Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tante Noer


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram menatap Naira dengan tatapan yang sulit di artikan, untuk apa aku cemburu dengan pria yang harusnya kau panggil pak? Aku jauh lebih muda, tampan dari mereka! Aku tidak perlu merasa tersaingi dengan mereka.


Setelah menempuh 7 jam lebih perjalanan udara, kini ke duanya sudah berada di bandara Sukarno Hatta, dengan Dev yang sudah menunggu kedatangan ke dua Tuannya di lobby parkir.


Dev membungkuk hormat, saat melihat Naira yang lebih dulu menghampirinya. Dengan wajah yang cemberut.


"Selamat siang, Nona!" Dev membukakan pintu belakang mobil untuk Nona Mudanya.


"Hem, siang!" gumam Naira dengan senyum yang di paksakan.


Dev langsung menutup pintu mobil saat Naira sudah duduk di dalam nya. Dev melangkah menghampiri Tuannya Pram, yang tidak jauh dari pandangannya.


"Biar saya bawakan, Tuan!" Dev mengambil alih sebuah koper berukuran besar dari tangan Pram, lalu menyeretnya. Mengekori Pram yang jalan lebih dulu darinya.


Dev membatin, harusnya Nona merasa bahagia kan setelah perjalanan panjangnya, tapi kenapa mereka jalan terpisah?


"Kau tidak perlu merasa heran dengan Naira, Dev! Nanti juga dia akan baik sendiri!" ucap Pram tanpa menoleh ke arah Dev.


"Benar, Tuan. Saya pikir Nona akan menyambut hangat ke hadiran saya yang menjemputnya." gurau Dev.


"Jangan mimpi!" gerutu Pram, "Kau masukkan saja kopernya ke dalam bagasi, aku bisa membuka pintu mobil sendiri!" ucap Pram.


"Baik Tuan!"


Sebelum melajukan mobil yang akan ia kemudikan, Dev bertanya pada Pram, dengan melirikkan matanya pada Pram lewat kaca spion mobil.


"Apa kita langsung ke Kediaman Pramana, atau Tuan mau mampir ke mana dulu, mungkin!"


"Kita mampir dulu ke kedai es krim!" Pram menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, dengan tangan yang menarik lengan Naira, membuat Naira menyandar pada dada Pram.


Dev langsung melajukan mobilnya, setelah mendengar perkataan Pram. Meninggalkan area bandara Sukarno Hatta.


"Apa sih ka!" Naira menyingkirkan tangan Pram yang akan merangkul bahunya dengan kesal.


"Menurut lah, sayang! Atau kau mau aku turunkan di sini?" ancam Pram dengan tatapan dinginnya.


"Turunin aja, kalo kaka berani!" tantang Naira dengan menatap nyalang Pram.


"Sayangnya aku tidak akan berani melakukan itu pada mu!" bukan lagi merangkul, tapi Pram kini membawa Naira ke dalam pangkuannya, dengan ke dua tangan besarnya yang melingkar di pinggang Naira.


"Tau gitu ngapain tadi ngancem aku?" Naira mencubit dengan gemas, punggung tangan Pram yang ada di atas perutnya.


"Biar kau menurut, tapi kau tidak mau menuruti ku!" Pram menyandarkan punggung Naira pada dadanya yang bidang.


Naira menolehkan kepalanya, hingga dapat melihat wajah Pram yang terlihat tenang dan damai.


"Kenapa kaka melakukan itu pada ku?" cicit Naira.


Pram mengerutkan keningnya, menatap wajah Naira, membuat ke duanya saling pandang.


"Aku melakukan apa pada mu hem?" tanya Pram dengan lembut, tangannya menggapai dagu Naira, dengan Pram yang semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Naira.


Naira menajamkan pandangannya, sudah tau apa yang akan Pram lakukan padanya, Naira menyeringai.


"Emmmmpphhh."

__ADS_1


Pram melabuhkan bibirnya pada bibir ranum Naira, Naira menggeser duduknya yang semakin membuat senjata Pram tampak mengeras dan semakin mengganjal duduk Naira.


Ke duanya saling menatap, Naira mengerlingkan satu matanya, seolah meledek Pram, aku berhasil, enak gak? Pasti ka Pram merasa tersiksanya, butuh pelepasan ya ka?


Pram melepaskan bibir Naira, dengan gerakan yang cepat, ia merubah posisi pangkuan Naira, dengan saling berhadapan.


Dengan bersemangat, Pram menangkup pipi Naira, melabuhkan kembali bibirnya dengan bibir Naira, melumattt nya dengan perlahan, menerobos mulut Naira dengan gerakan lidahnya, membelittt lidahnya dengan lidah Naira.


Sementara tangan Pram, bergerak liar di atas gundukan kembar Naira, meremasssnya dengan perlahan dan semakin kencang membuat Naira menggeliat.


Ke dua tangan Naira berpijak pada bahu Pram, sesekali kukunya yang panjangnya mencengkrammm bahu yang di lapiskan kemeja dan jaket yang di kenakan Pram.


Dev geleng geleng kepala melihat nya, tau tempat lah Tuan, tidak mungkin kan Tuan dan Nona akan melakukan nya di dalam mobil, saat ini masih ada saya, Tuan.


Pram melepaskan pagutannn nya, sialll... hilang akal aku jika bersama dengan Naira! Sepertinya aku harus menambahkan sedikit sentuhan pada mobil ini! Mobil yang bisa ku jadikan tempat untuk ku dan Naira memadu kasih, tanpa harus di lihat oleh Dev!


Pram menyapu bibir Naira yang basah dengan jempolnya, "Kau sudah nakal sekarang ya!"


"Kaka duluan yang mulai, kaka berbuat jahat pada ku!" Naira menyandarkan dadanya pada dada Pram, memeluk erat pria dewasa yang sudah berhasil memainkan emosinya.


Pram mengerutkan keningnya, "Aku berbuat jahat apa lagi pada mu?"


Dev menepikan mobilnya di sebuah pelataran parkir, "Maaf Tuan, kita sudah sampai!"


"Hem! Kau tunggu apa lagi Dev? Cepat buka pintunya untuk Nona Muda!" titah Pram, yang melihat Dev belum juga turun untuk membukakan pintu untuk Naira.


"Ini saya mau turun, Tuan!" Dev ke luar dari mobil bersama dengan Pram.


Pram menggenggammm jemari Naira, melangkah memasuki kedai es krim yang cukup besar.


"Kedei es krim dan cafe Noer. Apa nama pemilik tempat ini adalah Noer ya ka?" tanya Naira setelah membaca papa nama tempat yang mereka berdua masuki.


"Apa Noer itu salah satu teman ka Pram?" tanya Naira lagi.


"Kami dulu satu kampus, hanya saja berbeda dengan jurusan." jawab Pram.


"Pasti cantik ya ka, yang namanya Noer itu!" Naira mengerucutkan bibirnya.


"Biasa saja."


"Selamat datang Tuan dan Nona!" pelayan wanita yang berdiri di koridor tidak jauh dari pintu masuk, menyambut ke duanya dengan sopan dan hangat.


Naira menyunggingkan senyuman nya pada pelayan wanita itu. Sedangkan Pram hanya menatap datar tanpa ekspresi.


Pram menarik kursi ke belakang, "Kau duduk lah!" ucap Pram.


"Ini tempat udah gede, dekorasinya juga bagus banget ka, rame lagi pengunjungnya." Naira mengedar kan pandangannya ke sudut ruang, nampak pengunjung yang terlihat hampir memenuhi kursi yang ada.


"Silahkan Tuan, buku menunya." ucap seorang pelayan wanita, yang menyerahkan buku menu pada Pram dan Naira, setelah ia berdiri di atara kursi ke duanya.


"Kau mau makan apa, sayang?" tanya Pram dengan hangat.


"Terserah kaka aja lah. Aku bingung dengan nama nama menunya." ujar Naira yang tidak mengerti dengan nama menu yang ada di buku menu.


Pelayan wanita yang berdiri itu memperhatikan wajah Naira dan Pram secara bergantian.


Pria ini kan kalo tidak salah teman nya bu Noer. Namanya siapa ya kalo tidak salah tuh! Pramana, iya kalo gak salah namanya pak Pramana... tapi kalo yang wanita ini... siapanya pak Pramana ya? Apa mungkin mereka pacaran? Tapi tadi pak Pramana ini memanggil nya sayang, mungkin wanita ini adiknya. Ucap pelayan wanita, meski dalam hatinya dengan mengangguk anggukkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah menyebutkan beberapa menu, Pram dan Naira menyerah kan buku menunya pada pelayan wanita itu.


"Mohon di tunggu pesanannya." pelayan wanita itu meninggalkan ke duanya.


"Kaka sering ke tempat ini?" tanya Naira dengan terus memperhatikan tempat yang kini mereka kunjungi.


"Tidak juga."


Beberapa menit menunggu, akhirnya menu yang di pesan datang juga.


"Ini steak ka? Kaka pesan steak? Aku pikir kaka pesan ice krim!" tanya Naira, dengan mulai menyentuh makanannya yang ada di hadapannya dengan garpu dan pisau.


"Kita makan ini dulu, nanti ice krim sebagai menu penutupnya." Pram mengarahkan steak yang ada di garpunya ke depan mulut Naira.


"Ini enak sekali ka! Berbeda dengan steak yang biasanya kita makan." ucap Naira setelah menikmati daging steak yang ada di dalam mulutnya.


"Jelas itu berbeda, dan kau tidak akan menemukan rasa yang sama di tempat lain!" ucap seorang wanita dengan nada ketus dari arah belakang Naira.


"Jika aku tahu kau ada di tempat ini, aku akan berfikir dua kali untuk membawa istri ku tempat mu!" ucap Pram dingin.


Wanita yang tadi berbicara dengan ketus, kini mendudukan dirinya di kursi yang ada di depan Pram.


"Wanita ini istri mu?" tanya Noer dengan mengamati wajah Naira, wanita yang duduk di samping Pram.


Naira mengulurkan tangan kanan nya di depan Noer, sambil berkata, "Aku Naira, istrinya ka Pram! Kau pasti tante Noer!"


Noer membola dengan ternganga, "A- apa? Kau panggil aku tante Noer?"


"Tidak sopan mengabaikan uluran tangan seseorang yang ingin kenal dengan mu, Noer!" ucap Pram dingin, dengan menatap tajam tangan Naira yang belum di jabat oleh Noer.


Noer berdecih dan membalas uluran tangan Naira, "Ihsss kau ini Pramana! Sejak kapan selera mu jadi suka dengan anak yang masih belia? Kau mau jadi pedofilll!"


"Banyak mengetahui urusan orang lain, tidak akan baik untuk hidup mu, Noer!" ancam Pram.


"Ihs kau mengancam ku!" gerutu Noer dengan mengamati Naira yang melanjutkan makannya.


"Apa tante Noer tidak ingin ikut makan bersama dengan kami, tan?" tanya Naira yang kini menyuapkan Pram dengan steak miliknya.


"A- apa? Makan bersama dengan kalian? Kalian makan suap suapan di depan ku? Apa kalian berdua tidak malu?" oceh Noer yang mulai risih melihat Naira dan Pram yang saling suap suapan steak.


"Jika cinta sudah berbicara, kau tidak bisa berbuat apa apa Noer! Selain menyingkir dari hadapan kami!" ucap Pram dengan datar, dengan tatapan mengejek Noer.


Noer mengibaskan tangannya, "Terserah kalian saja lah! Kalian tidak sedang berpura pura di depan ku kan?" tuduh Noer.


"Pura pura apa, tante?" tanya Naira.


"Pura pura menjadi pasangan di depan ku, karena kau ingin memanas manasi ku Pramana!" Noer menatap dalam mata Pram.


Naira tergelak, "Ahahahahha pasti tante Noer berkata begitu karena tante Noer menyukai ka Pram ya? Bukan begitu tante Noer?" tuduh Naira.


Noer mengerutkan keningnya, sialll... dari mana bocah ini tahu jika aku menyukai Pramana. Bahkan aku sudah lama mengejar nya, namun selalu di abaikan oleh Pramana! Masa aku kalah dengan bocah ingusan! Yang benar saja!


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭

__ADS_1


Makasih yang sudah dengan setia membaca sampe sekarang 😊😊


__ADS_2