Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Video call


__ADS_3

...💖💖💖...


Aku mengerdikkan bahu ku,


"Mungkin, hanya dia yang tahu!" Seru ku melanjutkan makan sandwich tuna yang tadi sempat terhenti.


Dreeet dreeet dreeet.


Panggilan masuk lagi tapi kali ini video call.


Aku menghembuskan nafas ku dengan kasar, malas lah kalo di angkat cuma dengerin ka Pram marah marah.


Aku pun mengabaikan panggilan video call ka Pram.


Ayu menyenggol lengan Mega dengan sikunya, "Ada yang lagi ngambek nih Mega ceritanya!" Ledek Ayu.


"Iya, baru liet gw... Naira bisa ngambek." Ujar Mega.


"Lu gak takut pak Pram ngamuk, Nai?" Tanya Ayu.


"Ngapain takut, toh orangnya juga lagi di Jepang!" Seru ku dengan acuh memakan sandwich tuna.


Dreeet dreeet dreeet.


Pram kembali melakukan panggilan video call namun lagi lagi di abaikan Naira.


Panggilan itu mati dengan sendirinya. Tidak berselang lama Haikal berdiri di depan meja kasir dengan wajah yang panik.


"Maaf Nona, ini ada panggilan telepon dari bos Pram!" Haikal menyodorkan hapenya pada Naira.


"Ihs, kau ini... ganggu aja!" Gerutu ku namun tetap mengambil hape milik Haikal dan menempelkan pada telinga kanan ku.


Mega dan Ayu saling pandang.


Ayu menyikut tangan Haikal, "Bos lu gak ada buntunya ya, ada aja akalnya." Oceh Ayu.


"Gak di jawab teleponnya sama Naira, dia telpon tuh anak buahnya, hahaha." Mega terkikik.


Haikal menatap tajam Mega dan Ayu, saking saja kalian berdua karyawan Nona Muda, kalo bukan... sudah pasti ku habisiii kalian ini!


Pram mengancam Naira.


[ "Kau jawab panggilan video call ku, atau mau aku langsung terbang ke Indonesia sekarang juga! Memberi mu pelajaran!" ]


"Ihs, makanya kalo mau ngomong di telpon tuh gak usah bawa bawa toa masjid!" Omel ku dan mengembalikan hape itu pada pemiliknya.

__ADS_1


Haikal membungkuk hormat dan kembali ke mejanya.


Memang ka Pram pikir dia siapa? Enak banget kalo ngomong, mau kembali ke Indonesia, kan kasihan pilotnya... baru juga nyampe Jepang udah di suruh balik terbang lagi gitu ke Indonesia cuma gegara gw gak jawab telponnya, kekanakan banget sih itu ka Pram.


"Keren nih!" Seru Ayu dengan mengacungkan 2 jempolnya ke arah ku.


"Apa lagi nih! Mau ikut ikutan!" Sungut ku kesal.


"Bu bos lagi marah, Yu!" Ledek Mega.


Dreeet dreeet dreeet.


Panggilan video call dari ka Pram.


Awas aja kalo sampe marah marah lagi! Hape gak akan gw aktifin, biar tau rasa lo sekalian... nyaho nyaho lo ka!


Panggilan video call aku jawab, menampilkan wajahnya ka Pram di layar hape ku. Ka Pram tidak langsung nyerocos seperti kereta tanpa rem, ia hanya diam memandang wajah ku, entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.


Pram yang sudah berada di dalam mobil duduk bersandar pada sandaran kursi dengan wajah menatap layar hapenya yang menampilkan sosok wanita yang tengah ia rindukan.


Pram menghembuskan nafasnya dengan kasar, aku sangat merindukan mu, Nai!


Karena ka Pram tidak kunjung bicara, akhirnya aku yang bertanya dengan mulut yang masih mengunyah sandwich tuna.


Ka Pram mengerutkan keningnya, [ "Pertanyaan bodohhh macam apa itu?" ]


Mata ku membola dengan senyum mengejek ka Pram, sudah tau aku bodohhhh kenapa juga masih mau bicara dengan ku.


"Huh dasarrr orang pintar... mau aku matikan teleponnya!" Ancam ku.


Sedangkan Ayu dan Mega menyimak tanpa berani mengeluarkan satu kata pun.


[ "Kau itu gede ambek ya! Seperti yang kau lihat, aku sudah menelpon mu, berarti aku sudah landing dan saat ini kami sedang menuju hotel, tempat di mana aku akan menginap." ] Sama seperti biasa, ka Pram berkata dengan datar sedatar jalan beraspal.


"Apa kaka sudah makan?"


[ "Sudah tadi di pesawat, kau sedang makan apa heh?" ]


Aku menunjukkan sandwich tuna yang tinggal sedikit pada ka Pram lewat layar hape, "Aku sedang makan ini, rasanya sangat enak!" Oceh ku dengan mulut penuh dengan sandwich tuna.


Pram diam melihat gerak bibir mungil Naira yang tengah mengunyah sandwich tuna miliknya, bukan tergoda pada apa yang di makan Naira, tapi Pram malah tergoda dengan gerakan bibir pink milik Naira yang tampak menggoda seolah sedang meledek Pram untuk memintanya melumatttt benda kenyal itu.


[ "Apa kau sedang menggoda ku, sayang?" ] Tanya ka Pram pada akhirnya dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


Kening ku mengkerut mendengar pertanyaan ka Pram, "Apa maksud kaka? Siapa yang menggoda? Aku menggoda ka Pram? Heh, yang benar saja ka, yang selama ini tidak tahan dengan tingkah ku, bukan lah aku... tapi emang kaka aja yang suka tergoda dengan ku, huh!" Sungut ku kesal.

__ADS_1


[ "Owh rupanya wanita ku ini sudah pandai menggoda ya!" ]


"Aku tidak pernah menggoda mu ka, aku hanya meledek mu!"


[ "Cepat kembali ke kediaman Pramana, di luar rumah terlalu lama tidak baik untuk mu!" ]


Kening ku mengkerut, apa maksudnya terlalu lama di luar tidak baik untuk ku?


"Apa maksudnya itu?" Bibir ku mengerucut.


[ "Pasti ada banyak pasang mata buayaaa darat yang memandang wajah mu, Nai! Aku tidak suka itu." ]


"Ihs kirain apa, gak ada buayaaa darat ka di sini tuh, semua aman kok. Yang ada itu buayaaa pengganggu?"


Darah Pram langsung mendidihhh mana kala mendengar kata buayaaa pengganggu.


[ "Siapa yang berani mengganggu mu? Apa bocah tengil itu? Biar ku habisiii dia, ku patahkan tulang tulangnya!" ] Seru ka Pram dengan berapi api.


"Ihs, yakin gitu kaka mau mematahkan tulang tulang itu orang? Gak yakin aku tuh." Seru ku meremehkan ka Pram, orang itu diri mu sendiri ka, patahin tuh tulang tulang mu, hahaha.


[ "Memangnya siapa dia sampai aku tidak berani mematahkan tulangnya!" ]


Mega bertanya pada Ayu tanpa bersuara, "Lo tau orangnya?"


Ayu menjawabnya dengan mengerdikkan bahunya, "Gw gak tau, setau gw cuma pak Pram."


"Dia orang yang berkuasa ka, jago bisnis, pebisnis hebat, uuuh hotelnya tersebar ampe ke luar negeri, anak buahnya juga banyak, punya rumah gede, keren deh pokoknya, wajahnya tampan, hidungnya mancung, alisnya tajam, matanya indah, pokonya ----"


Pram yang hatinya sudah di landa api cemburu, langsung memotong perkataan Naira.


[ "Katakan pada ku, siapa orang itu? Berani sekali dia mengganggu wanita ku! Kau juga, berani memuji pria lain di depan ku, awas kau ya berani terpikat pada pria lain!" ]


Ayu membatin, gila pak Pram ceritanya lagi cemburu nih?


Mega membatin, aduuuh Nai... berani banget sih lo ngerjain suami lo sendiri.


Mega dan Ayu saling bersitatap, "Fiks gw tau jawabannya!" Gumam Ayu dengan suara yang pelan.


"Gw juga tau jawabannya!" Gumam Mega dengan suara yang pelan.


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2