Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak ada gunanya


__ADS_3

...💖💖💖...


Aji menggandeng lengan Widia dan membawanya masuk ke dalam kamar, "Kau tahu apa isi dari tas ini?" Tanya Aji saat ke duanya sudah duduk di tepian kasur.


Widia tampak acuh, "Memang apa isinya?" Paling hanya kertas tak berguna.


Tangan kanan Aji menepuk nepuk tas kerja itu, "Ini jalan menuju Pram kembali pada ku!" Wajah Aji tampak berbinar.


Widia menatap tajam tas yang di bawa Aji, bagai mana bisa tas itu bisa membuat Pram kembali? Jika anak itu kembali, bagai mana dengan Daren? Semua rencana ku akan menjadi sia sia.


Aji membuka tas itu dengan tangannya, "Kenapa hanya ada laptop?" Aji menajamkan tatapannya, "Di mana berkas penting itu?" Tanyanya lagi dengan wajah yang tegang.


"Apa yang kau cari? Laptop siapa itu, mas?" Tanya Widia yang melihat raut wajah Aji berubah dari gembira menjadi tegang.


"Sebenarnya ini tas Dev, sekretarisnya Pram... aku menyuruh orang ku untuk menukar tas pria itu dan membawanya pada ku." Ujar Aji.


Widia mengelusss lengan Aji, dasarrr pria tidak berguna, "Coba kau buka isi laptopnya, mungkin ada berkas penting di dalamnya."


"Ide mu sangat brilian, sayang!" Aji mengelusss pipi kanan Widia.


"Cepat buka!" Seru Widia dengan ketus.


"Baik lah." Aji memangku laptop itu dan membuka laptop-nya dengan jemarinya yang lincah menari nari di sana, matanya menatap tajam ke layar monitor.


Widia menatap tajam Aji, aku harus segera mendapatkan surat itu dan membalikkan segalanya menjadi nama Daren. Aku tidak bisa hanya diam saja dan membiarkan anak itu merebut apa yang akan menjadi milik Daren.


Mata Aji tertuju pada satu file yang membuatnya tertarik untuk membukanya lebih dulu.


Aji mengarahkan kurso pada file yang di beri judul SANGAT RAHASIA.


Aji membatin, ada rahasia apa di balik file ini? Hem, apa pun itu... ini pasti ada hubungannya dengan rahasia di balik kesuksesan Pram.


Dengan yakin tingkat atas, Aji menekan tombol enter dan sepersekian detik kemudian.


Mata Aji langsung membola saat layar monitor pada laptop itu langsung mati.


Wajah Aji langsung panik, "Apa yang terjadi dengan laptop ini?" Jemari Aji menari nari di atas keyboard berharap laptop itu mau menyala kembali.


Widia yang duduk di sampingnya pun mengerutkan keningnya, "Ada apa, mas?" Tanya Widia.

__ADS_1


"Ini sayang, kenapa layar monitornya tiba tiba mati ya?" Tanya Aji dengan menunjuk matanya pada layar monitor.


Dengan kening mengkerut, Widia mengambil alih dan memangku laptop itu di atas ke dua pahanya, "Bagaimana bisa? Tadi kamu tekan tombol apa memang?" Tanya Widia.


"Tadi itu aku baru ingin membuka filenya sayang, tapi tidak berapa lama aku tekan enter... layar laptop ini mati!" Seru Aji.


Widia memainkan jemari lentiknya di atas keyboard, hasilnya tetap sama dan tidak merubah apa pun pada layar monitor laptop itu.


"Ah sial, sepertinya laptop ini kena virus." Ujar Widia.


"Apa? Virus? Bagaimana bisa, sayang?" Tanya Aji yang kurang mengerti tentang virus, ia hanya asal tau saja menggunakan laptop.


"Iya semacam apa ya, emmm semacam link yang dapat merusak sistem jaringan pada laptop, seperti yang terjadi saat ini, layar monitornya mati, mungkin orang itu sudah sadar jika laptop-nya tidak bersamaannya lagi." Ujar Widia.


"Ah sial, kalau begitu percuma aku menyuruh orang ku untuk menukar tas itu dari tangan Dev!" Aji menggerutukan keningnya dengan memukul angin.


Orang kalo niatnya aja udah jelek, pasti ada aja balasannya.


Widia mengelus punggung Aji, "Usaha mu hanya sia sia, sayang! Belajar lebih pintar lagi untuk berbuat licik... kau tahu, harus berfikir lebih dulu sebelum bertindak." Oceh Widia yang lantas meninggalkan Aji seorang diri di kamar dengan laptop yang tidak ada gunanya lagi.


Rupanya hacker yang di minta Dev untuk menangani kasus laptop-nya ini langsung mengambil semua data yang ada pada laptop Dev dan setelah semua datanya berhasil di ambil alih, ia pun mengirimkan file dengan sengaja memberi judul SANGAT RAHASIA, saat seseorang menekan tombol enter, bukan data yang akan muncul, melainkan mengaktifkan virus yang membuat laptop langsung mati.


Setelah sarapan, Pram dan Dev menuju kantor Harumi dengan menaiki mobil yang di berikan pihak Harumi sebagai fasilitas selama Pram dan Dev berada di Jepang.


Pram menatap layar hapenya, apa bocah itu sudah bangun ya?


"Di telpon saja, pak! Saya rasa Nona sudah bangun." Ujar Dev yang sedari tadi menatap bosnya Pram dari kaca spion mobil.


"Baik lah, akan aku telpon dia." Dengan wajah sumringah Pram menatap wajahnya di layar hape, memperbaiki tatanan rambutnya yang sudah rapih.


"Bapak sudah keren ko!" Seru Dev yang menilai bosnya tampak berlebihan pada hal cuma ingin menelpon.


"Banyak bicara kau, Dev!" Omel Pram.


Dev menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah lagi aku di mata mu bos!


Pram melakukan video call pada nomor Naira.


"Hai sayang!" Seru Pram saat di layarnya sudah menampilkan wajah cantik Naira.

__ADS_1


[ "Hai juga, kaka lagi di jalan ya?" ] Tanya ku.


"Seperti yang kau lihat, kami sedang menuju kantor Harumi." Ujar Pram.


Kening ku mengkerut mana kala ka Pram menyebutkan nama investor yang akan ia temui, [ "Harumi itu perempuan ka?" ]


"Iya, dia seorang perempuan.... kenapa?"


[ "Perempuannya cantik ka?" ]


"Biasa saja... apa kau sudah sarapan, sayang?" Tanya ka Pram tanpa memperhatikan wajah Naira yang masam.


[ "Udah, ka... pasti yang namanya Harumi itu cantik ya? Orang Jepang kan cantik cantik." ] Bibir ku mengerucut, ka Pram bakal kepincut cewe jepang gak ya?


Pram tidak menghiraukan pertanyaan Naira mengenai sosok Harumi.


"Apa kau sarapan dengan lahap? Bagai mana dengan tidur mu semalam, sayang? Apa kau memimpikan aku?" Tanya Pram dengan suara yang lembut.


Dev yang mendengarnya melirik Pram lewat spion mobil, dengan Nona Naira saja pak Pram bisa berkata selembut itu, kenapa dengan ku... pak Pram selalu berkata dingin dan acuh ya?


Sedangkan Serli, Novi, Haikal yang kini sedang berada di dalam mobil bersama dengan Naira hanya bisa menyimak percakapan 2 insan yang saling berpisah jarak.


Serli membatin, gila pak Pram bisa selembut itu lo sama Nai.


Novi membatin, ya ampun gak nyangka gw sama pak Pram... tampangnya aja sangar kaya singa tapi kalo udah di depan Nai, udah kaya kucing anggora, ngeyong ngeyong unyu.


[ "Ihs ka Pram, jawab dulu pertanyaan ku! Harumi itu cantik kan?" ] Mata ku menatap tajam ka Pram.


"Wanita cantik itu hanya diri mu, yang lain lewat... wanita mana pun di dunia ini kalah cantik dengan mu!" Seru Pram yang membuat wajah merona pada pipi ku, "Apa kau sarapan dengan banyak? Apa ke dua bocah itu mengganggu tidur mu?" Tanya Pram tanpa rem.


"Kami tidak menggagu tidurnya Nai ko pak, ada juga kami menghibur Nai yang lagi galau di tinggal dinas, hehehe." Novi nyerocos sambil terkikik dengan nyaring biar suaranya di dengar ka Pram.


Kening ka Pram mengkerut, "Apa itu galau?"


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2