
Masih sama Ervi yang selalu betah dipangkuanku. Entah kenapa akhir-akhir ini Ervi manja banget dan suka meluk-melukku.
Sambil jalan-jalan diatas pasir pantai Ervi masih sangat manja dan betingkah macam-macam.
"Mas yuk ah jalan-jalan" kata Ervi.
"Masa mau duduk aja dari tadi."
"Kan niatnya jalan-jalan bukan duduk-duduk."
"Lah adek kenapa ikutan duduk, malah duduk dipangkuan mas" kata Fariel.
"Rang mas aja gak mau berdiri ngajak jalan-jalan di pantai" kata Ervi.
"Ya dah, tapi habis ini langsung pulang tapi ya" kata Fariel.
"Iya" kata Ervi.
"Tapi kan masih ada waktu buat jalan-jalan lama, jadi mas jangan langsung minta pulang ya."
"Ya dah bangun cepetan, jangan duduk terus dipangkuan mas" kata Fariel.
"Iya gak langsung pulang, masih bisa jalan-jalan menikmati ombak dan sunset disore hari."
"Oke" kata Ervi, memelukku dulu baru bangun dari duduknya dipangkuan ku.
"Ayo bangun."
"Kalau gak meluk mas kenapa sih, sekarang kok suka banget melukin mas" kata Fariel.
"Heran deh."
"Alnya nyaman hangat bikin nagih aja" kata Ervi.
"Abis mas gak mau meluk adek, ya adek aja kalau gitu yang meluk mas."
"Gampang kan."
"Cepat berdiri, mau adek cium nih biar semangat berdirinya."
"Tapi kan gak bole kaya gitu adek" kata Fariel.
"Mas bisa berdiri sendiri, gak usah pake cium-cium mas, yang ada makin lesu kalau adek cium mas" yang langsung berdiri.
"Sekarang mau jalan kearah mana, kedepan sana apa kesana."
__ADS_1
"Atau mau nyebur."
"Kemana-mana aja hatiku senang" kata Ervi, dengan gembiranya dan tersenyum manisnya.
"Gandeng tangan adek ya mas."
"Ya dah sini tangannya mau seperti apa" kata Fariel.
"Manja banget sih sekarang ini, dah kaya bocah aja manjanya."
"Seperti ini" kata Ervi, yang saling berkaitan jari-jariku dan jari-jari nya.
"Ayo jalan."
"Iya bawel" kata Fariel.
"Jalan-jalannya pelan aja, biar enak" kata Ervi.
"Jangan kekencangan, kan biar romantis jadi pelan-pelan."
Kupelan kan langkah kaki ku sesuai permintaanya.
"Nah begini kan enak, santai jalannya, adek bisa begini" kata Ervi, yang menyenderkan kepalanya dipundakku.
"Kaya di film-film ya mas kalau adek kaya gini."
"Iya iya" kata Fariel.
"Tapi gak dilaut, tapi di gunung es."
"Itukan acara kesukaan kakak dan Mami dirumah."
"Ya dah nanti kalau adek libur panjang kita kesana liburannya ya mas" kata Ervi.
"Eggak mau ah, dingin males nanti beku disana" kata Fariel.
"Uhh mana pernah ada yang jadi beku kaya es batu" kata Ervi.
"Kan pake jaket yang tebal mas, kalau dingin."
"Ngabisin duit aja, mending dirumah nonton atau kekebun bantuin orang tua" kata Fariel.
"Dah lama gak liat kebun dan nanam cabe."
"Hemmm mas mah gak mau ngertiin adek" kata Ervi.
__ADS_1
"Adek tuh pengen liburan sama mas, jalan-jalan sama mas keluar negeri."
"Jalan-jalan disini aja mas susah nya minta ampun kalau ade yang ngajakin."
"Pasti selalu banyak alasan yang keluar dari mulut mas, yang capek lah yang sibuk inilah itulah."
"Gak pernah nawarin diri gitu ke adek, yuk jalan-jalan kemana yuk dek."
"Ini malah asik sendiri" lalu cemberut.
"Mas kan lagi males aja jalan-jalan, mas lagi gak pengen aja jalan-jalan" kata Fariel.
"Gak usah cemberut gitu, biasa aja tuh bibirnya, jangan sampe jatoh, nanti kalau jatuh mas gak mau dicium pake gigi, kaya drakula."
"Hihhhhh geli."
"Kalau gitu ku gigit nih dan kuisap darah mas, biar nurut sama adek" kata Ervi.
"Ih atut" kata Fariel.
"Kaburrrr" yang langsung melepaskan tangannya dan kabur.
"Ihh mas" kata Ervi, yang hampir jatuh kepasir karena aku menarik dan melepaskan penyatuan tangannya.
"Hahahhaha" kata Fariel, sambil berjalan mundur.
"Kejar sini kalau bisa."
"Awas ya kalau kena bakal adek hajar mamas" kata Ervi.
"Coba aja kalau bisa" kata Fariel.
Ervi malah melemparkan sepatu Hai hil nya kepadaku.
"Aduh duh duh tapi gak kena" kata Fariel.
"Wek gak kena."
"Kukejar kau mas sampe kutangkap dan bakal ku cubit tu punya kulit, dan ku gigit leher mas" kata Ervi.
"Ihhh serem" kata Fariel.
"Tapi emang bisa nangkap mas."
"Coba aja kalau bisa."
__ADS_1
Dan Ervi pun langsung berlari mengejarku, jadi kami berlari-larian dengan kejar-kejaran sampe kena dan ditangkap walaupun lepas lagi dan dikejar lagi kena lagi dan lepas lagi, seperti itu seterusnya.