Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Menyelam sambil minum air


__ADS_3

Disiang ini saya sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah walau sebenarnya belum diperbolehkan dari keluarga, tapi dengan bujukan dan rayuan yang memang sudah tidak betah berada dirumah sakit akhirnya mereka semua mengiyakan permintaan ku untuk pulang, tapi hanya boleh pulang ke rumah mami atau papi tidak diperbolehkan pulang ke rumah ku sendiri, jadi akupun hanya mengulikuti apa yang mereka mau, daripada sama sekali tidak boleh pulang.


Sampai dirumah langsung mengantarkan aku kekamar dengan memakai lift, walaupun jarang mereka pakai, karena naik tangga seperti olahraga bagi mereka, jadi lift hanya digunakan buat jaga-jaga dan keperluan lain


"Pa, aku mau kedepan, dibalkom kamar, mau nyari udara segar" kata Fariel.


"Ya udah ayok" kata Bapak, sambil mendorong kursi roda.


"Dah disini aja" kata Friel.


"Bapak kalau mau pergi, pergi aja, aku gak papa kok disini sendiri" kata Fariel.


"Yaudah kalau gitu bapak mau balik kebawah" kata Bapak.


"Iya pa, nanti aku bisa sendiri kok kalau mau masuk" kata Fariel.


"Iya udah, bapak turun ya" kata Bapak.


"Iya pa" kata Fariel.


Setelah bapak turun, akupun sendirian menikmati angin sepoi-sepoi disiang hari sambil menikmati udara segar. setelah puas menikmati udara segar akupun masuk kedalam untuk melaksanakan kewajibanku.


Dengan susah payah akupun masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu, dan lalu balik lagi kekamar dengan menggunakan tongkat, dengan sarat kaki nya yang satu jangan dipakai buat tumpuan saat berjalan dan jangan terlalu banyak buat bergerak.


Lalu aku duduk terus shalat dengan cara kaki berselonjor.


Setelah shalat aku langsung berbaring untuk tidur siang, baru mau merebahkan badanku ketukan pintu dan ucapan salam terdengar.


"Tok tok tok Assalamu'alaikum" kata Fida.


"Waalaikumsalam, masuk aja" kata Fariel.


"Ini kakak bawain makan siang, yang lain tadi ada urusan lain, jadi kakak yang bawain makanannya" kata Fida.


"Makasih kak, jadi ngerepotin".


"Kakak kan gak boleh capek, dan harus banyak istirahat dan jaga kandungan, kenapa kakak malah repot-repot bawain makanan buatku" kata Fariel.


"Gak repot kok dek, kan kakak harus sayang juga sama adek, jadi bagi kakak ini juga kewajiban kakak buat bawain makanan buat adek kakak yang lagi sakit" kata Fida.


"Tenang aja, kandungan kakak baik-baik aja, justru dengan cara ini kakak malah jadi senang biar gak manja hanya karena sedang hamil muda".

__ADS_1


"Tapi kan kakak harus istirahat" Fariel.


"capek tidur mulu, maunya ngobrol, tapi malah gak ada teman buat ngobrol" Fida.


"sekarang adek makan dulu ya, biar kakak suapin".


"Gak usah deh kak, aku bisa sendiri kok" kata Fariel.


"Nanti abis aku makan baru ngobrol" sambil mencoba meminta piring.


"Gak usah, biar kakak aja, kakak kan pengen nyuapin adek kakak yang paling ganteng ini, kapan lagi coba nyuapin adek ganteng, kalo ade Ervi pasti selalu dia yang selalu nyuapin adek, jadi sekarang giliran kakak, dan gak boleh ada penolakan" kata Fida.


"Iya deh aku nurut aja, tapi" kata Fariel.


"Gak ada pake tapi".


"Berdoa dulu".


"Ayo bukak mulutnya, aaaaaaa, bembem" kata Fida.


"Aku bukan anak kecil ya kak" kata Fariel.


"hehehehe, iya deh iya, ayok bukak dong mulutnya, Aaaaa emmm" kata Fida.


Dan makan pun selesai.


"Nih minumnya" kata Fida, sambil memberikan segelas air putih.


"Makasih" kata Fariel, lalu menenggak minumnya hingga setengah, lalu memberikan gelasnya lagi.


"Kok aku kaya anak kecil ya disuapin nya, apa kakak udah gak sabar ya, atau lagi kengen sama masnya".


"Kalau kangen itu dah pasti, kan kakak emang lagi pengen aja nyuapin anak kecil, anggap aja belajar nyuapin" kata Fida, lalu tertawa.


"Ihh, kok aku jadi bahan percobaan sih kak" kata Fariel.


"Emang rencana kapan pulang masnya kak".


"Mungkin seminggu sebelum kakak lahiran dek" kata Fida.


"Iyalah, kan kakak mau belajar, jadi kamu akan jadi bahan percobaan kakak buat nyuapin anak kecil".

__ADS_1


"Idihhhh, teganya" kata Fariel.


"Gak tega lah, kan nyuapin nya juga benar, gak ada yang salah, hanya sedikit" kata Fida.


"Iya deh iya, aku rela deh buat percobaan, tapi ada saratnya" kata Fariel.


"Kok pake sarat segala, emang apaan syaratnya" kata Fida.


"Hanya nyuapin aja gak boleh yang lain-lain".


"Sama beliin pulsa dong yang seratus, gak punya pulsa hehe" kata Fariel.


"Oke kalau itu mah akan kakak kabulkan, kecuali si dede bayi yang minta lain-lain apa boleh buat, harus adek turutin dong".


"Iya biar kaka transfer pulsanya sekarang, kasian adek kakak gak bisa chatingan sama si" sambil mengingat-ingat.


"Oh iya si canis Astria" kata Fida.


"Nomer yang biasa kan".


"Gak juga, adek tu punya banyak email masuk yang belum sempat dibuka kak".


"iyalah nomer itu, kan adek hanya punya satu nomer doang" kata Fariel.


"Iya sambil menyelam lalu minum air" kata Fida.


"Emmm, boleh juga" kata Fariel.


"Ngaku aja sama kakak, dah ah kakak mau istirahat, ngantuk kayaknya bawaan dede nih minta bobo cantik" kata Fida.


"Emang jenis kelamin nya cewek ya kak" kata Fariel.


"Gak tau, biar kejutan aja, jadi kakak gak mau tau jenis kelamin nya apa, yang penting sehat aja dede bayinya" kata Fida.


"Iya juga kak, yang paling penting sehat dedeknya dan Ibunya, Tuhan mau kasih cewek apa cowok yang penting sehat dan sayang terus nurut sama kedua orang tuanya" kata Fariel.


"Iya bener banget, adek kakak memang paling pintar deh".


"Kakak duluan ya, Assalamu'alaikum" kata Fida, sambil berdiri dan membawa nampan.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.

__ADS_1


Setelah kakak keluar akupun tidur.


__ADS_2