
...💖💖💖...
"Apa begini cara mu menyambut ku?" Pram mengatakannya dengan suara yang menggoda di telinga Naira tepat saat Pram berdiri di depan Naira.
Bugh.
Naira memukulll kan kepalannn tangannya pada dada bidang Pram dengan pipi yang mengembung.
Sedangkan Pram tidak bergeming dan sebaliknya menyeringai pada Naira.
"Kenapa gak bilang kalo mau ke sini!" Seru Naira dengan tatapan matanya yang menyipit tajam.
Pram mengatakan dengan suara yang pelan, "Apa aku harus izin dulu jika aku ingin ke tempat di mana istri ku berada?" Pram mengerlingkan matanya pada Naira.
Naira menoleh ke arah pengunjung dan memasang wajah canggung nya saat mendapat tatapan penuh tanya dari pengunjung yang saat itu di dominasi wanita dan remaja putri.
"Hihihi maaf maaf, sudah mengusik ke tenangan kalian!" Seru Naira dengan menggaruk kepalanya dan menunduk hormat pada pengunjungnya.
Pram mengerutkan keningnya melihat sikap Naira yang canggung pada pengunjungnya sendiri atas kehadiran Pram.
Pram menarikkk tangan Naira dengan kepala yang menggeleng, "Tidak ada kata menunduk untuk mu! Ingat status mu sekarang!" Seru Pram dengan suara yang dingin dan wajahnya yang kini berubah menjadi datar.
"Aiih gw gak ikut campur deh kalo udah kaya gini!" Seru Ayu yang langsung ngacir ke dapur.
"Kita kembali!" Seru Pram yang langsung menggendong tubuh Naira dengan tangan kekarnya.
Semua mata pengunjung di buat terbelalak dengan sikap Pram yang menggendong Naira di depan umum membuat semua yang melihatnya merasa iri hati dengan perlakuan manis yang di dapat oleh Naira.
"Ke biasaan!" Gerutu Naira dengan tangan yang mengalung di leher Pram yang kokoh.
"Siapa suruh kau tidak patuh!" Pram melangkah ke arah mobilnya.
Dengan sigap Haikal membukakan pintu mobil untuk Tuan-nya Pram di kursi belakang.
Haikal masuk ke dalam mobil dan mendudukan dirinya di kursi belakang kemudi melajukan mobilnya meninggalkan area parkir kedei.
Tidak lama mobil yang tadi di tumpangi Pram yang di kemudian Dega mengikuti dari belakang mobil yang kini di kemudian Haikal.
"Kenapa kaka menyusul ku sih!" Sungut Naira dalam mood buruk tangannya menyilang di depan dadanya, matanya ia palingkan dari wajah Pram dan memilih untuk melihat ke arah luar, menatap pemandangan yang ada di luar mobil di bawah langit jingga yang tampak memukau.
Pram mengulurkan tangannya dan mendaratkan nya di bahu Naira yang kini duduk memunggunginya, "Kau sedang marah pada ku?" Tanya Pram dengan suaranya yang lembut.
__ADS_1
"Aku gak marah, cuma sebel, kesel, jengkel!" Seru Naira dengan ketus.
"Kalo bicara itu, tatap orangnya bukan tatap jalanan!" Pram menyindir Naira untuk menatap nya.
"Aku sedang tidak ingin! Aku kan sedang kesal dengan ka Pram. Buat apa aku melihat wajah ka Pram!" Seru Naira, aku kenapa juga marah sama ka Pram ya? Tapi ya sudah lah, gara gara ka Pram menyusul, jadi gak seru kan. Gak seru lah, yang ada hati ku panas.
Pram membuang nafasnya dengan kasar, menghadapi sikap Naira yang sedang ngambek dengan alasan yang tidak jelas. Berusaha memaklumi Naira dengan kadar hormon di dalam tubuhnya yang berubah ubah dan tidak stabil.
"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?" Tanya Pram.
"Tidak ada." Jawab Naira dengan ketus.
"Apa kau sudah makan sore ini?" Tanya Pram lagi.
"Gak mood."
"Apa hasil ke putusan yang kau ambil dari meeting kali ini?" Tanya Pram ingin tahu dengan wajah yang serius.
"Nanti juga ka Pram tahu!"
Sreek.
Pram menarik tubuh Naira hingga ia kini berada dalam pangkuannya Pram.
"Aku tidak mengabaikan mu ka! Aku hanya ingin diam tidak menjawab pertanyaan mu, apa boleh aku seperti itu?" Naira bertanya dengan menoleh ke arah wajah Pram.
"Tidak boleh, aku ingin kau menjawab setiap pertanyaan ku!" Seru Pram yang menatap lekat bibir Naira yang pink nampak bergerak gerak.
Haikal melirik sekilas Tuan-nya yang saling tatap lewat kaca spion mobil, waaah mulai ini adegan yang mencemarkan mata dan telinga ku yang polos gw.
"Ka aku -----"
Pram melumattt bibir Naira dalam pangkuannya dan merubah posisi Naira yang kini ia baringkan di atas kursi mobil.
"Ka i-----"
Pram tidak membiarkan Naira untuk berkata dan terus membungkammm bibir mungil itu dengan bibirnya yang menghisapp dalam lidah Naira tangan Pram bergerak liar meremasss si kembarnya Naira yang membusung padat ke atas.
Dengan gerakan yang lambat namun pasti tangan Pram berhasil menyibak kaos yang tengah Naira kenakan hingga menampilkan kulit tubuh atasnya yang masih meninggalkan bekas ke unguan di setiap lekuk tubuh Naira.
Pram menatapnya dengan nanar namun bibirnya terus mengecup dan menghisapp perut Naira yang rata, apa aku sebuas ini saat bermain dengannya?
__ADS_1
"Aaahhhh eeemmmhh, kaaa jangannn." Naira berusaha mendorong kepala Pram untuk menjauh dari perutnya.
Gajluk gajluk gajluk.
Mobil yang di kemudian Haikal melewati polisi tidur yang kecil kecil hingga menimbulkan guncangan dan bunyi gajluk mengusik aktifitas yang tengah Pram lakukan pada Naira.
Pram mengerang kesak, sialll hampir saja aku lepasss kendali ingin menerkammm nya saat ini juga!
Pram membantu Naira merapihkan kaos yang ia kenakan dan merapihkan rambut panjang Naira yang sedikit tidak karuan karena perbuatan Pram.
Pram memangku tubuh Naira di atas ke dua pahanya, ke dua tangan Pram melingkar di perut Naira yang masih rata.
"Kapan kira kira di dalam sini ada penghuninya?" Tanya Pram dengan tangannya yang mengelusss perut Naira yang masih datar.
"Entah lah ka, aku bukan cenayang yang tahu bagai mana dan kapan perut ku akan ada nyawanya dengan benih mu itu ka." Sungut Naira.
"Siapa bilang kau cenayang? Kau hanya wanita yang berharga dalam hidup ku! Perasaan setiap kali aku bermain dengan mu, aku selalu melakukan pelepasannn di dalam sana." Seru Pram yang membuat Naira menoleh ke arah wajah tampan Pram.
"Jika aku wanita berharga dalam hidup ka Pram, lepaskan semua wanita yang berhubungan dekat dengan kaka, wanita lain yang memiliki status kekasih ke dua dan entah masih ada lagi atau tidak." Terang Naira dengan wajah yang serius menatap Pram menanti jawaban yang ke luar dari bibir Pram.
Dalam pandangan Naira yang penuh harap, Naira membatin, ayo ka, katakan kalo kaka bersedia melepasss wanita wanita cantik itu dari hidup kaka, hanya aku satu satunya wanita dalam hidup ka Pram.
Pram tersenyum mendengar perkataan Naira dan batin Naira, sayangnya aku belum bisa mengabulkan ke inginan mu ini, Nai! Jika aku mengatakan pada publik wanita satu satunya dalam hidup ku adalah diri mu. Semakin dekat juga bahaya yang akan mengancam nyawa mu! Sama saja aku membuka peluang untuk musuh musuh ku menyakiti mu, memberi tahu ke lemahan ku pada mereka.
Naira mendorong dada bidang Pram untuk menjauh darinya, aku tahu, seorang pengusaha muda, tampan, kaya seperti mu tidak akan mungkin bisa setia dengan hanya memiliki satu wanita!
Haikal membatin, kenapa tidak Tuan Muda katakan saja, alasan yang sebenarnya biar Nona Muda mengerti. Kalo sudah seperti ini, yang ada hanya akan membuat Nona salah paham dan salah mengartikan alasan Tuan Muda.
"Apa ada yang ingin kau katakan, Haikal?" Tanya Pram dengan tatapan mata yang tajam.
"Tuan lebih tahu apa yang ingin saya katakan, Tuan." Ujar Haikal.
Naira mengerutkan keningnya di buat bingung dengan Pram dan Haikal.
"Kalian tidak usah bermain teka teki dengan ku! Gak mutu!" Ketus Naira
......................
...💖 Bersambung 💖...
...💖💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis author gabut 😊
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉