Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Merantau


__ADS_3

Namaku adalah SIELFA AKHMAD MUFARIEL, Orang-orang memanggilnya Fariel.


Aku yang hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dua tahun yang lalu.


Keseharianku yaitu berkebun menenam cabai dan kopi selebihnya membatu orang tua di kebun. Disini penduduk merata menanam kopi, karena disini terkenal dengan hasil kopi terbaik.


Karena sekarang lagi bukan musim kopi dan kebunku juga bersih dari rumput-rumputan akhirnya aku minta izin kepada kedua orang tuaku.


" Ma, Pa, aku boleh ikut bekerja di kota" kata Fariel.


"Kerja apa" kata Bapak.


"Sebagai kuli bangunan pa" sambil nyengir kuda, kata Fariel.


"Kerja dengan siapa" kat Mama.


"Sama Pak Sal dan Pak Sahid dikota mau buat pesantren katanya" kata Fariel.


"Boleh, tapi harus hati-hati, jaga kesehatan, pola makan dan jangan lupa dengan yang paling utama yaitu SHALAT 5WAKTU" kata Bapak.


"Siap boss" kata Fariel.

__ADS_1


Setelah dikasih izin, langsung aku mengemas barang keperluanku untuk disana bekerja nantinya. Setelah selesai aku langsung menemui kedua orangtua ku yang sedang asik nonton acara kesukaannya.


"Ma, Pa, aku berangkat ya" kata Fariel. Sambil salaman dengan Bapak dan Mamaku.


"Iya, hati-hati di jalan" kata Mama.


"Iya, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab keduanya.


Langsung aku berangkat dengan motor kesayangan ku menuju kekota.


Setelah sampai tujuan, aku langsung masuk kedalam rumah kontrakan tersebut untuk meletakan barang yang kubawa nya.


Setelah makan aku langsung mencuci piring, setelah itu aku kedepan untuk berkumpul dengan yang lainnya yang sedang api-api karena disini sangat dingin dimalam hari.


Kemudian kudengar Adzan berkumandang, langsung aku masuk untuk melaksanakan kewajiban ku, aku keluar untuk memasukan motor kesayangan ku kedalam rumah. Dan setelah itu aku memakai headset dan langsung puter lagu-lagu yang biasa kudengar sambil merebahkan badan dan tidur.


😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴


Seperti biasa aku bangun dan tak lupa melipat selimut sebelum Adzan Subuh. Lalu aku pergi untuk mencuci muka dan kemudian mencuci beras untuk dimasak.

__ADS_1


Baru selesai, suara Adzan terdengar, langsung aku mengambil Air Wudhu untuk melaksanakan kewajiban ku.


Setelah selesai aku membangunkan Pak Sal untuk melaksanakan kewajibannya.


Setelah dia bangun aku langsung bergegas kedapur untuk mempersiapkan masak sambil merebus air untuk buat minum kopi.


Setelah mendidih langsung ku matikan kompor dan kutuangkan di gelas yang berisi gula kopi, dan memberi tahu pada yang sudah bangun kalo airnya sudah mendidih, lalu aku balik lagi kedapur untuk masak apa yang sudah di sediakan.


Akhirnya setelah lama memasak akhirnya matang, aku langsung bergegas memberi tahu kalau makanannya sudah siap.


Kemudian Pak Sal datang dan bilang.


"Itu sayurnya dibagi aja langsung dipiring biar adil karena orangnya banyak, kalau ambil sendiri-sendiri nanti yang terakhir dapat sedikit ataupun habis, maklum" kata Sal.


"Iya" kat Fariel, dan langsung kulakukan apa yang di suruhnya tadi.


Setelah selesai aku langsung ambil nasi dan makan sama-sama dengan yang lain.


Ada yang makan didepan sambil jongkok, ada yang dipojokan, ada juga yang di kamar, macam-macam pokoknya.


Setelah selesai semua dengan makannya langsung ganti baju untuk kerja yang tidak cukup jauh lokasinya dari tempat kita istirahat.

__ADS_1


Langsung aku berangkat bareng dengan yang lain berjalan kaki sambil membawa cangkul, dan alat kerja masing-masing.


__ADS_2