadaan Naira tadi, ada rasa sesak yang ia rasakan dalam hati kecilnya, menyeruak dan di liputi rasa takut di tinggalkan oleh Naira.


Ia membuka bajunya hingga bertelanjang dada. Melepas sepatu yang ia kenakan, membuka celana panjangnya dan hanya meninggalkan celana boxer yang melekat pada tubuhnya.


Pram mengeringai membuka perlahan pintu bathroom. Kaki yang tadi ia lihat menjulur ke atas, masih nampak tidak bergeming dari posisinya, hanya saja kini ia melihat kepala Naira yang menyembul dari dalam bathtub dengan rambut yang basahhh.


Pram melangkah dengan perlahan, kali ini... maaf sayang, kau sudah keterlaluan dan aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja. Kau perlu aku beri pelajaran yang akan membuat mu terbuai dengan sentuhan ku.


Tangan ku berusaha menyingkirkan tangan besar yang kini menutupi ke dua mata ku, "Hai! siapa kamu? Apa yang kau lakukan! Cepat lepaskan tangan mu ini dari mata ku!" Aku berseru dengan dada yang naik turun.


Gila aja masih ada orang yang berani menerobos masuk di saat aku tengah berendam dan tubuh ku polos tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh mulus ku.


Pram hanya menyeringai ingin mendengar apa yang akan ke luar dari bibir mungil Naira.


"Hai, bodohhhh... singkirkan tangan mu ini! Mau ku beri pelajaran kau ya! Hai! Kau tidak tahu siapa aku?" Aku berteriak meminta orang yang menutup mata ku ini menyingkirkan tangannya, tapi sayangnya orang ini tidak juga mau mendengarkan perkataan ku.


Tangan ku meraba ke belakang, berusaha menggapai orang yang dengan berani mengganggu acara berandam ku, ah apa ini?


Ke dua tangan ku menggapai kepala orang itu, ku raba wajahnya, aku tahu ini wajah siapa! Aku kenal betul wajah ini! Wajah yang sering kali aku tatap di kala malam, wajah yang aku curi untuk menyentuhnya di kala sang pemilik sudah terlelap.


"Ka Pram!" Seru ku, yang kini membiarkan orang itu menutup mata ku, "Ini kau kan? Untuk apa kaka di sini? Bukan kah kaka lagi bersenang senang dengan wanita mu itu ka?" Ucap ku ketus dengan bibir yang mengerucut.

__ADS_1


Pram mengerutkan keningnya, kenapa bocah ini bisa berbicara begitu?


"Sudah lah ka, jangan pikir aku akan sedih dengan kelakuan kaka ini! Itu tidak akan mempan, tidak akan membuat ku sedih! Kaka pergi saja gih!" Seru ku dengan sinis.


Pram menarik sudut bibirnya ke atas, apa yang dia katakan, itu kebalikan dari apa yang ingin hatinya katakan. Pintar sekali anak ini, mau berpura pura tegar di hadapan ku ya? Heh, tidak bisa! Pram di lawan, dasar bocah nakal.


Pram menyingkirkan tangannya dari mata Naira. Dia mendudukan dirinya di pinggiran bathtub dengan tangannya yang mengucurkan air dari dalam bathtub ke bahu mulus Naira.


Ku geser tubuh ku semakin dalam ke air dengan satu tangan menutupi buah kembar ku.


"Ihs, pergi sana ka! Risih tau!" Ku cipratkan air agar ka Pram menyingkir dan menjauh dari ku, kalo begini caranya gimana aku bisa ke luar dari bathtub, mana aku gak pake apa apa, rejeki nomplok buat ka Pram kalo sampe dia ngeliet tubuh ku ini, musibah buat ku di lihat sama orang yang mata keranjang model ka Pram.


Pram memegang tangan ku dan menahannya, "Jika aku tidak mau pergi! Kau mau apa? Hemmm!" Ka Pram berkata dengan nakal lalu mengedipkan satu matanya ke arah ku.


"Ihs, kaka sakit mata ya?" Tanya ku polos.


Pram tercengang dengan menatap tubuh Naira penuh nafsuuu dan hasrattt untuk menerkamnya, aku sakit mata karena tubuh mu yang tanpa sehelai benang ini, Nai!


Ka Pram ngelietinnya serem bener, kalo kata orang mah itu muka mupeng kali ya? "Udah sana, pergi!" Seru ku mengusir ka Pram untuk pergi dari bathroom.


Pram menatap kaki Naira dengan tajam yang di gips, jika aku melakukannya di dalam bathtub, itu akan membuatnya ke sulitan, ruang gerak ku pun akan terbatas. Aku harus mencari cara agar ia merasa nyaman saat aku melakukannya.


Mulut ku komat kamit melihat ka Pram yang menatap tajam ke arah kaki ku yang masih di gips, apa yang rubah mesum ini pikirkan? A- apa ka Pram lagi punya pikiran mesum?


Otak jail ku terpanggil, sebelum aku yang di lahap, lebih baik aku lakukan, hehehe.


Dengan ke dua tangan ku bertumpu pada dasar bathtub, ku miringkan tubuh ku ke arah ka Pram dan ku dorong dada ka Pram dari tepian bathtub.


Bugh.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2