
...💖💖💖...
Takeshi membatin, apa sebesar ini pengaruh Naira untuk ka Pram? Ka Pram bisa menjadi dirinya sendiri, tapi di saat jauh dari Naira, tatapan nya amat membunuh jika sedang kesal.
Pram menatap curiga pada Takeshi, aku tidak yakin Takeshi bisa mengatur semuanya dengan baik. Jika sampai terjadi ke salahan sedikit saja, bukan hanya nama Takeshi yang akan terseret, tapi aku dan bisa saja Naira ikut terseret ke dalamnya. Ini tidak bisa di biarkan.
"Iya tapi kan aku ingin tahu ka, apa yang di sebutkan Zang tadi itu. Ayo jelaskan pada ku, apa itu yang di sebutkan Zang tadi. Apa itu semacam makanan berat, atau makanan ringan?" tanya Naira, dengan menebak apa yang ia pikirkan, saat Zang menyebutkan beberapa kata yang ia tidak mengerti dan bahkan ia tidak pernah mendengarnya.
"Suatu saat pasti akan aku jelas kan, tapi jika aku punya waktu untuk mengatakannya pada mu! Sekarang kalian lanjutkan lah ngobrolnya." Pram beranjak dari duduknya.
"Ka Pram mau ke mana?" tanya Naira dengan mengadahkan wajahnya pada Pram.
"Aku ke dapur sebentar, akan aku buatkan susu hangat untuk mu. Mau kan?" ucap Pram dengan lembut, tangannya mengusappp pucuk kepala Naira.
Dengan bersemangat Toda berseru sembari mengacungkan tangannya ke atas, "Aku juga mau ka! Susu panas tapi ya! Bukan hangat."
"Aku kopi susu, boleh ka!" ucap Zang yang ikut bicara.
Pram menatap tajam Zang dan Toda secara bergantian, "Boleh, tapi setelah itu ku patahkan tangan kalian berdua, cukup adil bukan? Besar juga nyali kalian, menyuruh ku untuk membuatkan kalian minum?" tanya Pram dengan menyeringai.
"Tidak jadi kalo begitu ka! Mendadak perut ku rasanya tidak sanggup lagi jika harus minum susu panas." kilah Toda dengan alasan palsunya, saat mendengar ancaman Pram.
Zang terkekeh menutupi rasa takut nya, saat mendengar ancaman Pram, "Aku juga tidak perlu ka, lebih baik kaka buatkan saja kaka ipar susu hangat hehehe."
Pram menyeringi, "Bagus lah jika kalian mengerti!" Pram melangkah menuju dapur.
Takeshi menatap punggung Pram, yang kini semakin menjauh dari pandangannya, ada apa dengan ka. Pram? Kenapa tiba tiba sekali... ingin membuatkan kaka ipar susu hangat? Mencurigakan sekali!
Naira menatap Takeshi, mengikuti arah pandangan mata Takeshi yang ternyata sedang memperhati kan Pram.
"Sut! Suut! Apa yang tadi kalian bicarakan di luar?" tanya Naira dengan penuh selidik.
Takeshi menatap bingung Naira, mati aku, apa yang harus aku katakan pada kaka ipar?
"Kaka ipar sedang bertanya pada ku?" Takeshi menunjuk dirinya sendiri.
"Emang tadi siapa yang bicara di luar? Kau atau aku hem?" tanya Naira dengan memainkan alisnya naik turun, menuntut Takeshi untuk menjawab pertanyaannya.
"Kami hanya sedang membahas pekerjaan ku saja, ka! Tidak lebih dari itu." ucap Takeshi dengan wajah yang tegang, takut jika ke bohongannya di baca Naira.
__ADS_1
Naira menatap tajam Takeshi, matanya menyipit, bibirnya bergerak ke sana dan kemari, aku tidak yakin dengan apa yang di katakan Takeshi. Apa ini ada hubungannya dengan penjahat, atau punggung ku ya?
"Kau sedang membohongi ku ya, Takeshi?" tanya Naira dengan jari telunjuk kanannya yang menunjuk Takeshi, lalu jari telunjuk kanannya ia gerakkan searah jarum jam berkali kali.
"Eh! Memang apa yang sedang kaka ipar pikirkan? Kenapa bisa menuduh ku berbohong?" kilah Takeshi.
"Apa ka Pram memiliki seorang mantan ke kasih? Bisa aja kan, ka Pram dan kau sedang membahas mantan ke kasihnya ka Pram!" celetuk Naira dengan mengerucutkan bibirnya.
Takeshi menahan tawanya, dan seketika tawanya pecah saat ia tidak tahan lagi, melihat ekspresi wajah Naira yang ia pikir tampak menggemaskan.
"Phuf wahahahhaha yang benar saja ka, bagai mana bisa otak mu yang kecil bisa berfikir sejauh itu pada kaka ku?" tanya Takeshi.
Pram datang kembali dengan membawa secangkir susu hangat coklat untuk Naira. Tatapannya begitu tajam pada saat menatap Takeshi.
Apa lagi yang bocah itu katakan pada Naira? Lihat saja... jika sampai menambah masalah baru untuk ku!
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Pram, dengan menyodorkan secangkir susu hangat pada Naira, lantas ia juga mendaratkan bobot tubuhnya di dekat Naira.
Takeshi menjawab pertanyaan Pram, "Anu ka, kaka ipar sedang ---"
Pram langsung menyela ucapan Takeshi, saat Naira belum juga meminum susu hangat yang Pram buatkan untuknya.
"Ini juga akan aku habiskan! Sabar dikit napa ka!" sungut Naira dengan meniup cangkir yang ada di tangannya.
"Tidak perlu di tiup lagi! Itu sudah bisa langsung kau habiskan, sayang ku!" desak Pram.
"Bawel!" gumam Naira, dengan ekor matanya yang menatap sebel Pram.
Zang dan Toda yang melihatnya di buat geleng geleng kepala.
"Ada apa dengan kaka mu?" tanya Zang, dengan suara yang pelan pada Toda.
Toda mengerdikkan bahunya.
Takeshi menatap curiga pada cangkir yang di pegang Naira, dan tatapan yang di berikan Pram untuk Naira.
Pram berkata dengan tegas, tangannya terulur mengelusss pucuk kepala Naira, "Habiskan susu coklatnya, jangan sampai tersisa! Itu sangat baik untuk ke sembuhan mu!" Pram menyeringai.
Naira hanya berdehem, sambil mulutnya yang meminum susu coklatnya, "Heemm!"
__ADS_1
Dengan perlahan Naira menghabis kan susu hangatnya.
Pram tersenyum puas, dalam hitungan detik, kau akan tertidur sayang!
Pram merebut cangkir yang telah tandas isinya dari tangan Naira, dan menaruhnya di atas meja.
"Itu baru istri ku yang penurut!" seru Pram dengan tatapan hangatnya, dengan tersenyum puas.
"Iya suami ku!" cicit Naira.
Naira menguap, dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, "Hooouuumm."
Naira berusaha tetap membuka ke dua matanya, ia mengerjapkan ke dua matanya, Naira merasakan berat pada matanya untuk tetap terbuka.
"Kenapa mata ku jadi ngantuk gini sih!" gerutu Naira dengan mengucek ke dua matanya dengan tangannya.
"Itu artinya kau harus tidur, sayang!" ucap Pram dengan lembut di telinga Naira. Tangannya terulur merengkuh bahu Naira.
Takeshi menggelengkan kepalanya, sudah bisa menebak apa yang Pram lakukan pada minuman Naira, jadi itu maksud ka Pram, tapi untuk apa ka Pram melakukan itu semua pada kaka ipar?
Naira terpejam dengan bersandar pada Pram, tanpa buang waktu lagi. Pram langsung menggendong tubuh Naira, yang kini sudah di pastikan sudah tertidur dengan pulas. Karena pengaruh obat tidur, yang Pram campurkan ke dalam susu coklat hangat, yang Pram berikan pada Naira.
"Cepat sekali kaka ipar tidurnya!" sungut Toda.
Tanpa menghentikan langkah kaki nya, Pram berseru, "Tidak usah banyak berfikir! Cepat kau siapkan mobil. Kita kembali ke markas!" sungut Pram yang mengarah pada Takeshi.
Takeshi menjawabnya dengan gelagepan, sembari beranjak dari duduknya.
"Eh emmm iya ka, akan segera aku siapkan mobilnya!" Takeshi langsung memberi kode pada Zang dan Toda untuk mengikutinya.
"Baru juga kita akan berpesta, kenapa sekarang harus kembali ke markas?" gerutu Toda, namun tetap mengikuti kode yang di perintah Takeshi.
Berbeda dengan Zang, ia hanya mengikutinya tanpa bertanya.
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1