
...💖💖💖...
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada jahitannya?" tanya Pram dengan kening yang mengkerut.
"Tidak ada, yang aku lihat... bekas jahitannya cukup bagus, ini juga sudah mulai mengering dan menyatu dengan kulit tubuhnya... sekarang kau cukup menjaga pola makannya saja." Samuel merekat kan kembali plester anti air pada punggung Naira.
"Lalu kapan benda itu bisa menghilang dari punggung Naira?" tanya Pram dengan menatap plester plastik yang ada di punggung Naira.
"Tunggu beberapa hari lagi. Akan aku buatkan resep obat untuk mempercepat penyembuhannya." Samuel melangkah ke kursi yang tersedia di ruang itu. Menuliskan resep obat yang akan di konsumsi Naira.
Pram membantu Naira, untuk bangkit dari posisinya.
"Kau sungguh hebat dan berani, mengorbankan diri mu untuk pria kejam ini!" puji Samuel untuk Naira.
"Istri mana pun, pasti akan melakukan hal yang sama dokter. Akan melindungi suaminya saat melihat bahaya menguntai sang suami." ujar Naira dengan tulus.
"Kau lihat itu, bro! Jangan pernah kau sia siakan wanita mu ini! Jika saat itu kau sedang bersama dengan wanita lain, belum tentu ia akan melakukan hal yang sama dengan Naira!" tutur Samuel dengan menyerahkan catatan resep obat ke depan Pram.
"Sudah jangan banyak bicara! Lakukan apa yang harus kau lakukan!" aku memang beruntung memiliki mu, Nai!
"Aku mengatakan yang benar, bro! Tugas ku sudah selesai! Aku akan kembali ke rumah sakit! Hubungi aku, jika ada hal lain yang harus aku tangani!" Samuel beranjak dan ke luar dari ruang medis dengan di ikuti Pram dan Naira di belakang nya.
🌷🌷🌷
Pram mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang kerjanya. Dengan menyandkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Aku ingin mendengar laporan dari kalian. Siapa yang akan mengatakan nya lebih dulu?" tanya Pram dengan tatapan tajam, menatap Haikal, Dega dan Dev yang berdiri di depannya.
Haikal berujar, "Saya bos. Apa yang bos perintahkan sudah saya kerja kan. Kini Tuan Muda Daren dan Tuan besar, tidak akan bisa menyentuh Nona Muda lagi."
__ADS_1
"Bagai mana dengan orang ke percayaan tua bangak, apa sudah kau bereskan?" tanya Pram.
"Sudah bos. Mereka berdua tidak akan bisa lagi mengusik ketenangan Tuan besar." ucap Haikal dengan yakin.
Pram mengangguk kecil, mengerti dengan apa yang sudah Haikal sampaikan padanya.
"Dega, apa tidak ada yang ingin kau sampaikan pada ku?" tanya Pram.
"Ada bos, saya sudah memberes kan rumah yang akan di jadikkan tempat untuk Nona Muda membuka cabang kedai. Rumah nya juga sudah di renovasi." ucap Dega.
"Bagai mana dengan keadaan resto. Apa semuanya aman terkendali?"
"Semuanya aman terkendali, bos. Untuk teman Nona yang bernama Ayu... wanita itu sudah bisa beraktivitas seperti biasa, sudah berkumpul bersama dengan putri dan orang tuanya pula." tutur Dega.
Pram melirikkan matanya pada Dev, "Bagai mana dengan mu, Dev!"
"Kalian bertiga, memang paling bisa saya andalkan." ucap Pram dengan bangga.
"Terima kasih Tuan, atas pujian anda." ucap Dev.
"Itu kan memang sudah menjadi kewajiban untuk kami, bos." ucap Dega.
"Untuk selanjutnya, kau Haikal... ke selamatan Naira ada di tangan mu, jika saat Naira ke luar dari Kediaman Pramana." ucap Pram.
"Bagai mana dengan bodyguard bayangan yang selama ini melindungi Nona, bos! Apa tenaga mereka masih perlu di gunakan untuk mengawal Nona secara diam diam lagi?" tanya Haikal.
"Ada tugas baru untuk kalian, bagai mana jika aku merencanakan pesta pernikahan yang mewah dengan Naira, dan acara itu di langsungkan dalam waktu dekat ini!" Pram mengetuk ngetukkan ujung kukunya di atas meja.
"Saya mah tidak ke beratan, bos. Bagai mana dengan Nona. Apa bos sudah meminta pendapat Nona?" tanya Dega.
__ADS_1
"Untuk saat ini, Naira belum tahu rencana ku ini."
"Di segerakan saja, Tuan. Biar gosip Nona yang tidak sedap, dapat di bantahkan dengan pesta pernikahan kalian berdua." ujar Dev.
Untuk sesaat Pram teringat kembali, akan rencananya untuk merombak mobil sedang hitam mewah yang biasa ia gunakan.
"Haikal, kau urus mobil ku... aku ingin terdapat sekat tersembunyi di antara kursi depan dengan kursi belakang. Aku ingin benda itu sudah siap terpasang sebelum jam kantor berakhir." ujar Pram.
"Itu bisa saya atur, bos." ucap Haikal.
🌷🌷🌷
Di taman belakang, dekat dengan kolam renang. Naira, Novi dan Serli kini menghabiskan waktu bersama, setelah ke duanya di jemput oleh orang ke percayaan Pram. Dengan di temani cemilan dan jus yang di buat sendiri oleh mbok Ijah.
"Ayo Nai, ceritakan pada kami. Apa saja yang kalian lakukan di Jepang! Apa kalian bertemu dengan artis artis papan atas juga di sana?" tanya Novi dengan tidak sabaran.
"Kami di sana jalan jalan, makan di kedai, berkeliling, belanja, dan yang lebih seru lagi, aku mengunjungi tempat yang di Indonesia sendiri tidak ada. Pokonya tempat itu sangat indah." tutur Naira dengan bersemangat.
"Apa pak Pram membawa mu menginap di sebuah hotel miliknya, Nai? Atau pak Pram membawa mu tinggal di sebuah apartemen yang mewah? Atau mungkin pak Pram diam diam ternyata sudah memiliki rumah di Jepang?" Novi mencecar Naira kembali dengan berbagai pertanyaan.
Tak.
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
Makasih yang sudah dengan setia
__ADS_1