Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Jatuh ke jurang


__ADS_3

...💖💖💖...


Baru beberapa langkah Toda dan Takeshi memasuki diri ke dalam rumah. Terdengar suara orang yang sedang berkelahi.


Bagh bugh bugh bugh bugh bagh.


Takeshi dan Toda semakin mempercepat geraknya, dengan berlari ke arah asal suara.


Tepat di ujung ruang yang ada di lantai 1, Takeshi dan Toda langsung membantu Pram, Zang dan yang lain untuk melawan 2 orang polisi yang kini tersudut.


Bagh bagh tak bugh dugh.


Pukulan demi pukulan, serangan, tendangan di arahkan ke pada tubuh polisi. Di saat polisi itu ingin meraih senjataaanya, yang tergeletak di lantai dengan mudah. Pram menendang senjata itu hingga menjauh dari jangkaunya, dan dengan gerakan memutar Pram kembali melayangkan tendangan ke wajah si polisi.


Dengan kalah jumlah tenaga, kalah orang, kalah ke mampuan dalam bela diri. Akhirnya ke dua polisi itu tumbang dan terkapar di lantai. Dengan luka pukulan, di sekujur tubuhnya


Bugh.


"Apa kalian tidak apa apa?" tanya Pram pada yang lainnya.


"Tidak ka. Kami baik baik saja." ucap Zang yang kini menatap Takeshi dan Toda.


"Kalian bereskan sisanya!" sungut Pram, dengan menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


"Bagai mana dengan Nona Harumi, ka? Apa masih perlu kita siksaaa lagi, setelah ia melarikan diri dari sini? Biang masalah dalam ke kacauan ini!" tanya Zang.

__ADS_1


"Apa masih perlu aku menjawab pertanyaan kalian? Heh!" sungut Pram yang meninggal kan tempat itu.


"Masukkan tubuh mereka ke dalam mobilnya." ucap Takeshi.


"Apa kita akan membakar mobil mereka di tempat ini ka?" tanya Toda.


"Bodoh! Itu sama saja dengan memancing mereka untuk memburu kita kembali!" sungut Takeshi dengan membantu yang lainnya, membawa tubuh si polisi ke dalam mobilnya.


"Lalu kita akan melakukan apa dengan mereka?" bentak anak buah Takeshi.


"Yang pasti kita akan melenyapkan barang bukti. Cek yang lainnya, jangan sampai ada bukti yang dapat mereka temukan.


Pram kembali ke risort, dengan di antar Toda.


"Cepat sedikit bawa mobilnya! Kenapa mobil ini begitu lelet sih!"" sungut Pram, dengan menatap jengkel mobil yang kini ia tumpangi.


Pram menatap malas Toda, "Cepat dari mana? Segini kau bilang cepat? Berhenti sekarang juga!" titah Pram yang membuat Toda menginjak pedal rem dengan seketika.


Ciiiiiiiit.


Bugh.


Tubuh Pram bak memantul seperti bola, dari duduk tegak, jadi condong ke depan lalu tubuhnya tertarik ke belakang, saat pedal rem sudah terinjak sempurna.


Bugh.

__ADS_1


"Todaaaaa! Dasar kau bodoh!!!!" teriak Pram, lantas turun dari mobilnya.


Ceklek.


Pram membuka pintu mobil yang ada di samping setir kemudiannya.


"Cepat kau turun! Biar aku yang membawa mobilnya seorang diri." gerutu Pram.


Mobil melesat kencang, dengan Pram yang berada di belakang kemudi. Sementara wajah Toda nampak sudah pucat, mulutnya komat kamit membaca doa agar ia dapat selamat sampai Titahnya.


Pram geleng geleng kepala melihat tingkah Toda, "Apa kau takut? Hem?" ledek Pram, yang sudah tahu jika Toda ketakutan.


"Tidak ka! A- aku hanya ngeri dengan cara mu mengemudi! Ini terlalu cepat! Kurangi sedikit kecepatan nya ka!" sungut Toda, dengan tangan yang berpegangan pada pegangan mobil.


Pram tertawa puas melihat Toda, tanpa berniat mengurangi kecepatan mobilnya yang tetap melaju kencang.


Sementara Takeshi melanjutkan apa yang harus di lakukan.


Takeshi dan Zang membawa mobil polisi itu ke arah jalan tol, membuat mobil itu seakan akan jatuh ke jurang karena kecelakaan.


"Kali ini tamat lah riwat mu, Nona Harumi!" seringai Takeshi saat melihat api membubul dari bawah jurang dan suara ledakan pun terdengar.


Duor duor.


......................

__ADS_1


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭


__ADS_2