Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ngopi


__ADS_3

Eetelah dari kamar mandi untuk rutinitas pagi membersihkan kan diri dengan air dingin dan berharap pikiran juga kembali dingin lalu kembali ke kekamar.


"Hey bangun" kata Fariel.


"Dah siang, lo gak kuliah apa."


"Dah hampir jam lapan woi."


"Apaan sih bro" kata Ibnu.


"Lo ganggu mimpi indah ku tau gak."


"Mimpi indah apaan, mimpi kencing di kasur kali" kata Fariel.


"Hahh" kata Ibnu.


"Gak basah kok, masih sama dan kering kasurnya."


"Hayoooo, mimpi apaan sama siapa hayooo" kata Fariel.


"Apaan sih ahhh, ganggu aja" kata Ibnu.


"Lo emang gak masuk kuliah apa" kata Fariel.


"Masuk tapi siang, dah ah aku mau lanjutin mimpi lagi, sana masak" kata Ibnu.


"Kalau gak bangun aku siram nih" kata Fariel.


"Lo kaya bapakmu aja deh, suka bangunin orang lagi mimpi indah" kata Ibnu.


"Cepetan bangun dan mandi" kata Fariel.


"Katanya mau bantuin aku nyelesain masalah."


"Iya gua bangun" kata Ibnu, sambil bangun dan nguap.


"Itu mulut ditutup ngapa kalau nguap, kaya biawak lagi nguap" kata Fariel.


"Sialan lo bro" kata Ibnu, sambil menggerakkan kedua tangannya kedepan dan keatas.


"Sana mandi, bau prengus lo" kata Fariel.


"Sialan, dibilang kambing apa aku ini" kata Ibnu.


"Gak juga sih, tapi kalau ngaku ya apa mau dikata" kata Fariel.


"Sialan emang lo ah" kata Ibnu.


"Udah sana mandi, biar kumasakin nasgor" kata Fariel.


"Nasinya masih banyak tuh sisa semalam."


"Iya, ini gua bangun" kaya Ibnu, sambil berdiri.


"Tapi nanti siang makan enak ya."


"Bantuin dulu, baru makan enak" kata Fariel.


"Gampang, asal ada makanan pasti kubantu" kata Fariel.


"Lo makan mulu pikirannya, pantesan otak lo isinya hanya makan dan makan" kata Fariel.


"Kalau gak ada makan gak bisa mikir dong" kata Ibnu.


"Terserah lo deh" kata Fariel.


"Jangan lupa telornya dibuat mata sapi" kata Ibnu, sambil berjalan keluar kamar.


Akupun langsung menyisir rambut dan memakai kaos pendek dan celana panjang, lalu kedapur untuk memasak.


Setelah beberapa menit sarapan pun jadi, lalu kupanggil untuk makan.


"Coy, dah jadi ini" kata Fariel.


"Ngapain sih, lama amat dikamar."


"Iya bro iya" kata Ibnu.


"Nih buat lo semua" kata Fariel, yang memberikan nasgor dalam panci.


"Thanks bro, tapi mana telornya" kata Ibnu, sambil melihat kearah nasgor.


"Ini kan telor" kata Fariel.


"Maksudnya tuh telor mata sapi dodol" kata Ibnu.


"Telor satu dibuat mata sapi, kan cuman aku yang makan nantinya" kata Fariel.


"Ya kan buat aku aja, lo gak usah" kata Ibnu.


"Enak di elo, kalau kaya ini kan adil, jadi ada telornya semua" kata Fariel.

__ADS_1


"Kalau mau telor, telor lo aja ambil terus digoreng."


"Enak aja" kata Ibnu.


"Ini telor bukan sembarang telor, telor ini gak mau netes, kalau di goreng bisa bahaya, nanti ada nanyain kok telornya tinggal satu bang."


"Bilang aja digondol tikus" kata Fariel.


"Sialan lo emang" kata Ibnu.


"Dah ah, makan yuk" kata Fariel.


"Iya ayok" kata Ibnu.


"Berdoa dulu, kebiasaan kalau makan langsung main masukin makanan dalam mulut tanpa berdoa dulu" kata Fariel.


"Oke Pak Ustadz" kata Ibnu.


Kami pun makan bersama setelah berdoa masing-masing.


Makan pun selesai, dan ditutup dengan Alhamdulillah dan doa setelah makan juga.


"Karena aku yang masak, jadi giliran lo nyuci yang kotor" kata Fariel.


"Oke bro"


"Oke coy, tapi nanti" kata Ibnu.


"Sekarang ngopi dulu dong, sambil ngerokok kan enak."


"Terserah lo lah, yang pasti itu bagian lo" kata Fariel.


"Buatin kopi napa bro, masa gak ada kopi" kata Ibnu.


"Kopi mana kopi."


"Idihhh, manja bener, punya tangan dan kaki kok gak digunain" kata Fariel.


"Ya kan sekalian gitu" kata Ibnu.


"Ingat tamu itu raja" kata Fariel.


"agak juga" kata Ibnu.


"Gua kalau ke rumah lo juga gua mulu yang disuruh buatin kopi, mana pernah lo buatin kopi untuk gua kalau dirumah lo."


"Jadi dendam nih ceritanya" kata Fariel.


"Hahahahaha."


"Iya deh iya, ku buatkan khusus buat lo, tapi gak pake gula ya" kata Fariel.


"Teganya."


"Gulanya satu sendok, kopinya juga satu sendok" kata Ibnu.


"Pake air gak" kata Fariel.


"Pake lah, masa minum kopi gak pake air" kata Ibnu.


"Dingin apa anget" kata Fariel.


"Yang mendidih, bukan anget" kata Ibnu.


"Awas aja kalau lo kasih air anget kaya waktu itu."


"Hahahaha, kan lo yang minta, kopi pake gula dan air anget, ya kubuatkan pake air anget, apa ada salah" kata Fariel.


"Gak salah, hanya ngeselin" kata Ibnu.


"Penuh gak airnya" kata Fariel.


"Setengah, ya penuh lah dodol" kata Ibnu.


"Tapi jangan kepenuhan juga, yang sedang."


"Oke, ditunggu aja" kata Fariel.


"Ini hanya gara-gara mau minum kopi tapi kok sampe puluhan menit, cepet napa" kata Ibnu.


"Hahahahah, sabar, airnya belum mendidih" kata Fariel.


"Bukannya udah tadi" kata Ibnu.


"Yang tadi kan buat punya dulu" kata Fariel.


"Kalau yang sekarang baru buat lo."


"Kenapa gak sekalian sih bro, emang temen gak jelas lo ah" kata Ibnu.


"Jelas dong, buktinya masih dapat dilihat sama orang-orang, kecuali orang buta" kata Fariel.

__ADS_1


"Terserah lo deh ah" kata Ibnu.


"Iya, iya, nih kopinya" kata Fariel.


"Oke makasih, rokoknya mana bro, kayaknya lo punya rokok kemaren" kata Ibnu.


"Tuh di baju yang ku pake kemaren sore" kata Fariel.


"Oke, aku ambil ya" kata Ibnu.


"Iya" kata Fariel.


Lalu Ibnu berjalan kekamar mengambilnya, dan balik lagi kemeja.


"Lo sejak kapan ngerokok sih bro, bukannya lo paling anti sama asap rokok" kata Ibnu.


"Baru kemaren sore" kata Fariel.


"Hanya mau nyoba aja, sapa tau bisa ngilangin jenuh."


"Hahahaha, ada aja kamu bro" kata Ibnu.


"Rokok itu menghilangkan rasa bingung mau ngapain dan ngilangin rasa sepi di mulut, menurutku sih."


"Nih rokoknya."


"Gak kuat gua, yang ada batuk" kata Fariel.


"Hahahaha, kalau gitu gak usah ngerokok" kata Ibnu.


"Tapi kalau ngerokok sambil minum kopi itu enak bro, rasanya gimana gitu. "


"Emang bisa ngerokok sambil minum kopi, bukannya susah ya" kata Fariel.


"Maksudnya tuh gini ya brother" kata Ibnu, sambil mepraktekan.


"Minum dulu setelah itu baru."


"Coba aja dulu, tapi kalau bisa jangan, nanti jadi candu."


"Kali ini aja, setelah itu jangan samapai" kata Fariel, yang langsung menyalakan rokoknya


baru satu isepan langsung.


"Uhuk uhuk."


"Hahahaha, batuk Pak Haji" kata Ibnu.


"Sialan lo" kata Friel.


"Namanya juga pertama bro, pasti batuk"kata Ibnu.


"Dah ah, aku mau berangkat kuliah."


"Katanya siangan masuk" kata Fariel.


"Mau tau aja" kata Ibnu.


"Pinjaam motor lo ya bro."


"Pinjem, beli" kata Fariel.


"Tuh di baju kuncinya."


"Entar belinya kalau dah sukses" kata Ibnu.


"Sekarang minjem aja dulu, selagi ada yang bisa dipinjemin, ya gak bro" sambil berjalan masuk.


"Sa karepmu" kata Fariel.


"Makasih ya bro" kata Ibnu, sambil menggendong tas.


"Aku tinggal ya bro, awas jangan berbuat yang aneh-aneh."


"Nanti siang kita bahas setelah pulang kuliah, ok bro."


"Iya, dah sana cabut" kata Farie.


"Iya iya, nih mau berangkat" kata Ibnu.


"Titip rumah ya, bro. "


"Assalamu'alaikum."


" Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Lah ini belum di cuci."


"Wah kacau nih bocah, main kabur aja."


Setelah ditinggal pergi, akupun hanya ditemani kopi sambil menikmati rokok, walau terkadang batuk.

__ADS_1


__ADS_2